Harga Emas Diprediksi Terus Menguat, Geopolitik dan Dolar Amerika Serikat Berperan

- Penulis

Kamis, 28 November 2024 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

SekitarKita.id – Harga emas (XAU/USD) merasakan lonjakan pada Kamis (22/11), hingga degree tertinggi dalam satu setengah minggu terakhir di kisaran $2.664-$2.665. Kenaikan ini dipicu oleh ketegangan geopolitik keterkaitan konflik Rusia-Ukraina, yang mendorong permintaan untuk aset aman seperti emas. Selain itu, pelemahan moderat Dolar Amerika Serikat (USD) turut memberikan dukungan positif terhadap harga logam mulia ini.

Menurut analis Dupoin Indonesia, Andy Nugraha, tren kenaikan harga emas sementara sangat kuat, dengan dukungan dari indikator Transferring Moderate yang memperlihatkan potensi harga emas untuk menembus degree $2.690 andai momentum bullish terus berlanjut. Tetapi, andai terjadi pembalikan arah, degree $2.648 diprediksi akan menjadi titik aid terdekat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sentimen pasar yang tetap positif juga turut mengangkat harga emas, dengan ekspektasi kebijakan ekonomi Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump yang bisa meningkatkan inflasi, membatasi ruang bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut. Meski demikian demikian, kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat, yang dipengaruhi oleh ekspektasi inflasi, bisa memberikan tekanan pada harga emas, membuat investor lebih berhati-hati.

Baca Juga:  Cara Kerja Surfaktan Dalam Produk Pembersih

Ketegangan geopolitik yang meningkat, termasuk kebijakan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai serangan nuklir, juga turut mendongkrak daya tarik emas sebagai instrumen perlindungan terhadap ketidakpastian global. Disisi berbeda, meski demikian beberapa pejabat The Fed memperlihatkan keraguan terhadap pelonggaran kebijakan lebih lanjut, pasar memproyeksikan peluang lebih dari 50% bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada pertemuan bulan Desember, yang memberikan tekanan lebih lanjut pada Dolar Amerika Serikat dan memberi dorongan untuk penguatan harga emas.

Sumber: VRI TIMES

 

[ad_2]

Source link



Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru