Komite Reformasi Polri Dikritik, Hanya Mahfud MD dan Jimly yang Terlibat

- Penulis

Selasa, 25 November 2025 - 04:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:

  • Struktur Komite Reformasi Polri dikritik sebab sebagian besar anggotanya berasal dari lingkungan kepolisian dan pemerintah, bukan dari kalangan masyarakat sipil.
  • Hanya dua tokoh warga sipil yang terlibat, yakni Mahfud MD dan Jimly Asshiddiqie
  • Pengamat Bambang Rukminto menganggap komite tidak bersifat independen, sebab lembaga yang menjadi objek reformasi justru mendominasi anggota komite tersebut.

AdinJavaPanitia Reformasi Polri telah dibentuk, terdiri dari 10 anggota.

Mahir kepolisian dari Institute for Safety and Strategic Research (ISESS), Bambang Rukminto, memberikan kritik terhadap susunan anggota Komite Reformasi Polri yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, komposisi anggota komite tersebut tidak mencerminkan keinginan masyarakat sebab didominasi oleh elemen polisi dan pemerintah.

Bambang menyoroti bahwa dari jumlah anggota komite, hanya dua orang yang berasal dari kalangan non-militer, yaitu Mahfud MD (mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan) serta Jimly Asshiddiqie (mantan Ketua Mahkamah Konstitusi).

Alternatifnya, lima anggota lainnya berasal dari kalangan kepolisian, termasuk tiga mantan Kepala Polisi Republik Indonesia: Idham Aziz, Badrodin Haiti, dan Tito Karnavian.

Selain itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menjadi anggota komite, bersama mantan Wakapolri Ahmad Dofiri yang kini menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden di bidang keamanan.

Dari pihak pemerintah, terdapat nama Yusril Ihza Mahendra (Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan), Supratman Andi Agtas (Menteri Hukum), serta Otto Hasibuan (Wakil Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan).

Baca Juga:  Naskah Sambutan Hari Pahlawan yang Makna dan Mudah Diingat, Dibacakan Saat Upacara

10 Anggota Komite Perubahan Polri

  1. Jimly Asshiddiqie (mantan presiden Mahkamah Konstitusi)
  2. Mahfud MD (mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada masa pemerintahan Presiden Jokowi periode kedua)
  3. Idham Aziz (mantan Kapolri)
  4. Badrodin Haiti (mantan Kapolri)
  5. Tito Karnavian (mantan Kapolri)
  6. Kepala Polisi Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo
  7. Ahmad Dofiri (mantan Wakil Kepala Polisi Republik Indonesia, untuk saat ini menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden di bidang Keamanan)
  8. Yusril Ihza Mahendra (Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan)
  9. Supratman Andi Agtas (Menteri Hukum)
  10. Otto Hasibuan (Wakil Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan)

Dinilai Tidak Independen

Bambang menilai, dengan struktur demikian, komite justru tampak sebagai wakil dari lembaga yang sedang direformasi, bukan sebagai pihak yang mandiri dan mampu memberikan penilaian yang objektif.

“Komite ini tidak akan mewakili harapan masyarakat. Lebih pada wajah dari kepolisian sendiri yang juga menjadi bagian dari masalah sepanjang ini,” tutur Bambang saat dihubungi, Sabtu (8/11/2025).

Ia bahkan mengkritik bahwa kehadiran komite ini menjadikan keberadaan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) tidak lagi penting.

“Bagaimana perbedaannya dengan Kompolnas? Hanya merubah nama. Kalau demikian, sebaiknya Kompolnas dibubarkan saja,” tambahnya.

Pertanyakan Peran Kapolri

Bambang juga meragukan kehadiran Kapolri dalam komite, mengingat institusi yang dipimpinnya merupakan pihak utama dalam proses reformasi.

Ia menganggap hal ini sebagai bentuk konflik kepentingan yang dapat mengurangi objektivitas dalam proses perubahan.

Selanjutnya, ia menyarankan agar Mahfud MD dan Jimly Asshiddiqie mempertimbangkan pengunduran diri dari komite, sebab menurutnya kehadiran mereka hanya bersifat simbolis.

Baca Juga:  Update ! Kecelakaan kereta Feeder Whoosh di KBB, Polisi sebut 4 orang meninggal dunia

“Andai komposisinya demikian, Prof Mahfud dan Prof Jimly sebaiknya mundur. Sebab hal hal itu akan menjadi alat legitimasi bagi tim yang tidak mencerminkan harapan rakyat,” tegasnya.

Semangat untuk Partisipasi Masyarakat yang Lebih Besar

Bambang menekankan bahwa pembentukan Komite Reformasi Polri seharusnya menjadi kesempatan untuk merevisi struktur internal Polri dan memperkuat pengawasan dari luar pintu, termasuk peran Kompolnas.

Untuk alasan itu, partisipasi masyarakat sipil dalam komite sangatlah krusial agar proses reformasi bisa berlangsung lebih cepat dan lebih efektif.

“Komite ini dibentuk sebab Polri dinilai belum mampu melaksanakan aturan dan kebijakan yang telah dibuatnya sendiri. Untuk alasan itu, komposisinya perlu lebih didominasi oleh unsur sipil,” tuturnya.

Arahan Presiden Prabowo

Sebelumnya, Prabowo telah mengangkat 10 anggota Komite Reformasi Polri di Istana Negara, Jakarta, Jumat (7/11/2025). Komite ini dipimpin oleh mantan Ketua MK, Jimly Asshiddiqie.

Setelah pengukuhan, Prabowo secepatnya memberikan petunjuk kepada seluruh anggota komite tersebut.

Jimly juga menyampaikan petunjuk Prabowo, seperti adanya laporan setiap tiga bulan mengenai perkembangan pekerjaan.

“Komisi ini diharapkan bekerja secepat mungkin saja, namun Bapak Presiden tidak memberikan batasan waktu, paling cepat 3 bulan sudah ada laporan meski demikian hal itu bisa berkembang sesuai dengan kebutuhan,” tutur Jimly.

Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Selanjutnya, Prabowo mengharapkan Komite Reformasi Polri bisa terbuka dalam menerima aspirasi dari masyarakat. 2. Prabowo ingin Komite Reformasi Polri bersifat terbuka agar dapat menyerap keluhan dan aspirasi warga. 3. Untuk selanjutnya, Prabowo menginginkan Komite Reformasi Polri yang lebih terbuka dalam menerima masukan dari masyarakat. 4. Prabowo berkeinginan agar Komite Reformasi Polri bisa menerima aspirasi dari warga secara terbuka. 5. Selanjutnya, Prabowo mengharapkan Komite Reformasi Polri dapat menjadi wadah yang terbuka bagi aspirasi masyarakat.

Baca Juga:  Prediksi Skor, H2H, dan Susunan Para pemain Amerika Serikat Roma vs Udinese di Serie A

“Presiden tadi memberikan petunjuk agar tim ini juga bersifat terbuka dalam menerima aspirasi dari berbagai pihak yang mempunyai kepentingan,” tutur Jimly.

Ya, seluruh masyarakat kita mempunyai kepentingan sebab polisi merupakan milik rakyat. Melayani rakyat, melindungi rakyat, serta menjaga kesejahteraan rakyat.

Menurut Jimly, Prabowo membentuk Komite Reformasi Polri sebagai bentuk tanggapan terhadap harapan masyarakat yang menginginkan evaluasi dalam tubuh kepolisian.

“Presiden memberikan petunjuk kepada kami dengan jelas, beliau sangat responsif terhadap aspirasi masyarakat keterkaitan kepolisian,” tutur Jimly.

“Pada nyatanya, beliau juga mengungkapkan kepada kami, bukan hanya lembaga kepolisian yang perlu dievaluasi, namun semua institusi yang kita bentuk setelah reformasi juga perlu ditinjau.” Nah, salah satunya adalah lembaga kepolisian sesuai dengan aspirasi yang muncul dan berkembang dari masyarakat,” tambahnya.

Jimly menyatakan bahwa rapat perdana Komite Reformasi Polri akan dilaksanakan pada Senin (10/11/2025) besok. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pakar Mengkritik Susunan Komite Reformasi Polri, Anggap Mahfud dan Jimly Hanya Sebagai Representasi Sipil



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fakta Baru! Oknum Dishub Serobot Antrean di SPBU Padalarang, Ternyata Juru Parkir
30 Warga Berebut 9 Kursi BPD Desa Padalarang, Pendaftaran Masih Dibuka hingga 12 September
Harga Sembako Mencekik, PKB Bandung Barat Turun ke Situ Ciburuy Gelar Pasar Murah
Usai ASN Dilantik, Ketua Komisi I DPRD KBB Minta Kekosongan Jabatan Kadis Segera Diisi 
Aksi Ibu-Ibu Geruduk PT Royal, Minta KDM Turun Tangan soal Dugaan PHK Sepihak
Hadiri Pelantikan HIPMI KBB, Ketua DPRD Soroti Peran Pengusaha Muda dalam Mendorong Ekonomi Daerah
Jeje Ritchie Kurban Sapi Jumbo 1 Ton di RPH Dispernakan Bandung Barat
HPSN 2026, Pemkab Bandung Barat Perkuat Kolaborasi Tangani Sampah Berkelanjutan

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:18 WIB

Fakta Baru! Oknum Dishub Serobot Antrean di SPBU Padalarang, Ternyata Juru Parkir

Selasa, 1 September 2026 - 14:39 WIB

30 Warga Berebut 9 Kursi BPD Desa Padalarang, Pendaftaran Masih Dibuka hingga 12 September

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:02 WIB

Harga Sembako Mencekik, PKB Bandung Barat Turun ke Situ Ciburuy Gelar Pasar Murah

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:15 WIB

Usai ASN Dilantik, Ketua Komisi I DPRD KBB Minta Kekosongan Jabatan Kadis Segera Diisi 

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:57 WIB

Aksi Ibu-Ibu Geruduk PT Royal, Minta KDM Turun Tangan soal Dugaan PHK Sepihak

Berita Terbaru