Baguna PDIP Jabar Bergerak, Ono Surono Temui Korban Longsor di KBB

- Penulis

Senin, 26 Januari 2026 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono turut didampingi Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PDI Perjuangan, Angie Natesha Goenadi, serta Hj. Ida Widaningsih, anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat. (foto: istimewa)

i

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono turut didampingi Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PDI Perjuangan, Angie Natesha Goenadi, serta Hj. Ida Widaningsih, anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat. (foto: istimewa)

SEKITARKITA.id – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, S.T., bersama Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Jawa Barat, mengunjungi warga terdampak bencana longsor di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Minggu 25 Januari 2026.

Dalam kunjungan kemanusiaan tersebut, rombongan menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan obat-obatan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian partai terhadap warga yang tengah menghadapi dampak bencana alam.

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan dasar warga di tengah kondisi darurat pascalongsor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kunjungan Ono Surono turut didampingi Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PDI Perjuangan, Angie Natesha Goenadi, serta Hj. Ida Widaningsih, anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono turut didampingi Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PDI Perjuangan, Angie Natesha Goenadi, serta Hj. Ida Widaningsih, anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat. (foto: istimewa)
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono turut didampingi Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PDI Perjuangan, Angie Natesha Goenadi, serta Hj. Ida Widaningsih, anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat. (foto: istimewa)

Kehadiran para wakil rakyat tersebut dimanfaatkan untuk berdialog langsung dengan warga, mendengarkan keluhan, serta meninjau kondisi lingkungan di sekitar lokasi bencana yang masih menyisakan dampak longsoran.

Dalam kesempatan tersebut, Ono Surono menyoroti persoalan alih fungsi lahan yang dinilainya semakin masif terjadi di kawasan lereng gunung dan daerah rawan bencana di Jawa Barat.

Baca Juga:  Budianto: Partai Demokrat Karawang usung nama calon Bupati di Pilkada 2024

 

Ia menyebutkan, banyak lahan yang sebelumnya berfungsi sebagai kawasan lindung dan daerah resapan air kini berubah menjadi kebun sayuran, kawasan wisata, hingga pembangunan vila.

“Alih fungsi lahan ini secara perlahan mengurangi kemampuan alam dalam menahan air dan pergerakan tanah. Ini yang kemudian meningkatkan potensi terjadinya longsor,” kata Ono Surono di sela-sela kunjungan.

Ono menegaskan bahwa pemerintah harus bersikap tegas terhadap praktik alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan tata ruang.

Menurutnya, ketegasan kebijakan lingkungan tidak bisa dilepaskan dari aspek ekonomi masyarakat, karena persoalan lingkungan pada akhirnya juga berkaitan langsung dengan kesejahteraan rakyat.

“Pemerintah harus hadir memberikan alternatif nyata bagi petani yang selama ini berkebun di lereng gunung, agar tetap bisa bertahan secara ekonomi tanpa merusak keseimbangan alam,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ono menekankan pentingnya penyediaan jenis tanaman yang lebih sesuai dengan karakteristik lahan serta memiliki daya ikat tanah yang kuat untuk mencegah longsor.

Ia juga menilai bahwa komitmen menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, tetapi harus melibatkan pemerintah kabupaten hingga masyarakat sebagai pelaku utama di lapangan.

Baca Juga:  Ngamprah Ubah Kantor Kecamatan Jadi Pusat Layanan dan Sentra Bantuan Sosial, Begini Kata Camatnya

Dalam kunjungan tersebut, Ono Surono turut mengapresiasi langkah tegas Gubernur Jawa Barat yang telah mengeluarkan berbagai regulasi terkait penataan ruang dan perlindungan lingkungan.

Ia berharap kebijakan tersebut dapat diterapkan secara konsisten hingga ke tingkat daerah serta didukung kesadaran masyarakat.

“Kalau pemerintah dan masyarakat bisa kompak, saya yakin risiko bencana longsor bisa ditekan, dan keselamatan warga di kawasan rawan bencana dapat lebih terjamin di masa depan,” pungkas Ono Surono.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Teror Rampok Berkedok Pocong Viral di Bandung Barat, Warga Padalarang Resah
Pawai Juara PERSIB 2026 Disambut Lautan Bobotoh, Tradisi Sejak 1937 Terus Berlanjut
PERSIB Cetak Sejarah! Jadi Klub Pertama Juara Liga Indonesia Tiga Kali Beruntun
Belatung Ikut Ngantor, Sampah Jadi Pegawai Teladan di Ngamprah Bandung Barat
Bojan Hodak Sebut Beckham Putra dan Federico Barba Layak Raih Penghargaan Bergengsi
Selamatkan Warisan Sunda, Bandung Barat Targetkan Verifikasi Naskah Kuno Pertama di 2026
Bupati Bandung Barat Dorong Musorkab KONI 2026 Perkuat Prestasi Atlet Daerah
Ketua Viking Tobias Ginanjar Sayidina Resmi Pimpin KONI KBB Periode 2026–2031

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 02:16 WIB

Teror Rampok Berkedok Pocong Viral di Bandung Barat, Warga Padalarang Resah

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:46 WIB

Pawai Juara PERSIB 2026 Disambut Lautan Bobotoh, Tradisi Sejak 1937 Terus Berlanjut

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:02 WIB

PERSIB Cetak Sejarah! Jadi Klub Pertama Juara Liga Indonesia Tiga Kali Beruntun

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:59 WIB

Belatung Ikut Ngantor, Sampah Jadi Pegawai Teladan di Ngamprah Bandung Barat

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:46 WIB

Bojan Hodak Sebut Beckham Putra dan Federico Barba Layak Raih Penghargaan Bergengsi

Berita Terbaru