Kobaran Api Lalap 2 Rumah, Polisi Ungkap Cerita Dibalik Tewasnya Satu Bocah di Bandung Barat

- Penulis

Kamis, 29 September 2022 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garis polisi dipasang usai kebakaran terjadi di Kampung Sudimampir, Desa Padalarang KBB dan menewaskan satu bocah SD (Foto: Abdul Kholilulloh)

i

Garis polisi dipasang usai kebakaran terjadi di Kampung Sudimampir, Desa Padalarang KBB dan menewaskan satu bocah SD (Foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat, SekitarKita.id – Seorang bocah berusia sembilan tahun di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tewas dalam peristiwa kebakaran yang menghanguskan rumah tempat tinggalnya, Kamis (29/9/2022) sekira pukul 11.50 WIB.

Korban berinisial DA yang masih duduk di bangku kelas 3 SD tak sempat menyelamatkan diri saat Kobaran api melalap rumahnya. Ia terjebak di dalam rumah sementara orang tua serta nenek kakeknya sedang berada di luar rumah.

Kapolsek Padalarang, Kompol Darwan mengatakan, peristiwa kebakaran tersebut terjadi di RT04/RW24, Kampung Sudimampir, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang KBB. Petugas gabungan langsung mengevakuasi korban ke RS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolsek Padalarang, Kompol Darwan (Foto: Abdul Kholilulloh)

“Dari keterangan saksi dan olah TKP di dapatkan satu korban jiwa, berjenis kelamin perempuan, inisial DA (9) dengan kondisi sudah terbakar dan tidak bernyawa, saat ini sudah di evakuasikan ke RS Cahaya Kawaluyaan, Kota Baru, Padalarang KBB,” kata Kompol Darwan.

Ia menjelaskan, untuk orang tua korban tersebut bekerja sebagai karyawan di sebuah perusaan dan pada saat kejadian korban sedang bersama neneknya, sedangkan sang kakek berada diluar rumah.

Baca Juga:  Terjebur Sumur Bor Sedalam 15 Meter, Warga Padalarang KBB Ditemukan Meninggal Dunia

“Karna saat api menyala dan melahap semua material yang mudah terbakar posisi korban sedang berada di dalam ruangan kamar dan tidak sempat menyelamatkan diri sehingga meninggal di tempat dengan posisi telungkup hangus terbakar,” tuturnya.

Kompol Darwan menghimbau, kepada masyarakat atas kejadian ini supaya harus lebih hati-hati lagi dalam melakukan kegiatan di dalam maupun di luar rumah, ia mengatakan, yang harus lebih sering di cek ialah aliran listrik.

Petugas Damkar KBB dibantu warga sekitar berhasil memadamkan kobaran api kurang dari 1 Jam, (Foto: Abdul Kholilulloh)

“Besar dugaan sementara kemungkinan kejadian kebakaran ini dari aliran listrik. Penyuluhan yang harus di lakukan oleh pihak pengurus desa, untuk selalu mengecek aliran listrik yang mengalir ke pemukiman padat penduduk,” terangnya kembali.

“Pemadaman yang di lakukan pemadam kebakaran tidak berlangsung lama karena di bantu oleh masyarakat setempat jadi hanya memerlukan waktu sekitar 1 jam seperempat menit,” tukasnya.

Sementara itu, Alam (40) warga sekitar saksi mata mengungkapkan, pihaknya mendapat laporan rumah milik Adi (25) dilaporkan sudah terbakar, pihaknya langsung membantu memadamkan kobaran api.

Baca Juga:  Pasca Gempa Cianjur, BNPB Rilis 310 Warga Meninggal Dunia

“Pas saya dan warga menolong api sudah cepat menyambar kebangunan sampingnya,” kata Alam.

Kondisi dua rumah di Kampung Sudimampir, Desa Padalarang KBB yang terbakar, satu rumah diantaranya hangus (foto: Abdul Kholilulloh)

Alam menyebut, sempat kesulitan memadamkan api lantaran gang sempit serta minimnya sumber air dilokasi kebakaran.

“Warga kesulitan memadamkan karena gang terlalu sempit, sumber air di matiin karena menyambar listrik, api langsung sudah melebar menyambar bahan yang mudah terbakar,” terangnya.

Ia mengatakan, satu korban terjebak didalam kamar dan meninggal dunia usai terbakar besarnya kobaran api.

“Posisi api sudah besar, anak tersebut terjebak dan sudah terbakar saat api sudah membesar,” ungkap Alam.

“Pas api lagi besar untungnya pemadam sudah sampai. Untung juga tidak merambat ke bangunan lain hanya bagian depan, api sempet lama di dalam ruangan,” pungkasnya.

Pantauan sekitarKita.net korban langsung dimakamkan usai disholatkan oleh keluarga dan warga sekitar didampingi Camat Padalarang serta Polsek Padalarang (Foto: Abdul Kholilulloh)

Berdasarkan pantauan dilokasi, sekitar pukul 17.00 WIB sepulangnya dari RS Cahya Kawaluyaan Kota Baru Parahyangan Padalarang, korban langsung di sholatkan dan langsung dimakamkan oleh pihak keluarga didampingi perangkat Kecamatan dan Polsek Padalarang.



Penulis : Abdul Kholilulloh 

Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan Yuda Permana/ Adul

Berita Terkait

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan
Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah
Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan
Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB
Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029
Kisah Gisel Menginspirasi, Siswi Tuna Rungu Tampil Memukau di Pelepasan SLB Ngamprah Raya
Kemenag KBB Pastikan Guru Hamil di MTs Muslimin Citapen Masih Aktif, Tak Ada SK Pemecatan
Polemik Guru MTs Citapen Diduga Dipecat Saat Cuti Hamil, DPRD KBB Turun Tangan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:04 WIB

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:45 WIB

Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:30 WIB

Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:33 WIB

Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:24 WIB

Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029

Berita Terbaru