Upaya Pengurangan Bahaya Tembakau untuk Kesehatan Masyarakat Medan

- Penulis

Kamis, 5 Desember 2024 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upaya Pengurangan Bahaya Tembakau untuk Kesehatan Masyarakat Medan

[ad_1]

SekitarKita.id – Merokok menjadi salah satu masalah kesehatan yang serius di Indonesia, termasuk di Kota Medan. Prevalensi merokok yang tinggi tetap berhubungan dengan meningkatnya angka Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti stroke, penyakit jantung, dan cancer. Dalam rangka menurunkan prevalensi merokok dan mencegah PTM, Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) menggelar diskusi dengan tema “Penerapan Pengurangan Bahaya dalam Menekan Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular di Kota Medan” pada November 2024. Diskusi ini mengangkat pentingnya strategi edukasi keterkaitan pengurangan bahaya tembakau (tobacco hurt relief) sebagai solusi untuk masalah tersebut.

Para mahir kesehatan yang hadir dalam diskusi, seperti Prof. dr. Mariatul Fadilah dan Dr. dr. Cashtry Meher, menekankan pentingnya pendekatan yang lebih komprehensif dalam mengatasi kebiasaan merokok. Prof. Mariatul menjelaskan bahwa perokok dewasa tak henti-hentinya kesulitan berhenti secara langsung, dengan begitu dibutuhkan edukasi yang sangat dalam tentang pendekatan hidup sehat serta dukungan sosial untuk membantu mereka berhenti merokok. Untuk saat ini, Dr. Cashtry menambahkan bahwa konsep pengurangan bahaya tembakau, termasuk penggunaan produk tembakau alternatif seperti vape atau produk tembakau yang dipanaskan, bisa menjadi pilihan bagi perokok untuk mengurangi dampak buruk merokok terhadap kesehatan.

Konsep pengurangan bahaya tembakau, yang juga didukung oleh bukti ilmiah, memperlihatkan bahwa produk tembakau alternatif mempunyai risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan rokok. Salah satu studi yang dipresentasikan dalam diskusi memperlihatkan bahwa perokok yang beralih ke produk tembakau alternatif merasakan penurunan risiko kesehatan, termasuk penurunan kadar TNF-α yang tetap berhubungan dengan peradangan. Hal ini memberikan dasar ilmiah untuk memperkenalkan penggunaan produk tembakau alternatif sebagai langkah pengurangan risiko bagi perokok dewasa.

Kolaborasi antara pemerintah, tenaga medis, dan pemangku kepentingan lainnya sangat penting dalam mensukseskan upaya pengurangan bahaya tembakau ini. Dr. Cashtry mengusulkan agar Pemerintah Kota Medan memberi dorongan untuk program edukasi tentang pengurangan bahaya tembakau melalui berbagai saluran, termasuk Puskesmas, serta mengintegrasikan pendekatan ini dengan program skrining PTM. Diharapkan langkahnya ini akan mengurangi prevalensi merokok dan PTM, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kota Medan.

Sumber: VRI TIMES

[ad_2]

Source link



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru