SEKITARKITA.id – Menghadapi potensi lonjakan mobilitas masyarakat selama libur panjang akhir pekan hingga perayaan Tahun Baru Imlek, Polres Cimahi meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyiagakan puluhan personel pengamanan di sejumlah titik strategis.
Pengamanan telah diperkuat sejak dua hari sebelum puncak libur, terutama di kawasan destinasi wisata favorit di wilayah Bandung Barat.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan arus kendaraan dan menjaga keamanan wisatawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adiputra, mengatakan lonjakan pergerakan masyarakat mulai terasa sejak Jumat siang, 13 Februari 2026.
Peningkatan ini dipicu libur bersama pada Senin serta perayaan Imlek keesokan harinya yang mendorong arus wisata masuk ke wilayah tujuan rekreasi.
“Peningkatan jumlah masyarakat sudah terlihat sejak Jumat siang. Mobilitas dipengaruhi arus tol serta kedatangan penumpang Kereta Cepat Jakarta–Bandung,” ujar Niko saat dikonfirmasi, Senin, 16 Februari 2026.
Menurutnya, fokus penempatan personel tidak hanya di kawasan Lembang, tetapi juga destinasi lain seperti Cisarua yang menjadi magnet kunjungan wisatawan.
Total sekitar 60 personel dikerahkan sejak awal masa libur untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas sekaligus menjaga kondusivitas wilayah.
“Pengamanan juga mempertimbangkan aktivitas masyarakat, termasuk tradisi munggahan menjelang Ramadan yang berpotensi meningkatkan pergerakan warga,” jelasnya.
Terkait kepadatan kendaraan yang sempat terjadi, Niko mengakui kondisi masih dapat dikendalikan melalui rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah situasional.
“Kepadatan ada, namun belum signifikan. One way sepenggal sudah diterapkan untuk mengurai arus,” katanya.
Polisi kini terus memantau potensi lonjakan arus balik wisatawan di akhir masa libur. Evaluasi situasi lapangan akan menjadi dasar penyesuaian rekayasa lalu lintas lanjutan, termasuk penerapan contraflow atau one way tambahan bila diperlukan.
“Kami terus memonitor pergerakan kendaraan, khususnya saat kepulangan wisatawan. Pengaturan arus akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” tegas Niko.
Langkah antisipatif ini diharapkan mampu menjaga kelancaran lalu lintas dan memberikan rasa aman bagi masyarakat selama periode libur panjang yang identik dengan meningkatnya aktivitas wisata dan perjalanan antardaerah.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








