KPSBU Lembang sebut siap dukung program Prabowo ‘makan siang dan susu gratis’

- Penulis

Senin, 20 Mei 2024 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Barat | SekitarKita.id,-Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) siap mendukung program Presiden dan wakil Presiden terpilih 2024 Prabowo Subianto- Gibran Rakabuming Raka.

Ketua KPSBU Lembang, Dedi Setiadi mengatakan, pihaknya sangat setuju, makan siang dan susu gratis sebagai program yang bagus. Kalau APBN-nya diurus pemerintah.

Ia menyebut, jikalau masyarakat dikasih susu gratis tentu akan menyehatkan dan mencerdaskan otak serta edukasi dalam menyiapkan Indonesia Emas Tahun 2050.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berdasarkan penelitian, susu ini juga dapat meningkatkan imunitas apalagi angka stunting di Indonesia masih tinggi maka dengan program itu saya kira angka stunting bisa diturunkan secara drastis,” kata Dedi saat dihubungi wartawan, Senin (20/05/2024).

Mengenai konsumsi susu sapi, Dedi menjelaskan, pada dasarnya orang tidak minum susu itu ada dua hal. Pertama belum tahu tentang manfaat susu, yang kedua tidak terbeli.

“Sudah tahu ini sehat tapi gak kebeli,” ujarnya.

Publikasi dan sosialisasi bagi masyarakat tentang manfaat susu sangat penting. Walaupun banyak juga orang yang Intoleransi laktosa.

Baca Juga:  Berkah Ramadhan, Jabar Bergerak KBB dan SSG resmikan rumah layak huni milik Sukiman

“Maka penting adanya edukasi bagi masyarakat bagaimana susu itu penting sebagai upaya mempersiapkan generasi emas. Karena kalau sekarang anak-anak minum susu, ini akan menambah kecerdasan mereka,” ujarnya.

Related Posts

Selain itu, pihaknya menyinggung terkait pemahaman susu sapi segar layak konsumsi. Hal ini tentu tidak sembarang, susu sapi segar layak konsumsi itu harus melalui beberapa tahap pengujian oleh para ahli.

Istilah tester, kata Dedi, merujuk pada petugas pemeriksa susu segar sapi yang ada di koperasi yang sudah memiliki kemampuan.

“Jadi yang pertama diuji organoleptik (rasa, warna, bau). Dari sini saja petugas sudah bisa membedakan susu yang bagus atau jelek karena penglihatan mereka, pengecap mereka, melihat dan merasakan susu itu sudah sangat paham,” kata dia.

Baca Juga:  Usai Dikukuhkan sebagai Ketua Kadin KBB, Syamsul Maarif siap Menghadap Bupati Jeje Govinda

Setelah uji organoleptik, lanjut dia, susu tersebut kemudian diuji dengan alkohol tes memakai alkohol 70 persen. Jika terjadi pecah bintik-bintik itu harus ditolak.

“Kemudian susu ini diuji kembali keasliannya pakai uji rejozanin campur air dan susu, itu akan tetap. Kemudian diperiksa berat jenisnya, minimal harus 1,026 atau 1,027,” ujarnya.

Dedi menyayangkan, produksi susu sapi masih terpengaruhi oleh kejadian Penyakit Mulut dan Kuku PMK dan Lumpy Skin Disease (LSD) karena sekarang pun dibeberapa tempat masih ada gejala PMK dan LSD yang terjadi. Sehingga recovery produksi susu dan sapi-sapi yang terkena PMK ini memang cukup lama pemulihannya.

“Saya melihat 2-3 tahun lah untuk melakukan recovery sapi-sapi yang telah terkena PMK,” katanya menandaskan.



Penulis : Abdul Kholilulloh

Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : laporan tim SekitarKita.id

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Enam Bulan Pascabencana Longsor Pasirlangu Bandung Barat, Nasib Lahan Relokasi dan Petani Masih Menggantung
BOMBER Genap 25 Tahun, Apin Marmot: Bobotoh Adalah Identitas Budaya Jawa Barat
Ribuan Bobotoh Tumplek di GOR Sangkuriang, BOMBER Siapkan Layar Tambahan Final Persib vs Persebaya
Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto
Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi
5 Pabrik Kapur di Cipatat Ditutup Permanen, KDM: Penerima Bantuan Bertambah Jadi 1.000 Orang
Apin Marmot Puji Kreativitas Mobivan BOMBER KBB, UMKM Bobotoh Makin Berdaya
Marak Tramadol di Cimahi dan KBB, Dedi Mulyadi: “Masa Negara Kalah Sama Beking?”

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:58 WIB

Enam Bulan Pascabencana Longsor Pasirlangu Bandung Barat, Nasib Lahan Relokasi dan Petani Masih Menggantung

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:13 WIB

BOMBER Genap 25 Tahun, Apin Marmot: Bobotoh Adalah Identitas Budaya Jawa Barat

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:48 WIB

Ribuan Bobotoh Tumplek di GOR Sangkuriang, BOMBER Siapkan Layar Tambahan Final Persib vs Persebaya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi

Berita Terbaru