Buruh Bandung Barat Menjerit, Kenaikan BBM Berdampak Buruk Bagi Ekonomi Masyarakat

- Penulis

Jumat, 26 Agustus 2022 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buruh di Bandung Barat resah dengan rencana kenaikan BBM oleh pemerintah pusat (foto: Abdul)

Bandung Barat, SekitarKita.net,- Rencana pemerintah pusat yang bakal menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan gas elpiji 3 kilogram menuai penolakan keras dari masyarakat, khususnya Koalisi Buruh Kabupaten Bandung Barat (KBB).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Koalisi Buruh Bandung Barat, Dede Rahmat menilai, kenaikan harga pertalite dan gas 3 kilogram bakal membuat masyarakat menengah ke bawah kian terpuruk.

Apalagi, jelas dia, jika kenaikan harga tersebut tidak dibarengi dengan kenaikan upah yang signifikan. 

“Itu hanya akan menambah sengsara masyarakat. Oleh karena itu, kami menolak tegas rencana tersebut, ,” katanya, Jumat 26 Agustus 2022.

Ia menuturkan, dengan naiknya harga BBM  bersubsidi menambah pengeluaran para buruh. Mirisnya, di sisi lain upah buruh di KBB pada tahun 2022 tidak ada kenaikan.

“Pemerintah perlu mempertimbangkan nasib rakyat kecil, ketika jadi menaikkan harga BBM bersubsidi. Ketika naik, apa solusi pemerintah untuk menyelamatkan nasib mereka,” ujarnya.

Baca Juga:  Warga Resah Limbah Medis Dibuang ke Jembatan Citarum, DLH Karawang Cari Pelakunya

Salah seorang buruh, Apep (37) menyebut, kenaikan harga BBM bersubsidi tidak tepat dilakukan sekarang. Sebab, pandemi Covid-19 belum berakhir berdampak pada belum stabilnya kondisi perusahaan.

“Baru mau bangkit, eh sekarang mau dibebani lagi dengan naiknya harga BBM bersubsidi. Saya berharap pemerintah menunda dulu rencana ini, lihat kondisi masyarakat menengah ke bawah,” ungkapnya.

Ia mengaku, total upah yang diterimanya hanya sekitar Rp 2,3 juta per bulan. Itupun digunakan untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari dan anak sekolah.

“Sekarang saja harga kebutuhan pokok terus naik, enggak kebayang jika pertalite dan elpiji 3 kilogram naik. Pasti akan naik,  sementara gaji tak ikut naik,” keluhnya.

Ia menambahkan, harga telor saja sudah mencapai Rp 32.000 per kilogram. Belum komoditi lain yang juga relatif tinggi.

“Bakal semakin tak terjangkau kalau BBM bersubsidi naik,” tandasnya.*** (Abdul) 

copyright by Sekitar Kita



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan
Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026
Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Kamis, 24 September 2026 - 19:12 WIB

Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Kamis, 24 September 2026 - 12:42 WIB

Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala

Rabu, 23 September 2026 - 22:27 WIB

Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 

Rabu, 23 September 2026 - 21:29 WIB

Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Berita Terbaru