Pilkada terancam terganggu, KPU KBB pertanyakan janji Pj Bupati soal dana hibah

- Penulis

Minggu, 19 Mei 2024 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) KBB, Ripqi Ahmad Sulaeman (foto: istimewa)

i

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) KBB, Ripqi Ahmad Sulaeman (foto: istimewa)

Bandung Barat | SekitarKita.id,-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat berjanji akan segera merealisasikan dana hibah untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2024 Minggu-minggu ini.

Hal ini dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat, Arsan Latif usai Launching Aplikasi PPDB Online di SMPN 2 Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat, (17/5/2024) lalu.

Arsan Latif mengatakan, jika sampai minggu depan belum selesai, Pemkab Bandung Barat maka akan segera menyelesaikan dana hibah bagi penyelenggara maupun pengawas Pemilu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berkaitan anggaran dana hibah Pilkada Serentak Tahun 2024, kata Arsan, di Kabupaten Bandung Barat (KBB), siap tidak siap harus siap, maka dari itu pihaknya akan menyelesaikan dana hibah tersebut demi kelancaran Pilkada di KBB.

“Hari ini saya akan mengecek pihak yang wajib menerima hibah. Itu perintah Perundang-Undangan maka saya pastikan kalau minggu depan belum selesai, saya akan selesaikan,” kata Arsan.

Berkaitan dengan dana hibah pemilu tersebut, dia menjelaskan, menyangkut kepentingan masyarakat, sehingga hal ini tidak boleh tidak pemerintah daerah harus menyediakan anggaran dana hibah untuk KPU KBB.

Baca Juga:  Nestapa Bah Cahria di Karawang: Rumah Hampir Roboh, Bertahan di Tengah Harapan Bantuan Rutilahu

“Adapun jumlah dana hibah yang sudah terealisasi silakan nanti dicek secara detailnya. Tapi kan dulu ada 40, 60 ya? Saya pastikan itu kembali lagi untuk segera diselesaikan,” jelasnya.

Pilkada KBB terancam terganggu, apakah dana hibah dapat terealisasi sepenuhnya?

Related Posts

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terancam terganggu, sebab, anggaran dana hibah yang dijanjikan Pj Bupati KBB, Arsan Latif tak kunjung terealisasi sepenuhnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) KBB, Ripqi Ahmad Sulaeman mengatakan, pihaknya khawatir jika terjadi keterlambatan pencairan anggaran dana hibah.

Pasalnya, dalam waktu dekat, bulan Juni menjadi tahapan yang sangat krusial, kegiatan KPU semakin padat menjelang Pilkada termasuk Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Teror Rampok Berkedok Pocong Viral di Bandung Barat, Warga Padalarang Resah
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) KBB, Ripqi Ahmad Sulaeman (foto: istimewa)
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) KBB, Ripqi Ahmad Sulaeman (foto: istimewa)

“Soalnya bulan Juni itu masuk tahapan perekrutan Pantarlih, pemutakhiran data, pencoklitan, kegiatan-kegiatan pokok, kegiatan-kegiatan pokok yang membutuhkan anggaran,” keluh Ripqi usai seleksi calon anggota PPS di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Sabtu, (18/5) sore.

Ripqi mengatakan, jika anggaran termin kedua sebesar 60 persen atau Rp 31 Miliar terjadi keterlambatan diberikan Pemda Bandung Barat, pihaknya agak merasa khawatir.

Jika apa yang dijanjikan Pj. Bupati Bandung Barat, Arsan Latif akan ada pencarian anggaran dana hibah pada Minggu ini,

Dia menyatakan, akan mampu menyelamatkan berbagai tahapan yang akan dilaksanakan KPU menjelang Pilkada Serentak Tahun 2024 di Kabupaten Bandung Barat (KBB), jika apa yang dijanjikan Pj Bupati Arsan Latif akan mencairkan anggaran dana hibah pada Minggu ini.

Kendati tidak dalam minggu-minggu ini, dia mengharapkan, pencairan anggaran dana hibah Pilkada tidak lewat dari Bulan Juni.

“Ya, mudah-mudahan kita berharap minggu-minggu ini sesuai apa yang disampaikan oleh Pak Pj Bupati itu terealisasi,” ungkapnya.

“Itu harapan kami sebagai penyelenggara,” sambung Ripqi menandaskan.

Baca Juga:  916 calon PPS jalani tes wawancara, KPU Kabupaten Bekasi berikan wejangan ini



Penulis : Abdul Kholilulloh

Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : laporan tim SekitarKita.id

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kades Akui Tak Ada Anggaran, Warga Bandung Barat Swadaya Perbaiki Jalan, Terkumpul Rp40 Juta
Skandal ASN KBB Live TikTok Minta Fee 1 Persen, Bupati Jeje Perintahkan Inspektorat Periksa IYP
Carut Marut Bandung Barat, P4KBB Bocorkan PR Besar: PAD, Infrastruktur hingga Flyover Cimareme
DPD IPHI 1987 Jabar Dorong Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Profesi Advokat
IPHI 1987 Gelar Rapimnas di HUT ke-39, Regulasi Profesi Advokat Jadi Sorotan
Raffi Ahmad Puji Jeje Ritchie Ismail, Tapi Ingatkan: Tak Ada Superman dalam Pemerintahan
IPHI 1987 Dorong Pembaruan UU Advokat, Maria Salikin: Tingkatkan Profesionalisme Advokat
P4KBB Sentil Pemkab Bandung Barat: Tekanan Fiskal Jangan Jadi Alasan Abaikan Layanan Publik

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:23 WIB

Kades Akui Tak Ada Anggaran, Warga Bandung Barat Swadaya Perbaiki Jalan, Terkumpul Rp40 Juta

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Skandal ASN KBB Live TikTok Minta Fee 1 Persen, Bupati Jeje Perintahkan Inspektorat Periksa IYP

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:16 WIB

Carut Marut Bandung Barat, P4KBB Bocorkan PR Besar: PAD, Infrastruktur hingga Flyover Cimareme

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:36 WIB

DPD IPHI 1987 Jabar Dorong Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Profesi Advokat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Raffi Ahmad Puji Jeje Ritchie Ismail, Tapi Ingatkan: Tak Ada Superman dalam Pemerintahan

Berita Terbaru