[ad_1]
Hari ini, Anda menyalakan pc/pill/ponsel dan mengakses Web. Mungkin Anda masuk ke browser atau platform electronic mail Anda, melakukan beberapa hal, lalu mengunjungi situs ini, menemukan artikel ini, dan mulai membacanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Antarmuka pengguna (UI) memfasilitasi setiap langkah aktivitas itu. Kemampuan Anda untuk dengan mudah menavigasi berbagai pilihan dan fungsi disebabkan oleh pengalaman pengguna (UX) yang baik. Itulah yang kami bahas di sini hari ini. Itulah yang kami bahas di sini hari ini.
Desain UX dan UI sering digunakan secara bergantian (dan seharusnya tidak demikian) sehingga banyak orang mungkin tidak menyadari perbedaan UI dan UX. Tapi sekarang kebenaran bisa diungkapkan!
Artikel ini menggali perbedaan antara UI dan UX, membahas pengertian UX dan UI, cara keduanya bekerja sama, desainer UI/UX dan keterampilan apa yang mereka butuhkan, serta element karier seperti gaji dan jalur karier.
Namun sebelum kita melihat perbedaan UI dan UX, mari kita bahas beberapa definisi dasar.
Apa itu Desain UX?
Desain UX melibatkan perancangan pengalaman pengguna aplikasi, terutama cara mereka berinteraksi dengannya. Apakah navigasinya intuitif, atau tidak masuk akal? Apakah pengalamannya mudah dan lancar, atau membingungkan dan kikuk? Apakah pengguna merasa bahwa mereka telah menyelesaikan sesuatu, atau mereka terus-terusan gagal? Apakah aplikasinya menyenangkan?
Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang harus dihadapi oleh seorang desainer UX. Desainer UX bertanggung jawab atas struktur aplikasi, fungsionalitas, organisasi, dan bagaimana elemen-elemen yang berbeda bekerja sama. Pada akhirnya, tugas desainer UX adalah memberikan pengalaman yang baik kepada pengguna dengan aplikasi.
Apa itu Desain UI?
Desain UI berkaitan dengan antarmuka pengguna dan tata letak grafis aplikasi. Desain ini mencakup tombol yang diklik pengguna, teks yang mereka lihat, kolom entri teks, gambar, bilah geser, dll. UI mencakup merchandise apa pun yang berinteraksi dengan pengguna, termasuk transisi, tata letak layar, animasi antarmuka, dan setiap interaksi mikro. Setiap bagian dari aplikasi yang dilihat dan berinteraksi dengan pengguna harus dirancang, dan itulah tugas perancang UI.
Apa Perbedaan Antara Desain UX dan UI?
Semua anjing adalah binatang, namun tidak semua binatang adalah anjing. Demikian pula, semua elemen antarmuka pengguna adalah bagian dari pengalaman pengguna, namun tidak semua aspek pengalaman pengguna terdiri dari antarmuka pengguna. Bagan ini menjelaskan perbedaan antara desain UX dan UI.
UX |
UI |
|
|
Tujuan |
Rancang produk lengkap dari sudut pandang yang mengutamakan manusia. |
Ciptakan pengalaman estetika produk dari sudut pandang yang mengutamakan manusia. |
|
Aplikasi |
Produk virtual dan fisik |
Produk virtual saja |
|
Fokus |
Pengalaman pengguna yang sepenuhnya mendalam dan menyenangkan dari awal hingga akhir. |
Serangkaian titik kontak visible yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan produk dengan mudah. |
|
Proses Penciptaan |
Mengembangkan solusi desain struktural yang mengatasi potensi masalah yang mungkin dihadapi konsumen dengan produk. |
Menggabungkan tombol, palet warna, gambar, dan tipografi. |
|
Hasil Akhir |
Produk keseluruhan efektif yang menyenangkan pengguna. |
Produk yang menarik secara visible dan mudah digunakan. |
Ingat, antarmuka pengguna hanyalah salah satu elemen dari keseluruhan pengalaman pengguna, satu bagian dari mesin yang lebih besar. Pengalaman pengguna meningkatkan kualitas interaksi antara pengguna dan setiap bagian perusahaan yang berlaku, dan tidak terbatas pada aset virtual. Misalnya, mesin penjual otomatis, tempat pembayaran swalayan, ATM, dan kios informasi merupakan contoh pengalaman pengguna.
Saat Anda membuka laman depan Google atau mengunjungi laman landas aplikasi favorit Anda dan mengeklik sesuatu, Anda terlibat dengan antarmuka pengguna.
Apa Hubungan Antara UX dan Desain UI?
Desain UX (Consumer Enjoy) dan UI (Consumer Interface) merupakan komponen penting dalam pengembangan produk trendy, dengan fokus pada peningkatan kegunaan dan estetika produk virtual. Desain UX berfokus pada keseluruhan pengalaman, memastikan bahwa produk tidak hanya fungsional tetapi juga menyenangkan dan mudah digunakan. Desain UI, di sisi lain, berfokus pada elemen spesifik tempat pengguna berinteraksi di layar, seperti tombol, ikon, dan tipografi.
Bootcamp UI UX dapat membantu Anda memperoleh pemahaman komprehensif dan keterampilan praktis di kedua bidang ini. Bootcamp ini memberikan pengalaman pembelajaran mendalam yang mencakup segala hal mulai dari prinsip desain dasar hingga teknik lanjutan dalam riset pengguna, wireframing, pembuatan prototipe, dan desain antarmuka, mempersiapkan siswa untuk meraih karier yang sukses di bidang UX dan desain UI yang selalu berubah.
Jika kita mengambil proses aplikasi dan mengubahnya menjadi latihan mendesain mobil, perancang UI akan bertanggung jawab untuk mengembangkan roda kemudi, dasbor, dan kontrol apa pun yang terdapat di kursi pengemudi. Selain itu, desainer UX akan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa pelanggan mendapatkan pengalaman berkendara yang sangat baik dan lancar dari awal hingga akhir.
Seperti yang dapat Anda simpulkan dari contoh tersebut, aspek UX tidak terbatas pada aset virtual, namun mempertimbangkan seluruh bagian produk atau layanan.
Mari kita lihat aplikasi yang menjual sepatu lari. Anda mengklik aplikasinya, dan itu tampak hebat. Ada banyak warna dan animasi yang heboh, dan kancingnya bahkan terlihat seperti sepatu kets kecil. Besar! Itu antarmuka pengguna yang indah! Namun, keranjang belanjaan tersebut tidak masuk akal; tidak menghitung pajak penjualan dan pengiriman, situs tidak mengirimkan konfirmasi ETA pembelian dan pengiriman, dan produk membutuhkan waktu lama untuk tiba. Itu adalah pengalaman pengguna yang buruk!
Jadi, Anda bisa saja memiliki laman landas yang paling indah dan menghibur, namun jika keseluruhan situs tidak berfungsi dengan benar, semuanya sia-sia. Di sisi lain, Anda bisa mendapatkan produk unggulan dengan pengiriman cepat dan akses mudah ke layanan pelanggan dan FAQ. Namun, pengguna tetap dihadapkan pada gambar amatir, animasi kikuk, dan efek suara yang menjengkelkan. Anda tidak akan memenangkan pelanggan dengan cara itu.
Siapakah Desainer UI dan UX, dan Bagaimana Mereka Bekerja Sama?
Perancang UX bertanya, “Masalah dan kesulitan apa yang akan dialami pengguna dengan produk secara keseluruhan, dan bagaimana kita dapat memastikan pelanggan menikmati penggunaan produk ini? Terakhir, perancang UI bertanya, “Bagaimana pengguna akan berinteraksi dengan produk sebenarnya, dan bagaimana kita bisa menjadikannya proses yang lebih lancar, fungsional, dan menarik secara visible?”
Jadi, para desainer UX sedang mengerjakan bagaimana aplikasi mengalir dan bagaimana berbagai kontrol mengarahkan pengguna ke berbagai tugas, dan para desainer UI sedang mengembangkan bagaimana elemen-elemen tersebut akan muncul kepada pengguna di layar mereka.
Kedua belah pihak saling membutuhkan untuk memastikan produk yang lengkap dan menyenangkan. Oleh karena itu, mereka harus bekerja sama untuk memberikan hasil positif yang berfungsi dengan baik dan terlihat baik. Jika kedua tim memiliki pemikiran yang sama, mereka akan menciptakan produk berharga yang akan berkembang di pasar yang kompetitif saat ini.
Keterampilan dan Jalur Karir yang Dibutuhkan Desainer UI dan UX
Pengusaha pengembangan UI biasanya menginginkan kandidat untuk memiliki setidaknya gelar sarjana di bidang Ilmu Komputer, Rekayasa Perangkat Lunak, Pengembangan Internet, Komputasi Seluler, Interaksi Manusia-Komputer, Desain Grafis, atau bidang studi serupa.
Namun, pengembangan UX tidak memiliki daftar tuntutan gelar yang luas, meskipun akan berguna bagi kandidat untuk telah menyelesaikan gelar sarjana dalam sesuatu yang tidak terkait dengan aspek apa pun dari pengembangan UX. Untungnya, kandidat pengembangan UX dapat mengelola dengan baik dengan Kursus Desain UX UI, pendidikan dewasa, studi rekanan, atau bootcamp sertifikasi yang berharga.
Calon profesional UX memulai sebagai Desainer UX dan dapat beralih ke peran Manajer UX dan mungkin lebih jauh lagi menjadi Direktur UX. Lintasan ini pada akhirnya dapat mengarah pada posisi eksekutif seperti Wakil Presiden Pengalaman Pengguna.
Pada akhirnya, jalur karier UX Anda bergantung pada apakah Anda ingin fokus pada jalur teknis atau manajerial.
Calon profesional UI memulai sebagai pengembang dan pemrogram, mengerjakan konsep-konsep seperti pengembangan front-end. Di sisi lain, Anda bisa memulai sebagai desainer UI umum, kemudian berspesialisasi sebagai Desainer Visible, Desainer Gerakan, atau Desainer Interaksi.
Berikut keterampilan yang dibutuhkan oleh desainer UI dan UX:
UX |
UI |
|
Pengetahuan bisnis |
Bahasa pemrograman |
|
Memahami arsitektur informasi |
Pencitraan merek visible (teori warna, tipografi, desain ikon) |
|
Teknik riset/analisis pengguna |
Animasi/Interaktivitas |
|
Berpikir kritis dan memecahkan masalah |
Kreativitas dan pemecahan masalah |
|
Wireframing dan pembuatan prototipe |
Wireframing dan pembuatan prototipe |
|
Pengujian pengguna/kegunaan |
Pengetahuan desain responsif |
|
Kolaborasi/komunikasi |
Kolaborasi/komunikasi |
|
Pembelajaran/rasa ingin tahu yang berkelanjutan |
Kemampuan beradaptasi |
|
Pelayanan pelanggan |
Pelayanan pelanggan |
|
Manajemen proyek |
Manajemen proyek |
|
Empati |
Pengkodean/desain internet |
Seperti Apa Pekerjaan Desainer UI dan UX, dan Berapa Gajinya?
Pekerjaan desainer UX menggabungkan elemen pemasaran, desain, dan manajemen proyek. Ini adalah peran yang menantang yang melibatkan analisis pelanggan dan persaingan, riset pengguna, pengembangan konten, serta struktur dan strategi produk.
Desainer UX diharapkan bekerja sama dengan desainer UI, berkoordinasi dengan pengembang, dan melacak tujuan. Pada akhirnya, desainer UX harus menciptakan pengalaman teruji yang memuaskan pengguna dan selaras dengan tujuan perusahaan.
Pekerjaan desainer UI menggabungkan analisis pelanggan, riset desain, branding, dan pengembangan grafis. Selain itu, peran tersebut menuntut desainer untuk melakukan pembuatan prototipe UI, adaptasi ukuran layar, interaktivitas dan animasi, serta bekerja dengan pengembang untuk mengimplementasikan antarmuka yang telah selesai.
Perancang UI bertanggung jawab atas apa yang dilihat pelanggan dan merupakan perwakilan merek yang memberikan kesan pertama kepada pengguna terhadap aplikasi. Akibatnya, desainer UI harus bekerja sama dengan rekan-rekan UX mereka untuk memastikan bahwa desain UI sesuai dengan pengalaman pengguna positif yang diinginkan oleh desainer UX.
Pintu kaca melaporkan bahwa desainer UI di Amerika Serikat memperoleh penghasilan rata-rata $109,536 in line with tahun, sementara posisi serupa di India membayar ₹687.000. Memang menunjukkan bahwa desainer UX di Amerika Serikat menghasilkan rata-rata tahunan sebesar $92,861, sementara rekan-rekan mereka di India memperoleh rata-rata ₹623,055 in line with tahun, menurut Taraf gaji.
Apakah Anda Tertarik Menjadi Desainer UI/UX?
Baik Anda ingin menjadi Antarmuka Pengguna atau Perancang Pengalaman Pengguna, Simplilearn memiliki apa yang Anda perlukan untuk memulai karier Anda. Program Grasp Ahli Desain UI/UX mencakup pendekatan komprehensif untuk semua tahap pengembangan desain UI/UX. Selain itu, Anda akan mempelajari konsep penelitian UX, pemikiran desain, pembuatan prototipe dan gaya UI, arsitektur informasi, kegunaan, dan pengujian.
Kursus ini menawarkan Anda pendekatan desain-sentris terhadap antarmuka pengguna dan pengalaman pengguna, termasuk proses Desain yang Berpusat pada Pengguna, wireframe dan prototipe, serta konsep terkait desain lainnya.
Karena semakin banyak organisasi yang mengaburkan batas antara UI dan UX, desainer yang cerdas akan memanfaatkan kesempatan ini untuk menjadi mahir dalam kedua pilihan karier dan mencakup semua foundation mereka. Simplilearn adalah sumber daya yang bagus untuk Anda miliki saat menjelajahi pasar kerja UI/UX. Jadi, periksa Simplilearn hari ini, dan mulailah menguasai keahlian berharga tersebut!
[ad_2]
Sumber: www.simplilearn.com








