Ledakan di Smelter Titanium PT Monokem Surya Karawang, Tiga Pekerja Alami Luka Bakar Serius

- Penulis

Selasa, 17 Desember 2024 - 09:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban luka bakar (foto: istimewa)

i

Korban luka bakar (foto: istimewa)

SekitarKita.id, – Sebuah ledakan terjadi di smelter titanium milik PT Monokem Surya yang berlokasi di Jalan Raya Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, pada Senin 16 Desember 2024 pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Insiden ini mengakibatkan tiga pekerja mengalami luka bakar, dua di antaranya mengalami luka bakar serius hingga harus dirujuk ke rumah sakit di Jakarta.

Korban Luka Bakar

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu korban mengalami luka bakar hingga 80% akibat percikan api dari ledakan. Ade Kasur, keluarga salah satu korban, mengungkapkan bahwa anaknya tidak dapat ditangani di rumah sakit setempat karena keterbatasan fasilitas.

“Dokter di Karawang menyarankan agar anak saya dirujuk ke Jakarta karena kondisinya kritis. Namun, pemindahan baru bisa dilakukan jika kondisinya stabil,” ungkap Ade saat ditemui, Senin (17/12/2024).

Korban lainnya, yang mengalami luka bakar lebih ringan, saat ini dirawat di Rumah Sakit Hastin, Karawang.

Sementara itu, dua korban dengan luka bakar serius harus mendapatkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit yang memiliki fasilitas khusus untuk menangani luka bakar berat.

Baca Juga:  Usai Dikukuhkan sebagai Ketua Kadin KBB, Syamsul Maarif siap Menghadap Bupati Jeje Govinda

Ade Kasur menyampaikan harapannya agar anaknya dapat segera pulih. Ia juga meminta doa dan dukungan dari berbagai pihak.

“Saya hanya bisa minta doa agar anak saya diberi kesembuhan dan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini,” ujarnya melalui pesan singkat.

Insiden ini menimbulkan keprihatinan dari berbagai pihak, terutama keluarga korban, yang berharap perusahaan lebih memperhatikan keselamatan kerja.

Tanggapan Perusahaan

Menurut penjelasan Keken, salah satu perwakilan perusahaan, kecelakaan ini terjadi di area penyimpanan barang jadi, bukan di tungku produksi.

“Kejadian kecelakaan kerja tersebut berasal dari penyimpanan barang jadi, bukan dari tungku. Barang jadi ditarik keluar dari tungku produksi dan disimpan dalam penyimpanan. Setelah itu, barang tersebut disiram sesuai prosedur, yang biasanya membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam,” jelas Keken kepada media, Senin (16/12/2024).

Namun, berdasarkan analisis sementara, penyebab ledakan diduga akibat waktu pendinginan yang tidak sesuai dengan prosedur.

“Kemungkinan waktu pendinginan kurang tepat beberapa menit,” tambahnya.

Akibat insiden ini, tiga orang mengalami luka bakar. Salah satu korban mengalami luka bakar serius, sementara dua lainnya mengalami luka bakar ringan di dekat area penyimpanan.

Baca Juga:  Tim SAR temukan 4 jasad tertimbun, Bey Machmudin: Pemprov Jabar siapkan santunan

“Ada tiga korban yang mengalami luka bakar dan sudah dilarikan ke RS Primaya,” tegas Keken.

Pihak PT. Monokem Surya menyatakan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh atas perawatan para korban.
Langkah-langkah perbaikan internal juga akan segera dilakukan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Kecelakaan ini menjadi perhatian serius, terutama terkait prosedur keselamatan kerja di lingkungan industri.

“Investigasi lebih lanjut sedang dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut,” tandasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Laporan: Andyka Nugroho

Berita Terkait

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan
Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah
Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan
Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB
Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029
Kisah Gisel Menginspirasi, Siswi Tuna Rungu Tampil Memukau di Pelepasan SLB Ngamprah Raya
Kemenag KBB Pastikan Guru Hamil di MTs Muslimin Citapen Masih Aktif, Tak Ada SK Pemecatan
Polemik Guru MTs Citapen Diduga Dipecat Saat Cuti Hamil, DPRD KBB Turun Tangan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:04 WIB

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:45 WIB

Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:30 WIB

Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:33 WIB

Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:24 WIB

Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029

Berita Terbaru