Potret kemiskinan ekstrim di Karawang, Mak Eroh tak pernah tersentuh bantuan pemerintah

- Penulis

Kamis, 2 Mei 2024 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang | SekitarKita.id,- Kemiskinan ekstrim di Kabupaten Karawang kian mengkhawatirkan, program pemerintah yang terus di gembar gemborkan itu hanyalah isapan jempol belaka.

Banyak dari warga yang menilai program seperti bantuan sosial (Bansos), Rutilahu dan lainya kurang tepat sasaran. Ada namun tak nampak keberadaannya, bahkan sangat kurang dirasakan manfaatnya bagi warga miskin di Kabupaten Karawang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mak Eroh salah satunya, ia harus menjalani masa tuanya dan menjalani kesulitan di masa hidup. Di usianya yang kini sudah menginjak 72 tahun, ia terpaksa tinggal di rumah yang sudah tidak layak huni (rutilahu) dengan kondisi memperihatinkan lantaran tak ada tempat tinggal lagi yang layak bagi Mak Eroh.

Diketahui, Mak Eroh tinggal di Kampung Buniaga, RT04/RW02, Kelurahan Tanjung Mekar, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, dia tinggal di rumah yang sudah reot dan hampir roboh.

Hal ini di amini, Ketua RW02, Nurjaya Miharja, ia menjelaskan, kondisi rumah Mak Eroh memang memperihatinkan, di samping jauh dari keluarga, Mak Eroh juga hidup sebatang kara hampir belasan tahun pasca ditinggal mendiang sang suami.

Kondisi rumah Mak Eroh tinggal di Kampung Buniaga, RT04/RW02, Kelurahan Tanjung Mekar, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang (foto: Andyka Nugroho/ SekitarKita.id)
Kondisi rumah Mak Eroh tinggal di Kampung Buniaga, RT04/RW02, Kelurahan Tanjung Mekar, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang (foto: Andyka Nugroho/ SekitarKita.id)

“Memang sudah lama di samping dia (Mak Eroh) tidak mempunyai keluarga dan hidup sendiri kebetulan penglihatan matanya sudah tidak berfungsi normal, untuk makan sehari-hari hanya mengandalkan tetangga. Bantuan dari pemerintah nol besar,” kata Nurjaya saat ditemui pewarta SekitarKita.id di lokasi, Kamis (02/05/2024).

Baca Juga:  Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Pihaknya selaku RW turut prihatin, sebagai jiwa corsa kemanusiaan, dirinya sudah berupaya membantu Mak Eroh dengan melakukan musyawarah ke pihak kelurahan maupun kecamatan, agar Mak Eroh mendapatkan bantuan, faktanya hingga saat ini belum membuahkan hasil.

“Langkah-langkah itu sudah kami tempuh, minta kebijakan terutama dari pihak kelurahan, kecamatan dan kabupaten untuk di bantu baik itu perekonomian maupun secara fisik bangunannya yang kurang memadai,” jelasnya.

“Di lihat kondisi bangunan kalau hujan besar dan angin kencang akibatnya akan fatal, kemungkinan itu 90 persen roboh, bicara status kepemilikan lahan memang itu milik Mak Eroh pribadi, selama belasan tahun dia tinggal disitu,” sambung Nurjaya.

Kendati memiliki keluarga, kata dia, baik anak maupun cucu dari Mak Eroh belum pernah mendatangi kediaman Mak Eroh, hingga saat ini pihak perangkat kelurahan kesulitan mencari keberadaan keluarga Mak Eroh lantaran terkendala jarak.

“Untuk saat ini keluarga nya enggak respon sih. Kalaupun ada dari pihak keluarga anak itu pantauannya jauh. Selama saya silaturahmi ke mak eroh itu enggak pernah liat keluarganya kurang bertanggung jawab, memang dia enggak punya suami sudah meninggal,” ujar dia kembali.

Ironisnya, pemerintah Kabupaten Karawang seolah tutup mata melihat fenomena kemiskinan ekstrim ini, potret kehidupan Mak Eroh menjadi cambuk bagi para pejabat ditengah berdirinya kota industri terbesar di Asia, masih saja ada warga yang belum tersentuh bantuan.

Baca Juga:  Pria Mirip Bahlil Viral, Diduga Terlihat Santai dengan Minuman Whisky Hibiki Seharga Rp 29 Juta

“Betul belum sama sekali mendapatkan pemerintah, baik dari bantuan pangan non tunai (BPNT) maupun bansos lainnya apa lagi dalam kepala keluarga (KK) nya tercatat hanya satu atas nama Mak Eroh, kami selaku perangkat desa sudah menyusulkan ke pihak kelurahan dan kecamatan, mungkin di respon oleh pihak kelurahan cuman belum di tanggapi,” keluhannya.

Meski begitu, tak ada raut kesedihan tampak pada wajah Mak Eroh, Dia seperti sudah sangat biasa menjalani hidup yang begitu sulit.

Sementara itu, Mak Eroh menceritakan kisahnya tinggal di rumah tersebut. Ia mengaku tinggal sebatang kara sejak suaminya meninggal dunia puluhan tahun silam.

Kini, rumahnya tidak sekokoh dulu, malahan terbilang tidak layak huni. Parahnya, dia tidak pernah merasakan bantuan pemerintah meskipun hanya sekali saja.

Meski begitu, dia tidak pernah berkeluh kesah, kecewa ataupun sakit hati. Ia pasrahkan diri kepada sang Kholik.

“Saya tidak pernah kecewa atau kesal walau tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Dengan keadaan seperti ini pun sudah cukup buat emak mah,” ujar Mak Eroh saat ditemui di lokasi.

Dahulu, Mak Eroh selalu mengisi harinya dengan mendekatkan diri kepada Tuhan. Jika kondisinya sehat, ia tidak lupa untuk menghadiri majelis taklim di beberapa masjid sekitar.

Baca Juga:  Viral Video Drone, Polisi Selidiki Dugaan Transaksi Narkoba di Cihampelas Bandung Barat

“Saat ini mata saya merasa tidak jelas, dulu saya sering aktif keagamaan berangkat kesana-kesini disaat kondisi mata masih melihat, sekarang udah enggak bisa apa-apa,” ujarnya dengan nada lirih.

Sembari duduk di teras depan rumahnya. Mak Eroh menceritakan kisah pilu nya tak sampai disitu, untuk bertahan hidup sehari-hari, Mak Eroh hanya mengandalkan bantuan dan kepedulian tetangga sekitar.

“Dulu masih sehat pengliatan masih normal, melakoni pekerjaan sebagai buruh rumah tangga dengan bayaran minim Rp50 ribu, dari menjadi asinsten rumah tangga hingga buruh harian lepas sekarang sudah enggak bisa apa-apa,” ujar dia.

Meski harus tinggal di rumah yang hampir roboh, lanjut dia, dirinya tidak pernah merasa takut. Anak dan keluarga kini tinggal jauh entah dimana.

“Saya mah menyerahkan semuanya sama Allah. Setiap hari bisanya cuma berdoa agar Allah menjaga saya, keluarga jauh tinggalnya engak tau dimana,” akuinya.

Kendati tak pernah mendapatkan bantuan sosial (bansos), pihaknya berharap pemerintah Kabupaten Karawang lebih memperihatinkan kondisi yang dirasakan Mak Eroh saat ini. Program rutilahu hingga kini belum juga dirasakan olehnya.

“Kami berharap ingin di perhatikan dengan Pemerintah Karawang bisa membantu kami dengan kondisi rumah saya dan kondisi mata, kami warga miskin ingin bisa merasakan manfaat bantuan program dari  pemerintah Karawang Khususnya,” tandasnya.



Penulis : Abdul Kholilulloh

Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Laporan: Andyka Nugroho (Kontributor Karawang)

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral! Siswi SMA Diduga Dikeroyok di Kedai GOR Trisanja Slawi Tegal, Ibu Korban Tuntut Keadilan
Dramatis! Comeback 2-1 atas Melbourne Victory di ACL Two, PERSIB Pastikan Lolos 16 Besar 
Chaos! Habib Bahar Pimpin Demo Tolak Konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran
Diwarnai Pembakaran dan Lemparan Petasan, Demo Ormas Islam Tolak Konser Andrea Bocelli Memanas
Mantan Kapolri Listyo Sigit Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo
Pantes Infrastruktur Sekolah Bobrok, Eks Kepsek SMPN 2 Ngamprah Gelapkan Dana Bos Rp159 Juta
Gardu Listrik Keluarkan Gas, Bikin Warga Padalarang Bandung Barat Resah
Video Detik-detik Tanggul Sungai Cikalintu Bandung Jebol, Puluhan Rumah Terdampak

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 15:32 WIB

Viral! Siswi SMA Diduga Dikeroyok di Kedai GOR Trisanja Slawi Tegal, Ibu Korban Tuntut Keadilan

Rabu, 4 November 2026 - 17:01 WIB

Dramatis! Comeback 2-1 atas Melbourne Victory di ACL Two, PERSIB Pastikan Lolos 16 Besar 

Rabu, 4 November 2026 - 07:49 WIB

Chaos! Habib Bahar Pimpin Demo Tolak Konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran

Rabu, 4 November 2026 - 00:07 WIB

Diwarnai Pembakaran dan Lemparan Petasan, Demo Ormas Islam Tolak Konser Andrea Bocelli Memanas

Selasa, 3 November 2026 - 21:39 WIB

Mantan Kapolri Listyo Sigit Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru