[ad_1]
Jakarta, 8 April 2025 – HARGA BITCOIN KEMBALI MELEMAH TAJAM, Turun Ke Bawah Stage $ 80.000 Pada Senin (7/4), Di Tengah Gelombang Tekana Makroekonomi Dan Kekhawatiran Investor Atas Kebijakan Tarif Kontroversial Dari. Presiden Amerika, Donroversial, Donroversial, Donroversial Presiden Amerika, Donalden, Donalden, Donroversial, Donroversial Presiden Amerika, Donroversif. KoreKsi ini Terjadi Seiring ARUS KELUAR Modal Dari Pasar Aset Berisiko, Termasuk Kripto, Yang Mencatat Likuidasi Lebih Dari US $ 590 Juta Dalam Satu Hari.
Kondisi Pasar Kripto Saat Ini Mencerminan Meningkatnya Kekhawatiran Pelaku Pasar Terhadap Risiko Inflasi Dan Perlambatan Perumbuhan Ekonomi Global. Kebijakan Trump Yang Mengusulkan Kenaikan Tarif Impor Memicu Reaksi Negatif Dari Investor. Pasar Menilai Kebijakan Tersebut Berisiko Memperparah Tekanan Haran Dan Prenciptakan Ketidakpastian Dalam Perdagangan Global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Analis tokocrypto, fyqieh fachrur, Menjelaska Bahwa Efek Dari Retorika Politik Trump Sudah Terasa Di Pasar Keuangan Global, Termasuk Kripto.
Kebijakan Tarif Trump Memicu Kekhawatiran Terhadap Lonjakan Inflasi Dan Potensi Perlambatan Ekonomi Global. Hal ini Diperkuat Gelanan Peringatan Ketua Ketua, Jerome Powell, Yanges Jerkatan Jerkatan Jerkatan Jerkagna, Diterapkan, ”Tutur Fyqieh.
TEKANAN JANGKA Pendek: Dari Pasar Saham Ke Kripto
Koreksi Rona Melanda Pasar Saham As, Dengan Indek Nasdaq 100, S&P 500, Dan Dow Jones Memasuki Zona Korekssi. Hal ini Turut Menyeret Pasar Kripto Yang Dalam 24 Jam Terakhir Merasakan Penurunan Nilai Pasar Sebesar 2.45%, Menyisakan Kapitalisasi Sebesar US $ 2.59 Triliun.
Sentimen negatif semakinin diperparah gangan dominasi posisi pendek OLEH pedagang Kripto. Knowledge Memperlihatkan Bahwa Lebih Dari 53% Pedagang Mengzil Posisi Bearish Terhadap Bitcoin. Rasio long-short btc menurun ke angka 0,89, Mencerminan Ekspektasi bahwa harga bitcoin masih berpotensi turun dalam waktu dekat.
Meski Demikian, Bitcoin Masih Mempertahankan Dominasi Pasar Sebesar 62%, Yang Memperlihatkan Bahwa Aset ini Tetap Menjadi Acuan Utama Dalam Ekosistem Kripto Di Tengah Gejolak Pasar.
Investor Apakah Akan Meninggalkan Kripto?
Dalam Situasi Pasar Yang Penuh Ketidatpastian, Investor Sebagian Mulai Menjauh Dari Aset Berisiko Seperti Kripto. Hal ini terlihat Dari indeks ketakutan dan crypto worry & keserakahan indeks Yang Mendekati zona “worry ekstrem”. TEKANAN JUAL YANG TINGI Serta Peningkatan Quantity Posisi menempatkan Mengindikasikan sentimen Pasar Yang Masih Sangan Defensif.
Tetapi menuru fyqieh, masih Ada ruang fuTTUK OPTIMISME. Ia Menilai Bahwa Tekana Saat Ini Lebih Dipicu Oleh Faktor Eksternal Dan Bersifat Saat ini.
“Investor Jangka Panjang Masih Dapat Melyat ini Sebagai Fase Konsolidasi Sebelum Tren Baru Terbentuk. Apalagi, Andai Regulasi Semakin Jelas Dan Adopsi Institusional Meningkat, Potensi Pemuliban Jangka Menengah Tetapus Terbuka Terbuka Terbuka Terbuka Terbuka Terbuka Tetapa Tetapa Tetapa Tetapa Tetapa Bergah Tetapa TeTAPA TETAPKA TETENDAH TETANGINE TETANGA TETANGA TETANGA TETANGINE
Procyekssi Haran Bitcoin Ke Depan
Dalam Jangka Pendek, Fyqieh Memperkirakan Bitcoin Akan Bergerak Dalam Pola Konsolidasi Dengan Rentang Harga Antara $ 72.000 Mencapai $ 81.000. Dukungan Stage Kuat Berada Di $ 72.800, Sedangkan Arena Resistensi Berada Di Kisaran $ 84.000. Andai Takanan Global Terus Berlanjut, Haraga Bitcoin Dapat Menguji Ulang Stage PsiaSt $ 70.000.
Sebaliknya, Andai Muncul Katalis Positif Seperti Pernyataan Dovish Dari Fed Atau Berita Baika Dari Sisi Regulasi Dan Kepemilikan Kripto Oleh Institusi Pemerintah, Mana Bitcoin Berpotensi Melakan Rebound Cepate D pada 85.000.
UNTUK KROYEKSI JANGKA MENENGAH HINGGA AKHIR TAHUN 2025, HARGA BITCOIN Diprediksi Dapat Hingga Kisaran $ 95.000 HINGGA $ 105.000. Dalam Skenario Optimistis, Bitcoin Bahkan Dapat Kembali Menguji Stage $ 120.000 Mencapai $ 125.000, Terutama Andai Ketankan Geopolitik Mereda Dan The Fed Mem tujuan Bunga.
Meski demikian Menghadapi Tekana Jangka Pendek, Pasar Kripto Belum Kehilangan Daya Tariknya. Prospek Pemulihan Tetap Terbuka Lebar Andai Dinamika Global Berubah Ke Arah Yang Lebih Kondusif. Dalam Kondisi Seperti ini, Pelaku Pasar Disarankan untuk Tetap Waspadai Tetapi Rona Fleksibel, Sebab Volatilitas Tinggi Dapat Membuka Peluang Baru Di Tengah Risiko Yang Ada.
[ad_2]
Sumber: vritimes








