Formappi sebut eluang makzulkan Jokowi sudah mulai terbuka: ini tantangan bagi DPR

- Penulis

Selasa, 21 November 2023 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakar hukum tata negara sebut peluang pemakzulan Presiden Jokowi (Setpres RI)

i

Pakar hukum tata negara sebut peluang pemakzulan Presiden Jokowi (Setpres RI)

Nasional, SekitarKita.id – Sejumlah pakar hukum tata negara (HTN) menyebutkan bahwa peluang untuk pemakzulan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap sudah dapat memenuhi unsur konstitusi.

Disebutkan juga, Presiden Jokowi secara kasat mata terlibat jelas ada usaha upaya pemenangan pasangan Prabowo Subianto dan putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Hal itu disampaikan Lucius Karus sebagai Peneliti di Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) yang menilai kondisi ini dapat dikatakan sebagai amunisi bagi DPR.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yaitu untuk membangun langkah nyata untuk mengevaluasi secara serius kebijakan Presiden Jokowi yang dianggap bisa merugikan rakyat, bangsa, dan negara.

“Jadi pakar HTN ini sesungguhnya menantang DPR. Apakah pernyataan kekecewaan yang dilontarkan sejumlah politisi parlemen betul-betul berangkat dari keprihatinan atas penyimpangan kebijakan Presiden atau hanya sekedar pernyataan politis yang dimaksudkan untuk mendapatkan simpati publik saja?” terangnya.

Lucius menilai dalam tahun politik ini, telah banyak pernyataan politisi didasarkan pada kepentingan politik masing-masing saja, dan juga demi efek elektoral.

Baca Juga:  KPU Telah Umumkan Penomoran Capres Cawapres 2024, Ini Dia Urutannya

Sehingga dugaan penyimpangan kebijakan ini, hanya dijadikan sebagai komoditas politik sesaat saja. Oleh sebab itu, DPR dituntut segera melakukan langkah-langkah konkret.

“Jika menurut ahli HTN sudah cukup alasan untuk memakzulkan Jokowi, harusnya langkah nyata segera bergulir di parlemen untuk mengumpulkan dukungan dari DPR dalam menggunakan hak angket,” tandasnya.

Menurut Luciu, bahwa secara politis, untuk legitimasi Presiden Jokowi kini semakin tergerus karena sepak terjang pemimpin negara yang nampak tidak netral lagi untuk Pemilu 2024.

Keberpihakan presiden kepada calon tertentu di pemilu mengangkangi kedudukannya sebagai kepala negara yang harus berdiri di atas semua kelompok dalam urusan pemilu.

“Keberpihakan Presiden membawa bahaya terbukanya upaya mobilisasi infrastruktur kekuasaan untuk kepentingan kelompok yang didukung Presiden saja. Ini tentu tak adil dan melawan asas pemilu yang luber dan jurdil,” pungkasnya.

  • Kompromi Ruang Senyap

Disebutkan juga dari Pengamat Politik dari UPN Veteran Jakarta yang mengatakan, bahwa peluang untuk memakzulkan Presiden Joko Widodo semakin kecil. Karena beberapa pelanggaran yang lakukannya berada di ruang senyap.

Baca Juga:  Ketua DPR AS Mike Johnson akan mencoba untuk memberikan bantuan Israel minggu ini Oleh Reuters

“Sulitnya menentukan tindakan pelanggaran presiden karena polanya yang senyap, impeachment baru bisa dilakukan saat presiden mengkhianati negara, melakukan korupsi, penyuapan, dan tindakan-tindakan tercela lainnya yang menyebabkannya tidak layak lagi menjadi presiden.” ujar Danis dihubungi hari ini (20/11).

Selain itu, citra DPR di masyarakat vis a vis atau berhadapan satu lawan satu dengan penilaian publik yang baik terhadap pemerintah.

Namun sikap Jokowi yang cawe-cawe tiada henti memang sangat disayangkan. Apalagi masyarakat tidak menganggap hal itu sebagai masalah.

“Kita menyayangkan berbagai tindakan “cawe-cawe” yang terjadi, tapi kekecewaan itu tidak menyebar jauh pada persepsi masyarakat. Masyarakat tidak bergeming, mereka tidak ikut merasakan kekecewaan, menganggap seolah-olah wajar,” jelas Danis.

Sebelumnya juga, akademisi Universitas Andalas Feri Amsari menyampaikan, pemakzulan terhadap Presiden Jokowi sudah memenuhi unsur konstitusi.

Feri menyebut presiden secara kasat mata terlibat dalam upaya pemenangan pasangan Prabowo Subianto dan putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka pada pemilihan presiden 2024.

“Seluruh konteks dan unsur-unsur pemakzulan sudah terpenuhi,” jelas Feri.

Baca Juga:  NasDem KBB Rayakan HUT ke-14: Konsisten Membawa Arus Perubahan di Momen Hari Pahlawan Nasional 2025

Situasi itulah yang membuat Feri sulit berharap Pemilu 2024 berjalan sesuai semangat konstitusi, yaitu Pemilu bersih dan mandiri.

Menurut Feri, keterlibatan aparat kepolisian, skandal bekas Ketua Mahkamah Konstitusi yang juga adik ipar Presiden Jokowi.

Berikutnya juga pemanggilan para menteri, pembiaran kampanye di luar jadwal, dan pemanggilan pejabat daerah sudah bisa menjadi bukti konkret.

Selain itu, tindakan Presiden Jokowi yang mengatakan anaknya Gibran Rakabuming Raka tidak akan masuk politik, namun malah menjadi Wali Kota dan sekarang calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto bisa dijadikan bukti juga.

“Pilihannya keberanian politisi (di parlemen) menegakkan konstitusi dan berhadapan dengan rezim totalitarian Jokowi,” pungkas Feri.



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026
Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat
Bangunan Diduga Tutupi Saluran Drainase, Komisi I DPRD KBB Panggil RSIA Kartini Padalarang 
Kabar Haru dari Laut Jawa, Faisal Korban Selamat Kapal Virgo Akhirnya Pulang ke Bandung Barat
Prajurit Yonif TP 938 Pancasona Raih Podium 1 Pocari Sweat Run 2026 di Bandung
Tragedi Kapal Virgo di Laut Jawa, Faisal Warga KBB Ceritakan Detik-detik Selamat dari Maut
17 Bangunan di Padalarang KBB Terindikasi Melanggar, Warga Sukamaju Sepakat Bongkar Mandiri

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 18:55 WIB

Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026

Selasa, 22 September 2026 - 15:18 WIB

Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa

Selasa, 22 September 2026 - 12:01 WIB

Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat

Selasa, 22 September 2026 - 10:19 WIB

Bangunan Diduga Tutupi Saluran Drainase, Komisi I DPRD KBB Panggil RSIA Kartini Padalarang 

Selasa, 22 September 2026 - 09:55 WIB

Kabar Haru dari Laut Jawa, Faisal Korban Selamat Kapal Virgo Akhirnya Pulang ke Bandung Barat

Berita Terbaru