SINAR MAS MENUJU DEKARBONISASI

- Penulis

Selasa, 10 September 2024 - 15:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINAR MAS MENUJU DEKARBONISASI

[ad_1]

Sektor industri perkebunan dan kehutanan optimis mampu berkontribusi dalam upaya dekarbonisasi dengan kerja bersama lintas sektor menjadi kuncinya. “Kita perlu bergerak cepat dan bersama-sama agar upaya dekarbonisasi bisa diterapkan, dan kami telah melakukannya di Sinar Mas Agribusiness and Meals, namun kami tidak dapat melakukannya sendirian. Sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang memberi dukungan berupa kebijakan pemerintah dan dukungan finansial yang memadai, serta inovasi teknis untuk hingga tujuan nol emisi bersama kami,” tutur Chief Sustainability & Communications Officer Sinar Mas Agribusiness and Meals, Anita Neville saat diskusi bertema Dekarbonisasi Industri Indonesia, Pelajaran dari Implementasi Rencana Nol Emisi pada gelaran Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2024 di Jakarta Conference Center, Jumat (6/9). Menurutnya, minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil, CPO) melalui biodiesel dan pembangkit energi berkelanjutan bisa berkontribusi dalam upaya dekarbonisasi. “Kami lihat peran besar yang bisa dimainkan minyak sawit dalam transisi ini. Energi terbarukan adalah bagian penting dari strategi dekarbonisasi kami sendiri. Sementara itu 92 persen energi yang digunakan dalam bisnis hulu kami adalah energi terbarukan, sebagian besar memakai pendekatan sirkular dan mengubah limbah produksi kami menjadi energi,” tutur Anita. Pentingnya kolaborasi juga diungkapkan Government Director Sinar Mas Agribusiness & Meals, Jesselyne Widjaja. “Melalui peningkatan produktivitas dan pemberdayaan petani kecil, kami bisa meningkatkan produktivitas panen sekaligus mendorong kesejahteraan mereka. Dengan kebijakan yang tepat, berbagai manfaat kelapa sawit dalam produksi bahan bakar, energi, dan biomassa berkelanjutan bisa menjadi sebagian penjelasannya. Upaya ini memerlukan tindakan kolektif,” tutur Jesslyne dalam sesi bertajuk Mendorong Masa Depan Transportasi Bebas Emisi, di Jakarta Conference Center, Kamis (5/9). Melalui peta jalan nol emisi, Sinar Mas Agribusiness and Meals fokus pada empat hal, yakni berkomitmen untuk tidak melakukan deforestasi, merehabilitasi lahan gambut yang terdegradasi, mengelola metana dari pabrik pengolahan CPO, dan beralih ke energi terbarukan dengan mengubah penggunaan batubara menjadi biomassa. Jesslyn mencontohkan program pencampuran bahan bakar B35 di Indonesia melalui penggunaan 12 juta ton biodiesel telah mampu mengurangi sampai 30 juta ton emisi gasoline rumah kaca, sekaligus menghemat devisa sebesar Rp160 triliun dari pengurangan impor bahan bakar fosil. Sementara itu kelapa sawit sendiri merupakan tanaman penghasil minyak nabati paling produktif dan efisien. “Saat Indonesia mencoba tingkat pencampuran biodiesel yang lebih tinggi, kami dari sektor industri siap mendukungnya melalui solusi pasokan yang berkelanjutan,” ungkapnya. Hal yang sepanjang ini diupayakan melalui budidaya berbasis pendekatan sirkular, peremajaan tanaman, serta pendampingan melekat atau dikenal sebagai loop tertutup inklusif, yang mempertemukan para pekebun, perusahaan pembeli sebagai pendamping, koperasi, dan dukungan skema keuangan. “Dengan dukungan lintas sektor berikut kerangka investasi yang tepat, potensi kelapa sawit bisa kita optimalkan untuk menjawab isu ketahanan pangan, energi, kesejahteraan serta mitigasi perubahan iklim melalui dekarbonisasi.” Dengan potensi ini, rekan-rekannya sesama pemateri yang berasal dari industri penerbangan menurut Jesslyne akan kesulitan hingga goal pengurangan emisi tanpa dukungan industri kelapa sawit. CEO AirAsia Tony Fernandes menyatakan bila penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) akan berdaya guna bila tersedia pasokan yang memadai dengan harga yang sesuai. “Ini bisa dicapai dengan memakai bahan baku minyak kelapa sawit mentah maupun turunannya. Produksi yang tinggi di Asia Tenggara mampu menekan harga SAF. Sayangnya, untuk saat ini negara barat masih berat untuk memakai minyak kelapa sawit.” AirAsia sendiri menurut Tony tengah melakukan pengujian penggunaan SAF yang dipasok oleh Sinar Mas. Sementara itu pilar usaha Sinar Mas di sektor pulp dan kertas pada ajang yang sama melalui Chief Sustainability Officer APP Neighborhood, Elim Sritaba menyatakan bila upaya melakukan dekarbonisasi telah berlangsung sejak tahun 2018 yang membawa berakhir dengan seluruh pemangku kepentingan sampai menghasilkan kerangka kerja yang secara berkala dipertajam, sampai paling kekinian hadir Sustainable Roadmap Imaginative and prescient atau Peta Jalan Keberlanjutan: Visi 2030, berisikan goal kemiskinan yang semakin terhubung dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB, serta didukung keterlibatan kuat para pemangku kepentingan. “Di dalamnya terdapat kriteria bagaimana kami melakukan produksi dengan karbon minimum, berikut mendapatkan keuntungan dari bahan baku dari hutan tanaman industri yang dikelola secara berkelanjutan, dengan mengedepankan pula kesejahteraan masyarakat sekitar,” katanya. Elim mencontohkan bagaimana menggalang komunitas di sekitar hutan melalui program Desa Makmur Peduli Api yang memberdayakan mereka melalui budidaya beragam komoditas berbasis kearifan lokal dan ramah lingkungan. Dari goal pengurangan emisi karbon sampai 30 persen pada tahun 2030, APP Neighborhood menurutnya telah mampu melakukan pengurangan sampai 13 persen. “Penggunaan teknologi paling kekinian yang mampu mengurangi emisi, mendapatkan keuntungan dari daur ulang limbah produksi secara maksimal, serta pemantauan dan pengukuran pencapaian peta jalan yang mumpuni, semuanya membutuhkan investasi tersendiri. Kolaborasi ini bisa menjembataninya dengan tersedianya skema keuangan hijau, maupun bersantai berupa insentif bagi sektor industri yang ramah lingkungan,” ungkapnya. Managing Director Sinar Mas, Ferry Salman mengungkapkan rasa bangganya bahwa beberapa pilar usaha bisa berpartisipasi untuk kali kedua dalam ajang IISF, sebuah wahana yang mendorong kolaborasi serta berbagi praktik terbaik lintas pihak dalam aksi dekarbonisasi lewat pertumbuhan berkelanjutan. Dirinya juga mengingatkan pentingnya kolaborasi yang didasarkan pada prinsip kesetaraan dan keterbukaan. “Sinar Mas yang tahun ini berusia 86 tahun tentu berupaya bisa terus berkelanjutan melalui pengurangan emisi. Harapannya, negara maju, _global north_ jangan hingga memakai kriteria yang membuat negara seperti Indonesia gagal menyejahterakan dirinya melalui komoditas serta sektor industri andalannya semisal sektor kelapa sawit atau pulp dan kertas. Seperti yang diungkapkan Presiden Joko Widodo saat pembukaan IISF agar kolaborasi tidak memikirkan kepentingannya sendiri. Apa lagi mitigasi perubahan iklim dan keinginan adalah kepentingan seluruh negara,” tutur Ferry.

Baca Juga:  Cendrawasih Baking Fest Bagikan Tren Bisnis Kuliner Yang Makin Cuan Di 2025

pratinjau

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini adalah pilihan terbaik kami,” tutur Jesslyne atas upaya pengurangan emisi dari industri penerbangan dengan memakai bahan bakar penerbangan berkelanjutan berbasis minyak sawit.

[ad_2]
Sumber:
https://vritimes.com/{id}/articles/e2260906-2f41-11ee-9462-0a58a9feac02/3fcad006-6f46-11ef-86e5-0a58a9feac02



Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru