AdinJava.CO.ID – JAKARTAKementerian Pekerjaan Umum (PU) menjamin akan memberikan potongan harga atau diskon pada tarif jalan tol saat perayaan Natal 2025 dan tahun baru 2026.
Sebelumnya, Menteri PU Dody Hanggodo mengungkapkan kepada media bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pelaku usaha jalan tol (BUJT) sejak bulan Oktober 2025.
Sepanjang prosesnya, ia mengakui ada bermacam-macam pihak BUJT yang tidak setuju dengan rencana tersebut, sebab tidak semua jalan tol mempunyai lalu lintas yang padat dengan begitu berisiko memengaruhi pendapatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tetapi, VP Company Secretary PT Waskita Karya Tbk (WSKT) Buyung I. Lukman mengungkapkan dukungan penuh terhadap kebijakan yang mempermudah masyarakat. Kebijakan tersebut menurutnya juga bisa meningkatkan efisiensi lalu lintas jalan tol.
Yang jelas, WSKT untuk saat ini sedang menyiapkan infrastruktur dengan memastikan kelancaran para petugas di lapangan, layanan transaksi, fasilitas di enviornment istirahat, serta perawatan konstruksi secara berkala.
“Kami percaya momentum liburan Nataru bisa memberikan kontribusi positif terhadap kinerja operasional perusahaan,” tutur Buyung saat dihubungi AdinJava, Jumat (7/11/2025).
Tiga uang setali, Mardiansyah, Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (HK), menyatakan bahwa HK sepenuhnya memberi dukungan kebijakan tersebut sebab bisa mempermudah pergerakan pengguna jalan.
“Meski dalam jangka pendek berdampak pada pendapatan, kebijakan ini diharapkan memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan jumlah lalu lintas serta kepuasan pengemudi jalan,” ujar Mardiansyah.
Untuk saat ini, HK sedang mempersiapkan infrastrukturnya dengan melakukan perawatan berkala dan perbaikan seperti penguatan jalan, rambu lalu lintas dan guardrail, penerangan jalan umum (PJU), serta kesiapan kendaraan operasional seperti patroli, rescue, dan derek serta secara aktif berkoordinasi dengan instansi dan lembaga keterkaitan.
HK meningkatkan jumlah petugas lapangan guna menghadapi antrean di gerbang tol sambil menambah perangkat cell reader serta layanan top-up uang elektronik di seluruh gerbang tol.
Sementara waktu pada kuartal ketiga tahun ini, pendapatan jalan tol WSKT meningkat sebesar 2,97% dibanding tahun sebelumnya (12 months on 12 months/YoY) menjadi Rp 859,39 miliar.
“Perusahaan memprediksi akan terjadi kenaikan jumlah lalu lintas dibandingkan keadaan biasa, seiring dengan meningkatnya pergerakan masyarakat pada masa libur panjang,” ungkapnya.
Mengenai quantity lalu lintas, Kepala Komunikasi Perusahaan & CSR PT Nusantara Infrastructure Tbk (META), Indah D.P. Pertiwi mengungkapkan, momen Nataru biasanya memperlihatkan pola pergerakan lalu lintas yang berbeda-beda.
Andaikan pada jalan tol perkotaan, quantity lalu lintas diprediksi turun sekitar 2% dibandingkan keadaan commonplace sebab penurunan mobilitas sebelum dan setelah Nataru. Untuk saat ini, untuk ruas luar kota, quantity lalu lintas cenderung naik lebih dari 5% seiring meningkatnya bolak-balik jarak jauh.
Untuk alasan itu, dari sudut pandang bisnis, dampak program tersebut terhadap pendapatan tahunan META diprediksi netral sampai positif, sebab kenaikan di jalur luar kota akan mengimbangi penurunan di jalur perkotaan.
Sebelum perayaan Natal dan Tahun Baru, META memastikan seluruh infrastruktur berada dalam kondisi terbaik. Dewi menyatakan, pihaknya terus bekerja sama dengan berbagai pihak, menyediakan tim yang siap 24 jam, serta layanan derek tanpa dipungut biaya.
Sementara waktu pendapatan sektor jalan tol META sampai September 2025 hingga Rp 600 miliar, menyumbang 71% dari goal yang ditetapkan perusahaan tahun ini. “Kami percaya dapat memberhentikan tahun dengan pencapaian sesuai goal,” tutur Dewi.
Disisi berbeda, Sekretaris Jenderal Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI), Kris Ade Sudiyono menyatakan bahwa kebijakan tarif seharusnya dilihat sebagai salah satu alat untuk mengawasi arus lalu lintas. Sebab menurut pengalamannya sebelumnya, masyarakat menurutnya tidak terlalu peka terhadap aturan tarif tol.
“Publik lebih memperhatikan dan sangat menghargai aspek pengelolaan serta rekayasa lalu lintas serta kesiapan infrastruktur dan pelayanannya,” ujar Kris.
Kris mengakui pihaknya sedang bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, serta koordinator lalu lintas dari Polri dalam melakukan pengelolaan atau rekayasa lalu lintas.
Minggu depan, ATI dilaporkan akan mengadakan pertemuan dengan Kementerian PUPR untuk membahas aturan mengenai besaran potongan tarif tol.
“Menurut saya, seharusnya kami di jalan tol perlu memastikan kesiapan infrastruktur dan layanan jalan tol siap memberi dukungan masyarakat dalam melakukan bolak-balik akhir tahun,” tutur Kris.
Disisi berbeda, masyarakat yang mengikuti pendapat Kris perlu mempersiapkan diri menghadapi penurunan kecepatan lalu lintas di jalan tol. Kapasitas jalan umum sesekali terbatas dan merasakan hambatan akibat aktivitas masyarakat pada periode tertentu.








