[ad_1]
SekitarKita.id – Stres semakin menjadi ancaman kesehatan serius di era fashionable, terutama bagi para pekerja. Kebiasaan buruk seperti merokok tak henti-hentinya kali diambil sebagai pelarian dari stres, yang justru meningkatkan risiko kesehatan jangka panjang. Beberapa produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik dan kantong nikotin, muncul sebagai opsi bagi mereka yang ingin beralih dari merokok tanpa harus segera berhenti mendadak, menawarkan pendekatan bertahap dalam mengurangi risiko kesehatan akibat stres.
Dr. Puspita Tri Utami dari Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa stres dapat berdampak pada kesehatan psychological dan fisik. Stres psikologis bisa memicu gangguan emosional seperti depresi, sedangkan dampak fisik dapat berkisar dari masalah jantung sampai gangguan kekebalan. Beliau menekankan pentingnya menjaga kesehatan psychological untuk menghindari dampak buruk hormon kortisol pada tubuh. Diskusi ini diselenggarakan oleh Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (MASINDO) yang menyoroti pentingnya kesadaran terhadap risiko kesehatan psychological.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Psikolog Sukmayanti Rafisukmawan menyarankan pendekatan bertahap bagi perokok yang ingin berhenti tetapi kesulitan melakukannya langsung. Menurutnya, upaya mendadak sesekali gagal dan memicu kecemasan tinggi, dengan begitu ia merekomendasikan penggunaan produk tembakau alternatif sebagai langkah awal yang bisa mengurangi kecanduan dengan risiko lebih rendah. Konseling psikologis juga disarankan untuk membantu menjaga kestabilan emosi dalam menghadapi stres.
Dr. Andri Kelvianto, seorang dokter spesialis gizi klinik, menambahkan bahwa pendekatan bertahap juga efektif dalam menangani kebiasaan makan berlebihan yang disebabkan oleh stres. Merubah makanan manis dengan pemanis bebas kalori adalah salah satu cara mengurangi efek negatif dari “emotional consuming.” Ia mengusulkan strategi pengurangan risiko untuk merokok dan emotional consuming sebagai langkah praktis dalam menurunkan stres tanpa perubahan drastis yang sulit dipertahankan.
Sumber : VRI TIMES
[ad_2]
Source link








