Ringkasan Berita:
- Antrian panjang kendaraan di pom bensin Bengkulu menimbulkan kekhawatiran masyarakat.
- Pemerintah Provinsi Bengkulu akan bekerja sama dengan Pertamina dalam mengevaluasi penyaluran bahan bakar minyak.
- Wakil II Sekretaris Daerah Bengkulu R.A. Denni kaget, persediaan BBM aman, tetapi distribusi merasakan kendala.
- Pertamina diminta mempersiapkan jalur pengganti dari Lubuklinggau, Lampung, atau Padang.
- Pemerintah Provinsi menekankan bahwa tindakan cepat perlu diambil menjelang Natal dan Tahun Baru.
Laporan Wartawan AdinJava, Beta Misutra
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
AdinJava, BENGKULU –Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai memperlihatkan sikap keras terhadap antrian panjang dan kekurangan pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang muncul di beberapa SPBU dalam beberapa hari terakhir.
Antrian panjang kendaraan di beberapa stasiun pengisian bahan bakar minyak (SPBU) di Kota Bengkulu dalam beberapa hari terakhir mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Keadaan ini juga memengaruhi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di tingkat reseller eceran.
Sejumlah besar pengemudi menyampaikan kesulitan dalam memperoleh bahan bakar minyak untuk memberi dukungan rutinitas sehari-hari mereka.
Di mana-mana pompa bensin, antrian kendaraan terlihat memanjang sejak pagi hari. Bahkan, dengan jumlah besar pengendara yang harus segera menunggu berjam-jam hanya untuk dapatkan minim liter bahan bakar.
Merespons kondisi tersebut, Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu tidak akan berpangku tangan.
Ia menyampaikan pihaknya akan secepatnya bekerja sama dengan Pertamina dalam melakukan penilaian terhadap penyebaran dan stok bahan bakar minyak.
“Kami telah memantau situasi di lapangan. Mengenai hambatan di Pelabuhan Pulau Baai, saya rasa tak ada lagi dampak yang terjadi di sana,” tutur Denni, Sabtu (8/12/2025).
Menurut Denni, berdasarkan laporan saat ini, pasokan atau persediaan bahan bakar minyak di Bengkulu nyatanya dalam keadaan aman.
Hambatan yang muncul kemungkinan besarnya disebabkan oleh sistem transportasi dan pendistribusian yang terlihat tidak berjalan secara efisien dalam beberapa bulan terakhir.
“Nanti kepada Pertamina kita segera akan secepatnya berkoordinasi. Ini mungkin saja keterkaitan dengan masalah transportasi. Kita segera akan meminta Pertamina untuk secepatnya mengambil langkahnya percepatan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” tutur Denni.
Denni mengingatkan bahwa Bengkulu sedang memasuki masa persiapan menyambut Natal dan Tahun Baru (Nataru), di mana permintaan bahan bakar minyak diprediksi meningkat secara signifikan.
Untuk itu, ia meminta Pertamina mengambil tindakan pencegahan agar kekurangan bahan bakar minyak di Bengkulu tidak terus berlanjut atau semakin parah.
Denni menyampaikan bahwa Pertamina perlu mempersiapkan jalur distribusi alternatif andai terjadi kendala pada jalur yang untuk saat ini digunakan.
Menurutnya, berbagai jalur pasokan dapat ditingkatkan efisiensinya andai Pelabuhan Pulau Baai atau jalur tertentu merasakan hambatan.
“Andai memang masih ada kendala, mereka harus segera mengambil tindakan. Apakah nanti jalur darat dari Lubuklinggau, dari Lampung, atau dari Padang, tergantung pada kebijakan mereka,” tutur Denni.
Meski mengakui persediaan BBM mencukupi, Denni tidak menyangkal kemungkinan adanya hambatan distribusi yang belum diketahui secara pasti.
Pemerintah Provinsi akan meminta Pertamina memberikan penjelasan teknis agar masalah tersebut bisa diselesaikannya secara nyata.
“Hanya saja untuk saat ini kita belum tahu, dari mana masalah transportasi mereka. Apakah berasal dari Pelabuhan Pulau Baai atau dari jalur darat,” tutur Denni.
Pertamina Buka Suara
Antrian panjang kendaraan di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Bengkulu dalam beberapa hari terakhir bagaimanapun juga mendapat respon dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Pertamina memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) di Bengkulu tetap stabil dan terus melaksanakan penyaluran melalui berbagai terminal penyedia alternatif guna memastikan kelancaran pasokan meski demikian kondisi distribusi belum sepenuhnya sembuh.
Kepala Wilayah Komunikasi, Hubungan, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengungkapkan bahwa Pertamina terus bekerja sama secara intens dengan berbagai pihak yang relevan untuk memastikan kelancaran distribusi.
“Kami terus melakukan pengelolaan pasokan dan pemantauan harian agar kebutuhan energi masyarakat Bengkulu tetap terpenuhi. Pertamina juga menyiapkan rencana cadangan pasokan untuk memastikan ketersediaan stok tetap terjaga,” tutur Rusminto.
Ia menjelaskan, Pertamina terus memastikan pendistribusian bahan bakar minyak di kawasan Bengkulu berjalan dengan baik dan terkontrol.
Inisiatif ini merupakan wujud komitmen Pertamina dalam memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat dalam perjalanan situasi distribusi yang belum sepenuhnya dapat dilakukan melalui Gas Terminal (FT) Pulau Baai.
Pada kondisi tersebut, Pertamina mengawasi dan memaksimalkan jalur pasokan dengan mendapatkan manfaat dari bantuan pasokan dari Gas Terminal (FT) Lubuk Linggau di Provinsi Sumatera Selatan serta Built-in Terminal (IT) Teluk Kabung di Provinsi Sumatera Barat.
Sistem distribusi ini merupakan langkah penting untuk memastikan kelancaran pasokan bahan bakar minyak ke Bengkulu tetap terjaga.
Selain itu, Pertamina Patra Niaga meminta seluruh lembaga penyalur SPBU agar memaksimalkan peran petugas pengatur antrean (marshall) di arena SPBU, khususnya saat jam sibuk.
Tindakan ini dimaksudkan untuk memastikan ketertiban dan mencegah penumpukan kendaraan yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitar SPBU.
Rusminto menambahkan, Fakultas Teknik Pulau Baai tetap menjadi pusat penyebaran utama untuk wilayah Bengkulu.
Tetapi, pada situasi tertentu, pasokan tambahan dari terminal terdekat tetap diatur agar memastikan kelancaran distribusi.
Ia memastikan seluruh tahap pengiriman bahan bakar minyak berjalan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, sambil tetap mengutamakan aspek keamanan dan efisiensi dalam logistik.
“Kondisi ini bersifat saat ini dan kami telah melakukan berbagai langkah untuk memastikan ketersediaan serta kelancaran pendistribusian BBM, khususnya di wilayah Bengkulu. Masyarakat tidak perlu khawatir sebab stok BBM tetap terjaga dan proses pemulihan distribusi terus kami lakukan,” tegas Rusminto.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap kelancaran serta efisiensi distribusi menjadi fokus utama.
Dengan keterlibatan fungsi operasional, rantai pasok (provide chain), dan lembaga keterkaitan, Pertamina berkomitmen memastikan ketersediaan energi yang andal untuk seluruh warga Bengkulu.
Selain itu, masyarakat diharapkan tetap menjaga kedisiplinan dan menghindari tindakan membeli bahan bakar minyak secara berlebihan.
Bengkulu Krisis BBM
Sebelumnya dilaporkan, antrian panjang kendaraan di beberapa SPBU di Kota Bengkulu dalam beberapa hari terakhir dikarenakan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di tingkat penjualan eceran.
Akibat situasi ini, harga bahan bakar minyak eceran berjenis Pertalite meningkat tajam sampai hingga Rp15.000 in keeping with liter.
Kemacetan antrian panjang di SPBU terlihat jelas di beberapa titik penting Kota Bengkulu.
Berdasarkan pengamatan pada Sabtu (8/11/2025), antrean kendaraan tampak ramai di SPBU Bumiayu, SPBU KM 8, SPBU KM 6,5, serta SPBU Tanah Patah.
Panjang antrian bahkan mencapai ke pinggir jalan, dikarenakan kemacetan di sekitar arena tersebut.
Beberapa pengendara bersedia menunggu berjam-jam untuk dapatkan bahan bakar minyak, saat ini sebagian lainnya membuat keputusan menyerah dan membeli bahan bakar eceran.
Kenaikan harga di tingkat penjualan eceran menjadi topik yang tak henti-hentinya dibicarakan oleh masyarakat. Sebelumnya, harga BBM eceran dengan jenis Pertalite berada dalam kisaran Rp12.000 mencapai Rp13.000 in keeping with liter.
Sekarang, para pedagang menaikkan harga menjadi Rp15.000 in keeping with liter dengan alasan kesulitan dalam dapatkan stok sebab antrian yang panjang di SPBU.
“Harganya sudah Rp15 ribu in keeping with liter, pak. Kami juga kesulitan mendapatkannya di SPBU,” tutur Yeyen, salah satu reseller BBM eceran di wilayah Gading Cempaka, saat diwawancarai Sabtu (8/11/2025).
Yeyen mengakui bahwa ia baru saja menaikkan harga satu kemarin sebab persediaan di SPBU mulai habis dan dirinya harus segera antri berjam-jam untuk dapatkan pasokan.
“Antrian sangat panjang. Terkadang saya menunggu dua jam, namun ketika giliran tiba, barangnya sudah habis. Andai harga tidak naik, hal tersebut akan merugikan,” tutur Yeyen.
Pengamatan di lapangan memperlihatkan situasi serupa terjadi di beberapa titik lain. Sejumlah besar pom mini memasang tulisan kosong atau habis di depan mesin penjualannya.
Hanya minim toko yang masih menjual bahan bakar minyak dengan harga mahal. Pengendara yang tidak ingin menghabiskan waktu dalam antrian terpaksa membeli dengan harga tersebut.
Salah satunya, Hendra, seorang penduduk yang sedang membeli bahan bakar minyak eceran, menyatakan antrian panjang di SPBU Bengkulu menjadi hambatan utama dalam menjalani rutinitas sehari-hari.
Ia mengakui telah mencoba beberapa pom bensin, namun selalu menemui antrian yang panjang.
“Andai antrian di SPBU dapat lebih dari satu jam, terkadang bahkan tidak kebagian. Jadi lebih baik membeli eceran meski demikian harganya lebih mahal,” tutur Hendra.
Menurutnya, perbedaan harga sebesar Rp5.000 in keeping with liter bukanlah hal yang kecil, tetapi waktu yang terbuang dalam antrean jauh lebih merugikan.
“Kita ingin bekerja, bukan terus menunggu di pom. Jadi harus segera isi eceran saja,” tutur Hendra.
Ia mengharapkan kondisi ini secepatnya ditangani oleh pihak yang berwenang agar tidak semakin memburuk seperti kejadian serupa sebelumnya.
Masuk ke grup Fb AdinJava untuk dapatkan informasi terkini







