[ad_1]
BINUS College mengorbitkan proyek inovatif Movement Graphics sebagai bagian dari komitmennya menciptakan lingkungan belajar inklusif bagi mahasiswa dengan Autistic Spectrum Dysfunction (ASD). Melibatkan kolaborasi berbagai unit, seperti New Media and Animation, SASC, dan SSO, proyek ini merancang animasi visible berdasarkan wawancara mendalam untuk memahami kebutuhan kognitif siswa ASD. Animasi ini dirancang untuk memberi dorongan untuk stabilitas emosi, fokus, dan kualitas belajar mereka. Inisiatif ini mendapat apresiasi dari para mahir psikologi dan memperlihatkan dedikasi BINUS dalam memberikan kesempatan belajar yang setara bagi semua siswa, sekaligus menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya.
Sebagai bagian dari komitmennya menciptakan lingkungan pendidikan inklusif, BINUS College menginisiasi proyek inovatif bertajuk Movement Graphics. Proyek ini dirancang untuk membantu siswa dengan Autistic Spectrum Dysfunction (ASD) dalam meningkatkan kualitas belajar dan memenuhi kebutuhan kognitif mereka. Inisiatif ini melibatkan berbagai unit BINUS, seperti Media Baru dan Animasi (Sekolah Desain), Komunikasi Kemahasiswaan, Observasi BINUS, Scholar Advisory and Assist Center (SASC), Scholar Assist Office (SSO) BINUS @Alam Sutera.
Proyek ini berawal dengan wawancara mendalam bersama siswa ASD untuk memahami kebutuhan mereka keterkaitan fungsi kognitif dan pembelajaran. Informasi yang diperoleh kemudian diterjemahkan ke dalam animasi visible yang dirancang untuk memberi dorongan untuk stabilitas emosi, menjaga fokus, dan meningkatkan kualitas pembelajaran mereka.
Permen Reggi Sonia, S.Ds., M.Ds. dari Komunikasi Kemahasiswaan menyampaikan, “Ini dibuat untuk menemukan benang merah emosi dan nalar mereka tetap stabil dalam rutinitas perkuliahan, andaikan untuk tetap fokus. Observasi ini seru sebab didukung tim yang kuat juga di dalamnya.”
Christina Tedja, S.Psi, M.Psi, salah satu pakar psikologi yang terlibat, menambahkan, “Awal melakukan wawancara untuk mengetahui kebutuhan apa yang diinginkan mereka keterkaitan fungsi kognitif dan pembelajaran. Setelah itu, kami bentuk animasi secara visible dan diuji coba dengan penyandang autisme.”
Inisiatif ini juga mendapat apresiasi dari Psikolog Putri Lenggo Geni, S.Psi, M.Psi, yang menyampaikan, “Saya terkesan dengan inisiatif ini, sebab BINUS sangat suportif dengan mahasiswa yang mempunyai kebutuhan khusus seperti ini. Ini memberikan ruang dan pendidikan yang sama untuk seluruh BINUSIAN.”
Proyek Movement Graphics ini merupakan komitmen nyata upaya BINUS College dalam memberi dorongan untuk mahasiswa berkebutuhan khusus, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif.
Inisiatif ini diharapkan bisa menginspirasi institusi pendidikan lainnya untuk memberikan kesempatan yang sama bagi semua individu.
[ad_2]
Sumber: vritimes








