KBB | SEKITARKITA.id – Warga Kampung Sukamulya, RT 02/RW 25, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kini bisa bernapas lega setelah pembangunan sumur bor untuk kebutuhan air bersih di wilayah tersebut rampung.
Sumur bor yang dibangun melalui dana aspirasi Wakil Ketua DPRD KBB dari Partai Gerindra, Hj. Pipih Supriati, S.E., tersebut rencananya akan diresmikan dalam waktu dekat.
Meski belum diresmikan secara resmi, warga sudah mulai memanfaatkan air dari sumur bor tersebut. Kehadirannya menjadi solusi di tengah kondisi kekurangan air bersih yang dialami warga selama sekitar satu bulan terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, warga Kampung Sukamulya masih mengandalkan aliran sungai dan mata air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, kemarau panjang yang berlangsung sekitar empat bulan membuat debit sejumlah sumber mata air semakin menurun.
Kondisi tersebut semakin menyulitkan warga karena air dari mata air selama ini dialirkan menggunakan pipa dan selang menuju permukiman.
Tokoh masyarakat setempat, Cornelis, mengatakan keberadaan sumur bor sangat membantu warga, terutama saat musim kemarau ketika debit mata air mengalami penurunan.
Menurutnya, sebelum sumur bor dibangun, warga RW 25 harus menempuh jarak cukup jauh untuk mengambil air dari masjid maupun mushola yang memiliki sumber air.
“Pada musim kemarau di tahun lalu, warga RW25 harus turun mengambil air di masjid terdekat. Setelah ada sumur bor bantuan dari Ibu Dewan Hj. Pipih ini, warga enggak usah jauh-jauh, langsung ke sini. Biasanya di sore dan malam, gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun. Meskipun belum diresmikan, warga sangat antusias,” kata Cornelis saat ditemui di lokasi, Rabu (23/9/2026).
Cornelis menuturkan, saat ini warga yang membutuhkan air bersih dapat langsung datang ke lokasi sumur bor dengan membawa ember maupun galon.
Ke depan, warga berencana membangun jaringan pipa secara swadaya agar air dari sumur bor dapat dialirkan langsung ke rumah-rumah warga.
“Saat ini warga yang membutuhkan air bersih datang langsung ke lokasi membawa ember dan galon. Ke depannya, saat peresmian nanti akan dipasang menggunakan pipa langsung ke rumah warga, supaya bisa diakses warga di RT 01, 02, dan 03. Selain itu, ada rencana penambahan bantuan sumur bor di beberapa titik,” jelasnya.
Sumur bor tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi belasan hingga puluhan kepala keluarga (KK) di sekitar lokasi.
Dengan adanya fasilitas tersebut, warga, khususnya lansia dan ibu rumah tangga, tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan air bersih.
Pipih: Sumur Bor Dibangun Berdasarkan Aspirasi Warga
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD KBB dari Partai Gerindra, Hj. Pipih Supriati, S.E., mengatakan pembangunan sumur bor di Kampung Sukamulya merupakan hasil usulan masyarakat.
Menurut Pipih, pengerjaan sumur bor tersebut berlangsung sekitar dua pekan dan saat ini air sudah dapat dimanfaatkan warga. Adapun peresmian akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Ini merupakan sumur bor kedua yang dibangun di RW 25 berdasarkan aspirasi warga. Sekarang airnya sudah keluar dan fasilitasnya siap digunakan,” kata Pipih.
Ia menjelaskan, sepanjang 2026 terdapat dua titik sumur bor yang telah dibangun di wilayah yang mengalami persoalan kekeringan.
“Sepanjang tahun ini ada dua titik yang kami kerjakan. Lokasinya tersebar di Padalarang,” ujarnya.
Pipih menyebutkan, setiap sumur bor rata-rata dapat melayani kebutuhan air bersih sekitar 26 hingga 30 KK.
Menurutnya, pembangunan sumur bor menjadi salah satu upaya membantu masyarakat menghadapi musim kemarau berkepanjangan yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih.
Pipih mengatakan persoalan kekurangan air bersih tidak hanya terjadi di Desa Padalarang. Sejumlah wilayah lainnya, termasuk Desa Jayamekar, juga mulai menghadapi kondisi serupa.
“Kekeringan seperti ini tidak hanya terjadi di Padalarang. Jayamekar juga sedang mengalami kondisi serupa dan sudah kami masukkan dalam perencanaan,” katanya.
Ia memastikan kebutuhan infrastruktur air bersih di sejumlah wilayah tersebut akan terus diperjuangkan melalui APBD murni pada tahun berikutnya.
Sementara itu, setelah pembangunan sumur bor rampung, warga Kampung Sukamulya berinisiatif memasang jaringan pipa secara swadaya untuk mengalirkan air menuju rumah-rumah.
Pipih mengapresiasi langkah tersebut karena masyarakat tidak menunggu tambahan anggaran pemerintah untuk dapat menikmati manfaat sumur bor.
“Jaringan dari sumur menuju rumah warga dikerjakan secara gotong royong. Mereka menggunakan tenaga dan biaya sendiri agar air bisa segera dimanfaatkan,” tuturnya.
Ia menambahkan, apabila ke depan terdapat kendala teknis yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pihaknya siap membantu memfasilitasi warga.
“Kalau nanti ada kendala yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, kami akan membantu memfasilitasinya,” tandas Pipih.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : liputan







