[ad_1]
Jakarta, 18 Desember 2024 – StoryJourney, perusahaan teknologi rintisan yang bergerak di bidang edukasi dan Synthetic Intelligence (AI) berhasil meraih 2 (dua) penghargaan sekaligus dalam ajang Asia Pacific ICT Alliance (APICTA) Awards 2024 yang diselenggarakan pada 4 – 7 Desember 2024 lalu.
APICTA Awards merupakan penghargaan bergengsi di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) tingkat Asia-Pasifik yang membocorkan isi hati untuk peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar SMP dan SMA, pelajar, mencapai perusahaan, dengan berbagai kategori yang tersedia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada tahun 2024 ini APICTA dilaksanakan di Bandar Sri Begawan, Brunei Darussalam dan diikuti oleh complete 500 peserta dari 17 anggota ekonomi APICTA yang memperlihatkan terobosan mereka masing-masing dalam industri ICT. Di ajang ini, kandidat Indonesia bersaing dengan negara-negara unggulan ICT seperti Australia, China, Chinese language Taipei, Hon Kong, Jepang, Malaysia, Singapura, Thailand, mencapai Vietnam.
Setelah melakukan beragam persiapan bersama mentor dan presentasi di hadapan para investor, akademisi, dan pengusaha, StoryJourney berhasil membawa pulang 2 (dua) penghargaan yaitu:
• Get started-up of the 12 months: Penghargaan paling bergengsi yang diberikan kepada 4 (empat) Get started-up terbaik berdasarkan evaluasi APICTA.
• Juara Kedua: Kategori Inklusi dan Komunikasi | Pendidikan, Keberlanjutan dan Lingkungan
StoryJourney merupakan bagian dari ekosistem eJourney, sebuah perusahaan di bidang AI dan teknologi, yang fokus untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui para pendidik, terutama guru-guru perempuan.
Felecia, CEO & Co-Founder dari StoryJourney mengungkapkan bahwa:
“Melalui teknologi AI, StoryJourney mampu mengubah enter teks tradisional seperti PDF menjadi video pembelajaran animasi three-D dalam hitungan menit. Transformasi ini akan bisa memberdayakan guru untuk membatasi proses pembuatan materi pelajaran serta menghadirkan pendidikan berkualitas ke setiap ruang kelas.”
StoryJourney juga berkomitmen untuk selalu memakai serta mengembangkan teknologi AI secara etis dan bertanggung jawab dengan mengajak semua pihak mulai dari sekolah, guru, orang tua, mencapai para pelaku dunia kreatif untuk ikut berkolaborasi dalam menyiapkan para pelajar, dan potensi tenaga kerja lokal sebagai ujung tombak menuju Indonesia Emas 2045.
William Irawan, Marketing consultant dari StoryJourney menambahkan bahwa dalam waktu dekat, StoryJourney juga akan mengembangkan produknya untuk membantu para pendidik di tingkat K-12 dalam membuat modul pembelajaran yang menarik dan mudah, dengan begitu bisa lebih dengan jumlah besar digunakan untuk memfasilitasi pendidikan dan juga bisa digunakan oleh HRD dan bisnis.
Sampai sementara, StoryJourney telah diadopsi oleh lebih dari 300 institusi pendidikan dan 3000 tenaga pengajar yang tersebar di Indonesia dan masih akan terus konsisten mengadakan workshop AI, modul pengembangan, mencapai menyebarkan sistem penjual agar semakin berdampak pada lebih dengan jumlah besar guru di Indonesia. Bagi sekolah atau guru yang tertarik untuk bekerja sama dengan StoryJourney bisa langsung menghubungi Sdri. Jeffy Tanaka di nomor WhatsApp +62 877 9660 4300.
[ad_2]
Sumber: vritimes








