SEKITARKITA.id –Kepadatan arus lalu lintas terjadi di Jalan Raya Cianjur–Bandung selama momen libur panjang akhir pekan hingga perayaan Tahun Baru Imlek 2026.
Lonjakan kendaraan terlihat di kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sejak Jumat (13/2/2026) hingga Senin (16/2/2026) malam.
Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, masyarakat mulai merencanakan momen bersama keluarga atau teman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seperti diketahui, Tahun Baru Imlek 2026 jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa.
Pantauan di lapangan hingga pukul 22.15 WIB arus kendaraan dari arah Cianjur–Bandung maupun sebaliknya tampak padat merayap.
Beberapa titik juga mengalami kepadatan arus lalulintas seperti Jalan Raya Panaris, jalur utama yang melintasi pasar, stasiun kereta api, (Stasiun Whoosh) dan mendekati exit Tol Padalarang Timur.
Selain itu, kepadatan juga terjadi di Jalan Nasional Rute 4, atau yang disebut jalur nasional yang menghubungkan Purwakarta-Padalarang dan Jalan Cihaliwung Padalarang.
Kendaraan didominasi mobil dan sepeda motor berpelat luar Bandung Raya, seperti Jakarta, Bekasi, Karawang, Cianjur, hingga Purwakarta yang menuju Kota Bandung serta kawasan wisata Lembang dan sekitarnya.
Petugas Satlantas Polres Cimahi disiagakan di sejumlah titik rawan kemacetan, di antaranya Simpang Cimareme, Gerbang Tol (GT) Padalarang, dan Simpang Tagog Padalarang.
Kepadatan diperkirakan masih akan meningkat, dengan puncak arus libur diprediksi terjadi pada Selasa (17/2/2026) besok.
Salah seorang pelancong, Yoga (35) asal Bekasi, mengaku sengaja berlibur ke Bandung bersama keluarga saat long weekend.
“Saya istri dan anak sengaja ke Bandung di momen long weekend. Sudah keliling Alun-alun Bandung, Asia Afrika, sampai Braga,” ujar Yoga saat ditemui di rest area SPBU Padalarang, Senin malam.
Ia menyebut tidak melakukan persiapan khusus selain membawa bekal dan pakaian anak. Selama di Bandung, ia menginap di rumah kerabat di kawasan Cijerah.
“Dua hari di Bandung, setahun bisa dua kali ke sini kalau libur anak sekolah,” katanya.
Menurut Yoga, Bandung masih menjadi primadona wisata di Jawa Barat. Selain berwisata, ia juga memanfaatkan waktu untuk berbelanja.
“Kalau ke Bandung, selain foto-foto di Braga, juga belanja baju anak. Bahannya bagus,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Salsa (26) warga Padalarang. Ia memanfaatkan libur panjang ini untuk berkumpul dengan keluarga sekaligus berziarah.
“Momen menjelang Ramadan kami ziarah ke makam keluarga, sekaligus belanja persiapan puasa,” katanya.
Salsa menilai, mobilitas warga lokal turut memperparah kemacetan di sejumlah persimpangan.
“Biasanya dari Padalarang ke Bandung satu jam, sekarang bisa dua jam, kecepatannya cuma 20 km/jam,” ujarnya.
Polres Cimahi Siagakan 60 Personel
Sebelumnya, menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama libur panjang dan Imlek, Polres Cimahi meningkatkan kesiapsiagaan dengan menurunkan sekitar 60 personel di titik-titik strategis.
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adiputra, mengatakan lonjakan kendaraan mulai terasa sejak Jumat (13/2/2026).
“Peningkatan sudah terlihat sejak Jumat siang. Dipengaruhi arus tol dan kedatangan penumpang Kereta Cepat Jakarta–Bandung,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Ia menyebut pengamanan difokuskan tidak hanya di Lembang, tetapi juga kawasan wisata lain seperti Cisarua.
Selain itu, faktor tradisi munggahan menjelang Ramadan turut memicu peningkatan mobilitas.
Untuk mengurai kemacetan, polisi menerapkan rekayasa lalu lintas berupa one way situasional.
“Kepadatan ada, namun masih terkendali. One way sepenggal sudah diterapkan,” jelasnya.
Polisi terus memantau potensi lonjakan arus balik wisatawan di akhir masa libur. Rekayasa tambahan seperti contraflow atau one way lanjutan akan diberlakukan sesuai kondisi lapangan.
“Kami akan menyesuaikan pengaturan arus berdasarkan situasi di lapangan,” tegas Niko.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








