Sekolah Ambruk, Siswa MI Terpaksa Belajar Daring, Kemenag KBB: Relokasi Diupayakan

- Penulis

Selasa, 29 September 2026 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekolah Ambruk, Siswa MI Terpaksa Belajar Daring, Kemenag KBB: Relokasi Diupayakan

i

Dua ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tegalkoneng, Kampung Tegalkoneng, Desa Buninagara, Kecamatan Sindangkerta KBB ambruk akibat hujan deras dan diduga dipicu pergeseran tanah (foto: istimewa)

KBB | SEKITARKITA.id – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) bersama Kementerian Agama (Kemenag) tengah mengupayakan relokasi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tegalkoneng, Kampung Tegalkoneng, Desa Buninagara, Kecamatan Sindangkerta, setelah dua ruang kelas sekolah tersebut ambruk akibat hujan deras dan diduga dipicu pergeseran tanah.

Kondisi bangunan yang dinilai sudah tidak aman membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) di madrasah tersebut untuk sementara dilakukan secara daring atau online.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kemenag KBB, Deden Sarif Hidayatullah, mengatakan hasil asesmen di lokasi menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap pergerakan tanah apabila kembali terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi sebelum ada pembangunan baru, kami sudah meminta kepada pimpinan untuk direlokasi ke tempat yang lain. Walaupun ikhtiar untuk perbaikan kelas sedang diajukan di daerah, kami juga berupaya untuk perbaikan bangunan baru,” kata Deden saat ditemui di Kantor Kemenag KBB, Senin (28/9/2026).

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kemenag KBB, Deden Sarif Hidayatullah (foto: Abdul Kholilulloh)
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kemenag KBB, Deden Sarif Hidayatullah (foto: Abdul Kholilulloh)

Menurut Deden, relokasi menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena kondisi bangunan sekolah tidak hanya mengalami kerusakan pada bagian yang ambruk. Sejumlah ruang lainnya juga dinilai sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Dari total lima ruang yang ada, dua ruang mengalami kerusakan berat. Salah satunya bahkan telah ambruk, sedangkan satu ruang lainnya mengalami kerusakan ringan namun kondisinya nyaris roboh.

Baca Juga:  Warga Karawang Terima PKH dan BPNT dari Kemensos RI

Sementara tiga ruang lainnya juga dinilai sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena kondisi bangunan yang telah mengalami pelapukan dan kerusakan.

“Untuk kegiatan belajar mengajar saya berlakukan online, karena dikhawatirkan ada bangunan yang rubuh lagi. Mengingat tembok dan atap sudah lapuk dimakan usia, dikhawatirkan mengganggu aktivitas anak didik,” ujarnya.

Deden menjelaskan, kondisi bangunan MI Tegalkoneng sebenarnya telah menjadi perhatian pihak sekolah sebelum terjadinya ambruk.

Dua ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tegalkoneng, Kampung Tegalkoneng, Desa Buninagara, Kecamatan Sindangkerta KBB ambruk akibat hujan deras dan diduga dipicu pergeseran tanah (foto: istimewa)
Dua ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tegalkoneng, Kampung Tegalkoneng, Desa Buninagara, Kecamatan Sindangkerta KBB ambruk akibat hujan deras dan diduga dipicu pergeseran tanah (foto: istimewa)

Pihak sekolah sebelumnya telah mengusulkan perbaikan bangunan. Namun, keterbatasan anggaran membuat perbaikan belum dapat dilakukan secara maksimal.

Salah satu kendalanya adalah, kata dia, jumlah siswa yang relatif sedikit sehingga dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima juga terbatas.

“Memang sebelumnya dari pihak sekolah sudah diusulkan perbaikan, namun belum maksimal karena kekuatan anggaran di lembaga kurang. Jumlah siswanya sedikit sehingga penerima dana BOS juga sedikit,” jelasnya.

Dengan keterbatasan tersebut, perbaikan selama ini hanya dilakukan secara sederhana, seperti menutup bagian bangunan yang berlubang menggunakan material kayu dan menyesuaikannya dengan kemampuan anggaran sekolah.

Kondisi bangunan yang semakin memprihatinkan juga berdampak terhadap jumlah peserta didik.

Deden menyebut, pada 2026 terjadi penurunan jumlah siswa. Kondisi bangunan sekolah yang sudah lapuk membuat sebagian orang tua khawatir menyekolahkan anaknya di madrasah tersebut.

Baca Juga:  Selena Gomez Menyampaikan Dia Merasa 'Terlalu Ketinggalan Zaman untuk Keberadaan Nama Besar Pop' – Information Loader

“Pada tahun 2026 ini ada sedikit penurunan jumlah siswa karena kondisi bangunan sudah lapuk. Orang tua murid juga takut menyekolahkan anaknya di madrasah tersebut melihat kondisi seperti ini,” katanya.

Kendati demikian, Deden menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai lokasi relokasi MI Tegalkoneng.

Pasalnya, sekolah tersebut merupakan lembaga pendidikan masyarakat dan bukan sekolah negeri milik pemerintah.

Namun, berdasarkan hasil monitoring, terdapat salah satu aset tanah desa atau tanah carik yang berpotensi menjadi lokasi alternatif. Penggunaan lahan tersebut masih harus melalui pembahasan dan kajian, khususnya terkait hak guna pakai.

“Kalau dari Kemenag sendiri belum ada arahan terkait relokasi, karena itu sekolah masyarakat, bukan negeri. Dari hasil monitoring kemarin ada salah satu tanah desa (carik) yang akan dibahas ke depannya, termasuk hasil kajian untuk kaitan hak guna pakai,” ungkap Deden.

Sebelumnya, dua ruang kelas MI Tegalkoneng ambruk pada Sabtu dini hari, 19 September 2026, sekitar pukul 01.00 WIB.

Bangunan sekolah yang berada di Kampung Tegalkoneng, Desa Buninagara, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, tersebut ambruk setelah wilayah setempat diguyur hujan deras.

Baca Juga:  Dianggap Tidak Adil Proses Lelang Debat Terbuka, Paslon Acep-Gina Ngadu ke KPU Karawang 

Camat Sindangkerta, Agus Achmad Setiawan, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Pada saat peristiwa terjadi, kondisi cuaca di wilayah tersebut juga tengah diguyur hujan deras,” kata Agus, Minggu (20/9/2026).

Berdasarkan hasil asesmen atau kaji cepat petugas di lapangan, kerusakan bangunan diduga kuat berkaitan dengan pergeseran tanah di sekitar lokasi.

Seluruh bagian bangunan, mulai dari tembok, rangka atap hingga genting, mengalami kerusakan parah hingga akhirnya roboh.

Agus mengatakan, petugas bersama unsur kewilayahan telah melakukan asesmen untuk memastikan kondisi keamanan bangunan sekaligus mendata dampak kerusakan.

“Kebutuhan paling mendesak saat ini adalah ruang kelas pengganti atau darurat untuk menunjang kegiatan belajar mengajar siswa,” ujarnya.

Untuk total nilai kerugian akibat ambruknya dua ruang kelas tersebut, pemerintah masih melakukan pendataan sehingga belum dapat memastikan jumlah kerugian secara keseluruhan.

Di tengah kondisi cuaca yang sulit diprediksi, masyarakat Bandung Barat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Agus mengingatkan, hujan dengan intensitas tinggi tetap berpotensi terjadi meskipun wilayah tersebut memasuki periode musim kemarau.

“Meski musim kemarau, beberapa lokasi sudah dilaporkan mengalami hujan. Kalau hujan besar turun, masyarakat harus siaga terhadap potensi longsor dan bencana lainnya,” jelas Agus menandaskan.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir Bandang Terjang Jambudipa Bandung Barat, Rumah Warga Rusak dan Tiga KK Mengungsi
Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir
Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan
Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular
Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur
Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 09:21 WIB

Banjir Bandang Terjang Jambudipa Bandung Barat, Rumah Warga Rusak dan Tiga KK Mengungsi

Selasa, 29 September 2026 - 08:28 WIB

Sekolah Ambruk, Siswa MI Terpaksa Belajar Daring, Kemenag KBB: Relokasi Diupayakan

Selasa, 29 September 2026 - 08:04 WIB

Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir

Senin, 28 September 2026 - 14:31 WIB

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan

Senin, 28 September 2026 - 14:07 WIB

Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular

Berita Terbaru

Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir

Bandung Barat

Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir

Selasa, 29 Sep 2026 - 08:04 WIB