SEKITARKITA.id – Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Gakda) Satpol PP Kabupaten Bandung Barat (KBB), Angga Setiaputra, membantah kabar yang menyebut nomor WhatsApp pribadinya disadap.
Ia menegaskan, ada oknum yang mencatut identitasnya dengan menggunakan nomor lain untuk menghubungi sejumlah pihak.
Angga menyampaikan klarifikasi tersebut saat ditemui di Kantor Satpol PP Kabupaten Bandung Barat, Gedung B Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Selasa (7/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, nomor WhatsApp yang mengatasnamakan dirinya telah menghubungi sejumlah perangkat desa dan pihak lain dengan tujuan yang belum diketahui.
“Nomor WhatsApp saya tidak disadap. Yang terjadi adalah ada nomor lain yang mengatasnamakan saya. Saya juga tidak paham apa maksud dan tujuannya. Yang jelas, itu bukan nomor saya,” ujar Angga.
Ia menjelaskan, informasi mengenai pencatutan identitas tersebut justru diperoleh dari perangkat desa saat mengikuti sebuah rapat.
Dalam komunikasi tersebut, oknum bahkan mengirimkan voice note yang diklaim sebagai suara Angga.
“Saya tegaskan, voice note itu juga bukan suara saya. Jadi bisa dipastikan ada pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan dengan mengatasnamakan saya,” katanya.
Hingga saat ini, Angga mengaku belum menerima laporan adanya korban akibat aksi pencatutan identitas tersebut. Menurutnya, perangkat desa yang dihubungi tidak langsung merespons permintaan dari nomor misterius tersebut.
“Kalau korban, sejauh ini belum ada laporan. Dari para kepala desa juga tidak ada yang merespons pesan tersebut,” ucapnya.
Angga mengakui kasus pencatutan identitas melalui WhatsApp belakangan bukan hanya menimpa dirinya. Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat juga disebut pernah mengalami kejadian serupa.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya apabila menerima pesan atau permintaan yang mengatasnamakan pejabat pemerintah melalui nomor yang tidak dikenal.
“Sebaiknya sebelum mengikuti atau memenuhi permintaan dari nomor yang mengatasnamakan seseorang, lakukan konfirmasi terlebih dahulu ke nomor resmi yang biasa digunakan atau kepada orang-orang terdekat yang mengenalnya. Jangan sampai menjadi korban informasi bohong atau hoaks,” pungkasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








