Ratusan Purnawirawan TNI Geruduk Mapolsek Lembang, Minta Pelaku Penusukan Dihukum Berat

- Penulis

Senin, 22 Agustus 2022 - 16:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan massa purnawirawan TNI menggeruduk Mapolsek Lembang, Bandung Barat, Minggu (21082022) foto Abdul 

i

Ratusan massa purnawirawan TNI menggeruduk Mapolsek Lembang, Bandung Barat, Minggu (21082022) foto Abdul 

Bandung Barat, SekitarKita.id – Ratusan massa purnawirawan TNI menggeruduk Mapolsek Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pada Minggu (21/08/2022) pagi.

Massa meminta aparat kepolisian terbuka dalam mengungkap sekaligus penanganan kasus tewasnya Muhammad Mubin,

Sekitar 200 massa melakukan longmach atau berjalan kaki sejauh 300 meter dari simpang batrik untuk menggeruduk Mapolsek Lembang KBB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Massa yang merupakan mayoritas dari persatuan purnawirawan TNI dari berbagai daerah di Indonesia ini, datang ke Mapolsek sebagai bentuk solidaritas terhadap korban sekaligus mengawal kasus tewasnya Muhammad Mubin yang dibunuh pada 16 Agustus 2022 lalu.

Perwakilan Purnawirawan Kolonel (Pur) Soegeng Waras mengatakan aksi yang dilakukan dan rekan-rekan purnawirawan lainnya merupakan wujud solidaritas sebagai mantan personel TNI.

“Ini semacam kepedulian dan solidaritas purnawirawan. Dengan kejadian ini, menambah rasa kepedulian dan kepekaan kita,” kata Soegeng kepada wartawan.

Kolonel Purn, Soegeng Waras, perwakilan massa (foto: Abdul)

Dikatakan Soegeng, Poin penting yang disampaikan pada kepolisian, yakni transparansi kasus pembunuhan yang menimpa rekan mereka sekaligus meminta pelaku dihukum seberat-beratnya.

“Tentu, intinya kita mengawal kasus ini sampai selesai. Kapolres bekerja dengan yang lainnya menyelesaikan kasus ini berkolaborasi dengan kami para purnawirawan,” tuturnya.

Massa terlihat berkumpul didepan Mapolsek dan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan juga POM TNI, setelah melakukan operasi beberapa menit massa kemudian diterima dan mediasi dengan Kapolres Cimahi, AKBP Imron Ermawan.

Massa menuntut dan meminta agar aparat terbuka dalam penanganan kasus purnawirawan berusia (63) tersebut dan jangan di tutup-tutupi.

Usai menggeruduk Mapolsek, ratusan massa kemudian bergerak menuju TKP atau lokasi pembunuhan untuk melakukan tabur bunga, sebelumnya, kasus ini ditangani Polsek Lembang, namun akhirnya kini diambil alih Polda Jabar,

Sementara itu Kapolres Cimahi AKBP Imron Ermawan mengatakan kedatangan purnawirawan TNI dari berbagai daerah itu mendukung dan mengawal proses penuntasan kasus tewasnya Muhammad Mubin.

“Alhamdulillah kasus sudah diproses Direskrimum Polda Jabar. Mohon doanya supaya berkas segera selesai serta bisa dilimpahkan. Sejak hari pertama sampai hari ini, tersangka HH sudah ditahan,” kata Imron.

Kapolres Cimahi, AKBP Imron Ermawan (foto; Abdul)

Diketahui, seorang purnawirawan yang tewas dibunuh, aparat kepolisian memastikan, jika saat ini kasus dalam penyidikan dan pelaku dijerat pasal berlapis tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati.

kepada massa yang datang polisi sudah transparan menangani kasus ini, bahkan setelah gelar perkara, pelaku kini dijerat pasal berlapis tentang pembunuhan berencana yaitu 338 dan 340 dengan maksimal ancaman hukuman mati.

Seperti diberitakan sebelumnya, tak ada yang mengetahui jika korban pembunuh yang tewas dihabisi pelaku berinisial HH ini adalah seorang purnawirawan TNI, saat kejadian korban bersetatus sebagai sopir mebeul di jalan Adiwarta, kawasan Lembang, Bandung Barat.

Dari hasil penyelidikan korban tewas dipicu gara-gara parkir, pelaku secara brutal menghabisi dengan senjata tajam dan mengalami luka bagian leher dan tubuh, setelah diduga korban memarkirkan kendaraan motor depan toko milik pelaku.***(Abdul/tim SekitarKita/KabarNegri)

copyright by Sekitar Kita

Baca Juga:  Peristiwa Penusukan di Lembang, Ternyata Korbannya Purnawirawan TNI, Polda Jabar Bongkar dan Ambil Alih Kasus


Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan
Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular
Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur
Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:31 WIB

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan

Senin, 28 September 2026 - 14:07 WIB

Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular

Senin, 28 September 2026 - 10:50 WIB

Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Kamis, 24 September 2026 - 19:12 WIB

Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Berita Terbaru