Dugaan Alih Fungsi Lahan di Cihampelas, Satpol PP KBB: Pengusaha Akan Bangun Vila Pribadi

- Penulis

Senin, 6 Juli 2026 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dugaan Alih Fungsi Lahan di Cihampelas, Satpol PP KBB: Pengusaha Akan Bangun Vila Pribadi

SEKITARKITA.id – Dugaan alih fungsi lahan di Desa Singajaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menjadi sorotan publik.

Menyikapi polemik tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) KBB menghentikan sementara aktivitas pembangunan dan melakukan penyegelan lokasi hingga seluruh persyaratan administrasi serta dokumen teknis dipenuhi.

Keputusan itu diambil untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan sekaligus memberikan kepastian mengenai peruntukan lahan yang menjadi perbincangan di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Gakda) Satpol PP KBB, Angga Setiaputra, mengatakan penghentian sementara dilakukan sebagai langkah antisipatif agar tidak terjadi pelanggaran tata ruang maupun ketentuan teknis pembangunan.

Diduga belum kantongi ijin, Satpol PP KBB tutup aktivitas dugaan alih fungsi lahan di Desa Singajaya, Kecamatan Cihampelas (foto: Abdul Kholilulloh)
Diduga belum kantongi ijin, Satpol PP KBB tutup aktivitas dugaan alih fungsi lahan di Desa Singajaya, Kecamatan Cihampelas (foto: Abdul Kholilulloh)

Menurut Angga, berbagai informasi yang berkembang di masyarakat terkait fungsi lahan membuat pemerintah perlu melakukan klarifikasi bersama seluruh pihak terkait.

“Kita hentikan sementara kegiatannya dan kita segel dulu sampai benar-benar diketahui kegiatan ini untuk apa. Di masyarakat berkembang informasi ada yang menyebut untuk perumahan, ada juga yang mengatakan untuk masjid dan lain sebagainya. Karena itu kami mengundang semua pihak untuk melakukan klarifikasi,” ujar Angga usai rapat koordinasi di Kantor Satpol PP KBB Gedung B, Senin (6/7/2026).

Baca Juga:  H-2 Lebaran 2024, ribuan pemudik mulai padati jalan Arteri Padalarang Bandung Barat

Angga menyebut, rapat koordinasi melibatkan Forkopimcam Cihampelas, Camat Cihampelas, Kapolsek, Koramil, Kepala Desa Singajaya, pemilik atau kuasa pemilik lahan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).

Berdasarkan hasil klarifikasi, pembangunan di lokasi tersebut dipastikan bukan untuk kawasan komersial maupun perumahan.

“Pemilik lahan menjelaskan bahwa lokasi itu akan dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat pribadi dengan konsep vila ramah lingkungan dan bangunan yang tidak bersifat permanen,” ucapnya.

Angga mengatakan bangunan akan menggunakan material bambu, dilengkapi kolam (balong), serta dikelilingi berbagai tanaman keras seperti pohon jati untuk menjaga keseimbangan lingkungan.

“Konsepnya menggunakan material bambu, dilengkapi kolam (balong) seperti konsep vila tapi tidak permanen, kemudian di sekelilingnya akan ditanami pohon keras seperti jati dan tanaman lainnya sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan dan meminimalisasi potensi longsor,” jelasnya.

Meski pembangunan disebut hanya untuk kepentingan pribadi, Satpol PP KBB menegaskan seluruh persyaratan administrasi tetap wajib dipenuhi sebelum aktivitas pembangunan dilanjutkan.

Pemilik lahan diminta segera mengajukan permohonan Saran Teknis (Sartek) kepada dinas terkait sebagai dasar pelaksanaan pembangunan, mulai dari pengaturan drainase, aspek lingkungan hidup, hingga ketentuan teknis lainnya.

Baca Juga:  Pemkab Bekasi Resmi Luncurkan Bus Trans Wibawamukti, Berikut Rutenya

“Kami meminta paling lambat besok permohonan saran teknis sudah diajukan. Dengan begitu seluruh proses bisa berjalan transparan dan tidak menimbulkan asumsi negatif di masyarakat,” kata Angga.

Selain Sartek, pemilik lahan juga diwajibkan mengurus Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) Non Berusaha sesuai rekomendasi Dinas PUTR.

Dokumen tersebut menjadi syarat penting untuk memastikan pembangunan sesuai dengan tata ruang sebelum nantinya diproses ke tahap Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) apabila diperlukan.

Satpol PP KBB juga meminta pemilik lahan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Singajaya selama proses pengurusan administrasi berlangsung.

Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup akan menerbitkan Saran Teknis yang mengatur berbagai kewajiban pengelolaan lingkungan sebagai upaya menjaga kelestarian kawasan.

Angga menegaskan penghentian sementara pembangunan bukan semata-mata karena persoalan administrasi, tetapi juga untuk menjaga ketenteraman dan ketertiban umum (Trantibum) di tengah polemik yang berkembang.

“Makanya kemarin kita hentikan dulu kegiatannya. Pertama karena ada gangguan ketertiban umum, kedua kami harus memastikan apakah kegiatan ini sudah sesuai aturan atau belum,” tegasnya.

Baca Juga:  DPRD Provinsi Jabar Sambangi FajarPaper, bentuk Apresiasi adanya Koperasi Karyawan KKSA

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berharap polemik dugaan alih fungsi lahan di Cihampelas dapat diselesaikan secara transparan, sesuai regulasi, dan tetap mengedepankan kepastian tata ruang serta kelestarian lingkungan.

“Satpol PP KBB memastikan segel lokasi baru akan dibuka setelah seluruh persyaratan administrasi, termasuk Saran Teknis dan PKKPR Non Berusaha, telah dipenuhi sehingga pembangunan dapat berjalan sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya.

Sebelumnya, aktivitas dugaan penggundulan lahan di Kampung Cilutung, Desa Singajaya, yang viral di media sosial ditindak jajaran Satpol PP KBB yang memutuskan menghentikan sementara aktivitas di wilayah perbukitan tersebut, pada Sabtu (4/7/2026).

Dalam rekaman viral menggunakan kamera drone yang diterima redaksi SEKITARKITA.id itu, terlihat aktivitas pembabatan dan perataan lahan perbukitan di Kampung Cilutung, Desa Singajaya, itu dilakukan dengan alat berat excavator atau beko.

Saat ini dilokasi, masih terpasang garis segel Satpol PP Line atau Garis PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil). Garis ini berfungsi sebagai tanda bahwa suatu bangunan, tempat usaha, atau lokasi sedang dihentikan operasionalnya secara resmi karena melanggar peraturan daerah (Perda).



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Pasca Viral Diludahi Oknum Preman di KBB, Rasman Lapor Polisi, Ternyata Dipalak Selama 15 Tahun 
Viral Video Dugaan Pemalakan Pengrajin Kayu di Ngamprah Bandung Barat
Misteri Kematian Pria di Kontrakan Bandung Barat, Polisi Ungkap Korban Sempat Mengeluh Sakit Batuk
Floating Market Lembang Diserbu Wisatawan Saat Libur Sekolah 2026, Kunjungan Naik 35 Persen
Pesan Menohok Bupati Jeje untuk IWSS KBB: Jangan Hanya Seremonial, Harus Punya Program Nyata
Resmi Dilantik, IWSS KBB Siap Perkuat Peran Perempuan dan Lestarikan Budaya Sulawesi Selatan
Libur Sekolah 2026, The Great Asia Africa Lembang Dipadati Wisatawan, Hadirkan Wahana Baru Little Nyonya
Polemik Pemilihan BPD Desa Galanggang Bandung Barat, Ketua Forum RW Soroti Transparansi DPT dan Keterwakilan Perempuan 

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 19:38 WIB

Dugaan Alih Fungsi Lahan di Cihampelas, Satpol PP KBB: Pengusaha Akan Bangun Vila Pribadi

Senin, 6 Juli 2026 - 17:26 WIB

Pasca Viral Diludahi Oknum Preman di KBB, Rasman Lapor Polisi, Ternyata Dipalak Selama 15 Tahun 

Senin, 6 Juli 2026 - 16:17 WIB

Viral Video Dugaan Pemalakan Pengrajin Kayu di Ngamprah Bandung Barat

Senin, 6 Juli 2026 - 13:56 WIB

Misteri Kematian Pria di Kontrakan Bandung Barat, Polisi Ungkap Korban Sempat Mengeluh Sakit Batuk

Senin, 6 Juli 2026 - 08:32 WIB

Floating Market Lembang Diserbu Wisatawan Saat Libur Sekolah 2026, Kunjungan Naik 35 Persen

Berita Terbaru