[ad_1]
Budaya, SekitarKita.id – Patung kuda dalam posisi terlentang atau telungkup di Kampung Pasir Loji, Desa Sindangraja (kini Desa Sukasirna), Kecamatan Ciranjang (kini Kecamatan Sukaluyu), Cianjur, Jawa Barat, telah hilang.
Patung kuda raksasa tersebut berada di bawah sebuah pohon yang sangat besar dan di sampingnya juga terdapat tempat kumpul joki serta topi penunggang atau topi joki kuda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Patung Kuda ini berada di atas tanah milik H Ahmad (almarhum) dan di atas Patung Kuda tersebut terdapat akar pohon yang melilitnya. Masyarakat sekitar juga mengartikannya sebagai lintasan kuda.
Patung Kuda dijaga oleh orang bisu yang disebutkan sebagai penjaganya.
Keberadaan Patung Kuda ini memang mengundang rasa penasaran anak-anak sekolah dasar, dengan begitu cukup banyak anak sekolah yang mengunjunginya.
Tetapi, tak henti-hentinya kali diganggu oleh orang bisu sebagai penjaganya yang terkadang suka mengejar-ngejar anak kecil, dengan begitu anak-anak menjadi takut.
“Sekarang Patung Kudanya sudah sepertinya tidak ada, sudah sepertinya tidak ada Pak,” tutur Oman (60), warga Sukasirna kepada Bangbara, Minggu 13 Juli 2024.
Konon, sekitar tahun 70-an, warga sekitar memecah Patung Kuda tersebut dan menjadikannya batu bangunan.
Mengapa ada Patung Kuda di desa yang dikenal dengan Desa Sindangraja, belum diketahui sejarahnya.
Cukup banyak warga sekitar yang menduga, kemungkinan hal itu ada kaitannya dengan nama Desa Sindangraja yang andai diartikan adalah tempat peristirahatan sang Raja.
Sedangkan keberadaan Patung Kuda sebagai simbol, kuda tersebut milik raja yang sedang beristirahat. Wallahu'alam.***
[ad_2]
Source link








