PT Royal Buka Suara soal Aksi Unras di Padalarang, Sebut Bukan Akibat Pergantian Vendor

- Penulis

Selasa, 30 Juni 2026 - 22:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan perusahaan di Kampung Cibacang RT 01 RW 04, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (30/6/2026). Foto: Abdul Kholilulloh

i

Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan perusahaan di Kampung Cibacang RT 01 RW 04, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (30/6/2026). Foto: Abdul Kholilulloh

SEKITARKITA.id – Manajemen PT Royal Abadi Sejahtera akhirnya angkat bicara terkait aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan perusahaan di Kampung Cibacang RT 01 RW 04, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (30/6/2026).

Pihak perusahaan menegaskan bahwa aksi unjuk rasa tersebut bukan dipicu oleh pergantian perusahaan penyedia tenaga kerja (vendor outsourcing), melainkan karena adanya kesalahpahaman mengenai prosedur rekrutmen yang belum dipahami oleh sebagian warga.

Personalia PT Royal Abadi Sejahtera, Dwi Wahyu, menjelaskan kerja sama perusahaan dengan vendor sebelumnya, PT PPD, telah berakhir setelah nota kesepahaman (MoU) tidak diperpanjang. Sebagai gantinya, perusahaan menjalin kerja sama dengan PT Aira Multi Daya sebagai penyedia tenaga kerja yang baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perwakilan personalia PT Royal, Dwi Wahyu (foto: Abdul Kholilulloh)
Perwakilan personalia PT Royal, Dwi Wahyu (foto: Abdul Kholilulloh)

“Sejak awal kami sudah menjelaskan bahwa kerja sama dengan PT PPD tidak kami perpanjang. Kemudian kami bekerja sama dengan PT Aira. Para pekerja dari PT PPD diarahkan untuk mengikuti proses rekrutmen kembali melalui mekanisme lamaran dan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku. Mengenai adanya warga yang tidak lolos seleksi, hal itu akan dibahas bersama PT Aira pada pertemuan besok,” ujar Dwi Wahyu saat ditemui di lokasi.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Umumkan Gaji ke-13 ASN, TNI-Polri Cair Juni 2025

Ia menambahkan, aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan gerbang perusahaan sempat mengganggu aktivitas operasional.

Meski demikian, Dwi memastikan kegiatan produksi di PT Royal Abadi Sejahtera tetap berjalan dan perusahaan akan terus beroperasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Dengan adanya aksi ini memang produksi sedikit tersendat dan terganggu. Namun demikian, PT Royal akan tetap berproduksi dan menjalankan kegiatan operasional sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Related Posts
Fakta di balik aksi unjuk rasa yang terjadi di depan PT Royal Abadi Sejahtera, Kampung Cibacang RT 01 RW 04, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Selasa (30/6/2026). Foto: Abdul Kholilulloh
Fakta di balik aksi unjuk rasa yang terjadi di depan PT Royal Abadi Sejahtera, Kampung Cibacang RT 01 RW 04, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Selasa (30/6/2026). Foto: Abdul Kholilulloh

Sebelumnya, puluhan warga yang didominasi kaum ibu menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes atas dugaan pemberhentian sepihak terhadap sejumlah pekerja lokal setelah terjadi pergantian perusahaan outsourcing.

Hingga sekitar pukul 14.30 WIB, perwakilan PT Royal Abadi Sejahtera didampingi Kepala Desa Cipeundeuy menemui massa dan menawarkan dialog lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (1/7/2026) pukul 10.00 WIB bersama PT Aira Multi Daya selaku vendor baru.

Baca Juga:  Pasca Viral, Pemkab Bandung Barat Janjikan Perbaikan Jalan Rusak di Ngamprah Akhir 2025

Namun, tawaran tersebut ditolak. Massa memilih tetap bertahan di tenda yang didirikan di depan gerbang perusahaan hingga ada kepastian mengenai nasib para pekerja lokal yang terdampak.

“Kami dari PT Royal Sejahtera Abadi mengucapkan terima kasih atas aspirasi yang telah disampaikan hari ini. Kami memahami sepenuhnya bahwa warga ingin bertemu dengan manajemen PT Aira. Saya sudah berusaha berkomunikasi dengan perusahaan dan menyampaikan kepada pihak RT maupun keamanan bahwa PT Aira hari ini tidak dapat hadir. Namun sebagai bentuk komitmen, besok Rabu pukul 10.00 WIB mereka akan bertemu dengan perwakilan warga,” ujar Dwi Wahyu di hadapan massa.

Personalia PT Royal Abadi Sejahtera, Dwi Wahyu didampingi Kepala Desa Cipeundeuy menemui perwakilan warga (foto: Abdul Kholilulloh)
Personalia PT Royal Abadi Sejahtera, Dwi Wahyu didampingi Kepala Desa Cipeundeuy menemui perwakilan warga (foto: Abdul Kholilulloh)

Ia berharap masyarakat dapat membubarkan diri dan menghadiri pertemuan yang telah dijadwalkan agar persoalan dapat diselesaikan melalui dialog.

“Kami berharap bapak dan ibu dapat kembali ke rumah masing-masing. Itu yang bisa kami sampaikan hari ini. Sekali lagi, PT Aira tidak bisa hadir hari ini, tetapi besok pagi mereka berkomitmen datang menemui perwakilan warga,” ucapnya.

Menanggapi tuntutan warga terkait dugaan PHK sepihak terhadap pekerja lokal, Dwi menegaskan pihaknya belum dapat memberikan penjelasan karena persoalan tersebut menjadi kewenangan PT Aira Multi Daya sebagai perusahaan penyedia tenaga kerja yang baru.

Baca Juga:  Diduga Dukung Paslon Lewat Medsos, Akun Instagram Desa Baranangsiang KBB Tetiba Lenyap 

“Dalam hal ini kami tidak bisa menjawab terkait status para pekerja. Biarkan pihak PT Aira yang memberikan penjelasan pada pertemuan besok pagi,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa PT Royal Abadi Sejahtera hanya bertindak sebagai pengguna jasa (user) dari perusahaan outsourcing.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan perusahaan di Kampung Cibacang RT 01 RW 04, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (30/6/2026). Foto: Abdul Kholilulloh
Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan perusahaan di Kampung Cibacang RT 01 RW 04, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (30/6/2026). Foto: Abdul Kholilulloh

“Besok kita akan mendengarkan langsung dari pihak PT Aira terkait keluhan bapak ibu semua. Kami hanya menyampaikan apa yang sudah disampaikan sebelumnya,” tandasnya.

Sementara itu, warga masih memilih bertahan di depan gerbang perusahaan sembari menunggu pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu pagi. Pertemuan tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai proses rekrutmen maupun nasib para pekerja lokal yang terdampak setelah pergantian vendor tenaga kerja.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masa Sewa Habis, Politisi Golkar Dadan Minta Kepastian Lahan Sekolah Rakyat Bandung Barat
Anton Sukartono Kembali Diusung, Demokrat KBB Bidik 7 Kursi DPRD pada Pemilu 2029
Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo Ungkap 6 Fokus Pemerintah Selama 21 Bulan Memimpin
Golkar Tebar 350 Ribu Benih Ikan, Panggah Susanto Dorong Budidaya untuk Tingkatkan Pendapatan Keluarga
Kompak, Dua Politisi Golkar Salurkan Ratusan Ribu Benih Ikan di Bandung Barat Jelang HUT RI ke-81
Raih 444 Suara, Tantan Sulthon Terpilih Jadi Ketua PWI Jabar 2026-2031 
Tanpa Sentuh Anggaran Pemerintah, Warga Padalarang Swadaya Sulap Pemukiman Jadi Lorong Merah Putih dan Mural 

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Masa Sewa Habis, Politisi Golkar Dadan Minta Kepastian Lahan Sekolah Rakyat Bandung Barat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Anton Sukartono Kembali Diusung, Demokrat KBB Bidik 7 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:48 WIB

Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo Ungkap 6 Fokus Pemerintah Selama 21 Bulan Memimpin

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:41 WIB

Golkar Tebar 350 Ribu Benih Ikan, Panggah Susanto Dorong Budidaya untuk Tingkatkan Pendapatan Keluarga

Berita Terbaru

Bandung Barat

Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:48 WIB