Pengembangan Sirtwo Island dan Konservasi Fosil Merujuk Zona Aman Waduk Saguling Bandung Barat

- Penulis

Kamis, 11 Agustus 2022 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim peneliti melakukan ekspakasi fosil bobid (banteng) di Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor KBB (foto Abdul).

i

Tim peneliti melakukan ekspakasi fosil bobid (banteng) di Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor KBB (foto Abdul).

Bandung Barat, SekitarKita.net,- Pengembangan wisata alam Sirtwo Island dan rencana konservasi pulau itu sebagai lokasi penemuan fosil bakal mempertimbangkan zona keamanan Waduk Saguling.

Pasalnya, Sirtwo Island berada Kampung Suramanggala RT 01 RW 01 Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) merupakan bagian dari Waduk Saguling di bawah pengelolaan PT Indonesia Power.

Humas PT Indonesia Power Saguling POMU, Suprapto mengatakan Waduk Saguling sebagai objek vital nasional memiliki pembagian zona keamanan dan keselamatan aktifitas masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembagian zona diukur berdasarkan tingkat paling rendah, sedang, hingga zona bahaya, yakni dilarang ada aktifitas masyarakat.

Suprapto menjelaskan PT Indonesia Power sepenuhnya mendukung upaya konservasi fosil dan pengembangan wisata Sirtwo Island. Namun itu mesti melalui kajian agar tetap memenuhi standar keamanan dan keselamatan waduk.

“Kita mendukung. Aktivitas peneliti fosil juga lapor ke kita, kita support perizinannya,” jelas Suprapto, Kamis (11/08/2022).

Untuk rencana pengembangan ke depan, PT Indonesia bakal duduk bersama dengan sejumlah unsur, baik pemerintah, peneliti, dan masyarakat. Supaya perusahaan plat merah itu bisa ikut pula memberi saran lokasi tepat untuk pengembangan.

Baca Juga:  DPD KNPI KBB: Pilkada 2024 jadi Momentum Demokrasi yang Harmonis dan Berkeadaban

“Selama ini kan aktivitas peneliti atau warga yang mau ke Sirtwo Island melalui bangunan pengambil air atau Water Intake Gate. Daerah itu sebetulnya zona merah, karena di bawah ada arus air sangat besar. Nanti kita petakan daerah mana yang aman,” tuturnya.

“Pertimbangan kami lebih ke keamanan objek vital. Makanya nanti kami coba akan diskusikan dengan pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, KBB, terkait upaya konservasi, pengembangan wisata, hingga penelitian lanjutan,” pungkas Suprapto.

Sebelumnya, tim peneliti ITB dan UI menemukan fosil-fosil hewan purba, yang berasal dari kelompok Bovidae (sapi, kerbau dan banteng), Cervidae (kelompok rusa) dan Elepha maximus (gajah).

Peneliti menemukan sedikitnya 17 titik fosil tulang hewan (verterbrata) berbagai jenis dan bentuk di kawasan Pulau Sirtwo Waduk Saguling. Temuan itu meliputi bagian lengan (kaki depan), kaki belakang, tulang belakang, tanduk, dan bagian kepala.

Kepala Disparbud, KBB, Heri Partomo mengakui sedang mengkaji rencana lokasi penemuan fosil di Sirtwo Island, Waduk Saguling, jadi kawasan konservasi dan wisata yang menjadi bagian dari Geopark Rajamandala. Rencana detailnya masih dibicarakan bersama tim peneliti dari ITB dan Museum Geologi.

Baca Juga:  Ketua Komisi IV DPRD KBB Nur Djulaeha Kawal Ketat Pelaksanaan SPMB 2026

Nantinya jika itu terwujud maka usulan kawasan Geopark Rajamandala meliputi empat kecamatan. Yaitu, Kecamatan Padalarang, Cipatat, Saguling, dan Cipongkor. Sehingga dapat mendorong tempat tersebut menjadi wahana edukasi sejarah kebumian serta peninggalan peradaban Bandung Purba.

“Sedang dikaji agar Sirtwo Island menjadi kawasan Geopark Rajamandala bersama dengan Stone Garden, Tebing Hawu, Tebing 125, Pabeasan, Curug Halimun, Sanghyang Heuleut, Sanghyang Tikoro, Sanghyang Poek, Sanghyang Kenit dan Cikahuripan. Ke depan akan dibuat juga museum Goa Pawon, sehingga fosil dari Sirtwo Island bisa disimpan disana,” ujarnya.(Abdul).

copyright by Sekitar Kita



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan
Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026
Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Kamis, 24 September 2026 - 19:12 WIB

Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Kamis, 24 September 2026 - 12:42 WIB

Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala

Rabu, 23 September 2026 - 22:27 WIB

Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 

Rabu, 23 September 2026 - 21:29 WIB

Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Berita Terbaru