Wajah Baru Ekspor Ternama Tiongkok: Nada, Cerita, dan Kode

- Penulis

Selasa, 9 Desember 2025 - 01:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Otomotif, JAKARTA – Tak ada yang bisa membantah bahwa Tiongkok telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi dan industri yang dihormati secara global. Dari sebuah negara yang sebelumnya tertutup, kini negara ini berubah menjadi pusat inovasi yang menggegerkan peta dunia.

Yang lebih mengagumkan lagi, perubahan ini tidak hanya terjadi di sektor manufaktur tradisional, namun juga menyebar ke inti ekonomi kreatif. Tradisi, teknologi, dan kisah-kisah lokal diubah menjadi barang dagangan yang mempunyai pengaruh global. Ini dia wajah baru Tiongkok yang kini bukan hanya mengikuti, namun memimpin arah perkembangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Movie animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2, sampai bulan Juni 2025 telah menghasilkan pendapatan sebesar 2,13 miliar dolar Amerika Serikat (sekitar Rp35,5 triliun) dengan jumlah penonton sampai 324 juta orang. Prestasi luar biasa ini menjadikannya sebagai movie yang paling dengan jumlah besar ditonton sekaligus menghasilkan pendapatan terbesar dalam sejarah Tiongkok. Movie ini bukan hanya sekadar sukses di field office, namun juga menjadi sebuah pernyataan penting.

Cerita tentang dewa muda pemberontak dari mitos kuno yang dikombinasikan dengan animasi terkini dan sentuhan emosional menjadi fenomena tradisi di Tiongkok maupun skala global. Jangkauan internasionalnya terlihat dari tayangan di lebih dari 30 negara dan wilayah, termasuk yang terkini, tersedia bagi penonton luas melalui layanan OTT Netflix.

Keberhasilan movie Ne Zha 2 bukanlah kejadian yang murni kebetulan. Movie ini merupakan salah satu hasil karya dari industri kreatif Tiongkok yang memang mendapat dukungan penuh dari pemerintah Tiongkok sejak tahun 2000 sampai 2019, termasuk bantuan dana dan pengembangan infrastruktur tradisi. Pemerintah sangat menyadari bahwa kekuatan tradisi merupakan bentuk kekuatan lembut yang sangat efektif.

Hasil dari kebijakan yang strategis tersebut tampak jelas. Berkembangnya sektor seni dan tradisi serta munculnya berbagai bentuk industri kreatif didukung oleh observasi dan pengembangan yang semakin berkembang. Ekosistem kreatif mulai tumbuh.

Laporan dari Badan Statistik Nasional (NSB) Tiongkok pada tahun 2024 memperlihatkan bahwa pendapatan bisnis dan industri tradisi di negara tersebut sampai 19,142 triliun yuan atau sekitar Rp44,8 kuadriliun—naik 7,1 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka yang fantastis ini mengindikasikan bahwa sektor tradisi bukan lagi sekadar pelengkap, namun telah menjadi fondasi ekonomi yang stabil.

Sektor tradisi maksudnya meliputi berbagai bidang yang sangat luas: seni (barang antik, pertunjukan, musik, dan fotografi), media (penerbitan, movie, televisi, serta radio) dan layanan konsultasi desain (desain produk, arsitektur, mode, perangkat lunak, game, serta iklan). Ini dia fondasi dari ekonomi kreatif Tiongkok yang terus berkembang.

Kreativitas di Changsha: Pusat Kepintaran Baru

Salah satu pusat industri kreatif yang paling terang di Tiongkok adalah Changsha, ibu kota provinsi Hunan di bagian tengah Tiongkok. Kota ini bukan hanya sekadar kota biasa; ia dapatkan gelar “Kota Seni Media” dari UNESCO. Berapa orang juga menyebutnya sebagai “Kota Tradisi Asia Timur” dan menjadi salah satu kota sejarah dan tradisi nasional pertama.

Prestasi Changsha tidak berhenti mencapai di sana. Kota ini juga terpilih sebagai salah satu dari sepuluh kota di Tiongkok yang mempunyai “Zona Percontohan Inovasi dan Pengembangan Kecerdasan Buatan Generasi Baru Nasional” untuk memberi dukungan perkembangan industri kecerdasan buatan (AI) di berbagai tingkatan. Bentuknya jelas: setidak-tidaknya 2.500 perusahaan di bidang AI beroperasi di kota tersebut.

Industri tradisi dan kecerdasan buatan di Changsha menemukan penerapannya yang paling nyata dalam sebuah fenomena: drama pendek yang mendapatkan keuntungan dari teknologi AI untuk meningkatkan proses kreatif dan penyebaran. Dengan adanya dubbing ke berbagai bahasa dalam waktu sangat singkat melalui alat penerjemahan video berbasis AI, mikro drama Tiongkok berhasil menyebar ke seluruh dunia.

Baca Juga:  8 Tim Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Peluang Indonesia Terbuka?

Ciri khas dari drama China berbentuk mikro adalah durasi yang sangat pendek, biasanya hanya tiga sampai delapan menit according to episode, bahkan ada yang hanya berlangsung 60-120 detik. Meski pendek, cerita yang disajikan tetap padat, penuh emosi, dan penuh dengan kejutan dalam alur, sesuai dengan gaya konsumsi media generasi virtual.

Berdasarkan knowledge The Micro-Drama Financial system 2025yang dikeluarkan Media Companions Asia (MPA), pendapatan dari drama mikro di Tiongkok pada 2025 sampai 9,4 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp156,06 triliun dan diprediksi akan meningkat sampai 16,2 miliar dolar Amerika Serikat atau Rp265,07 triliun pada 2030. Sebuah pasar yang berkembang secara eksponensial.

Pendapatan yang fantastis berasal dari delapan “platform” mikro drama Tiongkok yaitu DramaBox, DramaWave, FlickReels, GoodShort, MoboReels, NetShort, ReelShort, dan ShortMax. Keseluruhan platform ini terus-menerus melakukan iklan di media sosial seperti Instagram, TikTok, dan jejaring sosial lainnya, sampai audiens dunia.

Laboratorium Malanshan: Mesin Pemacu Globalisasi Konten

Satu sektor pendukung drama mini China yang paling penting adalah “Laboratorium Audio-Visible Malanshan” di Kecamatan Kaifu, Changsha. Tempat ini menjadi garis depan dalam mengatasi hambatan bahasa.

Di laboratorium suara milik pemerintah setempat, dengan sekali klik, sebuah episode mikro drama berbahasa Mandarin yang berdurasi 5 menit bisa langsung diubah menjadi bahasa Inggris dalam waktu 30 menit. Kecepatan ini tidak mungkin saja dicapai memakai metode tradisional.

Mobil AITO yang menjadi lambang perkembangan teknologi antara Indonesia dan Tiongkok. – (Kadin Indonesia Komite Tiongkok)

“Dengan tingkat akurasi di atas 90 persen, efisiensinya meningkat beberapa kali dibandingkan dengan penggunaan penerjemah manusia,” kata staf Malanshan, Liu Ziming. Ia hanya perlu menyesuaikan ukuran dan posisi teks subtitle secara handbook, lalu satu episode drama mikro siap didistribusikan ke di luar negeri.

Laboratorium Audio-Visible Malanshan merupakan pusat inovasi yang dibangun oleh pemerintah daerah Hunan pada Juli 2024. Fokusnya adalah meningkatkan kualitas konten audio dan visible pasca-produksi untuk movie, televisi, animasi, dan permainan. Visinya jelas: menjadi pusat teknologi audio-visual nasional terkemuka.

Teknologi inti yang digunakan di laboratorium tersebut adalah sistem penerjemahan video yang terhubung dengan kecerdasan buatan. Sistem ini tidak hanya menghasilkan terjemahan teks yang akurat, namun juga menjaga nuansa emosional dari materi asli, menghasilkan suara yang ekspresif dan hampir mirip dengan manusia.

Sementara itu, sistem tersebut mampu menerjemahkan teks ke lebih dari 100 bahasa dan menyediakan suara untuk lebih dari 20 bahasa. Perbedaan waktunya sangat mencolok: mikrodrama yang berdurasi 120 menit biasanya membutuhkan waktu 1-2 minggu untuk diproduksi secara handbook, namun dengan bantuan AI hanya memerlukan waktu 3-4 jam.

Memakai ekosistem produksi yang semakin maju, jumlah perusahaan dan produk konten yang spesialis dalam mikro drama semakin meningkat. Tahun ini, dua drama mikro dari perusahaan Hunan Zhongshijie Tradition Communique berjudul The Ascent dan The Legislation Queen diluncurkan ke di luar negeri dengan mendapatkan keuntungan dari teknologi penerjemahan berbasis AI, dan langsung ditonton sebanyak 30 juta dan 40 juta kali.

Selain memberikan pengalaman yang lebih mendalam secara dramatis, laboratorium ini juga mendapatkan keuntungan dari kecerdasan buatan untuk menghasilkan konten yang tidak mungkin saja ada di dunia nyata. Contohnya, dengan memakai foto lama dari abad ke-20, lalu mengubahnya menjadi animasi pendek tentang kehidupan tokoh tersebut yang terlihat sangat realistis, termasuk suara dari tokoh tersebut.

“Padahal kami tidak menyatakan diri sebagai perusahaan AI audiovisual terbaik di dunia, teknologi kami jelas mempunyai keunggulan dalam satu aspek. Kami mampu menyalin ekspresi dan nada karakter drama video secara akurat sepanjang proses penerjemahan bahasa. Setidak-tidaknya di bidang ini, kami adalah yang sangat baik di Tiongkok,” kata Kepala Pengembangan Ekosistem Industri Laboratorium Audio-Visible Malanshan, Hu Guang.

Baca Juga:  Tecno Phantom V Fold2 mendarat di Konsol Google Play dan mengungkap beberapa spesifikasi

Sejak bangun tahun lalu, laboratorium tersebut telah mengembangkan paling minim 10 perangkat audiovisual dan sementara waktu sedang memperluas pengembangan 28 produk lainnya. Komitmen mereka terhadap inovasi tidak dapat dipandang remeh.

“Kami mengambil keputusan membuka kantor di Changsha sebab menjadi pusat inovasi audiovisual di Tiongkok. Kota ini menjadi tempat tinggal bagi berbagai perusahaan produksi ternama, termasuk yang paling terkenal di Tiongkok, yaitu Hunan Tv dan layanan streaming on-line Mango TV,” kata Hu.

Mencapai sementara waktu, lebih dari 2.000 mikro drama telah diterjemahkan dan diubah oleh Malanshan, dengan complete durasi konten melebihi 200.000 menit dan telah ditonton lebih dari 5 miliar kali. Prestasi ini memperlihatkan betapa hebatnya kerja sama antara kreativitas dan teknologi.

Hotone Audio: Menghidupkan Lagu untuk Dunia

Selain Malanshan, Changsha juga merupakan tempat tinggal bagi Hunan Hotone Audio, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang audio dan alat musik dengan lini produk utama seperti pedal gitar, amplifier, pembuat efek suara, serta aksesori alat musik. Perusahaan ini menjadi contoh sempurna bagaimana fokus pada spesialisasi dan kualitas dapat sampai pasar global.

Produk andalan Hotone adalah perangkat efek musik seri Ampero (seperti Ampero II Stomp, Ampero II Degree) yang merupakan efek gitar lengkap serta pedal efek seperti Soul Press II, serta produk audio seperti antarmuka USB JOGG. Nama baik Hotone terutama dibentuk oleh teknologi pemodelan amplifier dan efek digitalnya yang canggih.

Seri Ampero, andaikan, mendapatkan keuntungan dari mesin khusus untuk meniru nada dan respons dinamis amplifier serta pedal analog klasik secara virtual, terutama peralatan lawas dari tahun 1960-an sampai 1980-an. Sebuah penghargaan terhadap masa lalu dengan teknologi sementara waktu.

Di kantor sekaligus pabrik Hotone di Changsha, terdapat tulisan dalam bahasa Mandarin yang berarti “Memakai inovasi teknologi untuk menghasilkan nada dunia”. Itulah prinsip yang mereka pegang teguh.

Wakil Presiden Hotone, Chen Le, menyatakan bahwa dengan pengalaman mendalam dalam pemrosesan sinyal virtual, perusahaan terus mengembangkan penerapan teknologi terbaru dan musik. Mereka memakai AI untuk meningkatkan kualitas suara dan secara tepat mereproduksi nada gitar klasik dari berbagai masa melalui algoritma virtual.

Sebagai contoh, prosesor multi-efek andalan Hotone, yaitu Ampero II Degree, menggabungkan teknologi Composite Dynamic Circuit Modeling Prime Definition (CDCM HD) dan Box Impulse Reaction Enhancement (FIRE) khas Hotone, dengan begitu menghasilkan efek gitar dengan suara berkualitas profesional.

“Asia Tenggara selalu menjadi pasar utama bagi kami, dengan respons yang terbaik dari konsumen di negara-negara seperti Thailand, Indonesia, dan Vietnam,” kata Chen Le yang menggunakan topi fedora untuk memperlihatkan sisi seninya.

“Negara-negara tersebut mempunyai komunitas musik yang aktif dan suasana yang menyenangkan untuk bermain musik. Sejumlah besar orang yang bekerja di siang hari lalu memainkan gitar saat gelap gulita di jalanan, atau di bar dan kafe musik dengan begitu produk-produk kami mendampingi para penggemar musik di sana,” kata Chen Le.

Dari Indonesia, musisi jazz Nathania Jualim dikenal sebagai penggemar setia produk Hotone, termasuk gitar listrik. Sebuah bukti bahwa kualitas barang buatan Tiongkok telah diakui oleh para musisi global.

Yang menarik, perakitan dan pengujian efek musik tersebut sebagian besar masih dilakukan secara handbook dan dengan pendengaran para pekerja. Chen menyatakan bahwa mesin-mesin masih belum mempunyai kepekaan yang diperlukan untuk mengelola instrumen-instrumen presisi seperti itu.

Baca Juga:  ICQ akhirnya tidak ada lagi bulan depan

“Tetapi, otomatisasi akan tiba pada pada suatu saat ketika teknologi sudah cukup berkembang untuk berfungsi secara sempurna. Kami sedang menantikan masa itu,” ujar Chen. Sebuah pengakuan bahwa di balik teknologi canggih, sentuhan manusia tetap tidak dapat digantikan—pada sementara waktu.

Hunan Sijiu Expertise: Menginspirasi Kreator Pribadi

Satu lagi perusahaan kreatif di Changsha adalah Hunan Sijiu Expertise, sebuah perusahaan yang memproduksi mesin Do It Your self (DIY) yang menawarkan berbagai alat seperti mesin sablon, mesin cetak, mesin pemotong, serta alat lainnya yang memberi dukungan proses kreativitas dalam aktivitas DIY. Perusahaan ini sangat paham akan semangat manusia untuk menghasilkan sesuatu.

Hunan Sijiu mendapatkan keuntungan dari celah pasar yang sempit tetapi setia di negara-negara Eropa dan Amerika Utara yang mempunyai kebiasaan membuat produk mewah serta memperlihatkan ciri khas pribadi. Mereka menargetkan para pengrajin rumahan.

Kepala Eksekutif Pemasaran Hunan Sijiu Expertise, Oak Lin, menyatakan bahwa riset pasar awal mereka memperlihatkan adanya tradisi DIY yang kuat di Eropa dan Amerika Utara, di mana hampir semua rumah tangga mempunyai kotak peralatan. Masyarakat di sana biasanya menghabiskan akhir pekan untuk membuat atau memperbaiki barang sendiri, dengan begitu mendorong pertumbuhan pesat permintaan alat dan bahan keterkaitan DIY.

“Penjualan kami di Amerika merasakan peningkatan signifikan sepanjang pandemi. Sebab dengan jumlah besar orang yang terjebak di dalam rumah, mesin kami menjadi solusi perfect bagi penyandang disabilitas yang membutuhkan kebebasan. Mesin ini memungkinkan mereka untuk berkarya secara mandiri dan dapatkan penghasilan,” kata Qiu Feiyun, seorang rekan lainnya.

Perusahaan yang didirikan oleh seorang penduduk asli Hunan pada tahun 2018 memperlihatkan bagaimana mendapatkan keuntungan dari mesin potong, desain, cetak, dan sablon secara mandiri, sederhana, serta dalam waktu singkat. Mesin sablon yang terlihat seperti printer kertas biasa dengan warna hijau muda dan merah dadu terlihat “menarik” sekaligus “fungsional”.

Teknologi mutakhirnya, termasuk mesin cetak cerdas dan alat press panas, dikombinasikan dengan perangkat lunak berbasis AI, memudahkan para desainer dan kreator dalam mengcustom pakaian, dekorasi, serta barang lainnya. Sijiu juga menawarkan bahan-bahan tambahan seperti kertas, tinta, dan sebagainya untuk memastikan proses dari ide sampai hasil akhir sangat berjalan lancar.

Produk terkini mereka lebih non-public lagi: sebuah mesin yang mampu menciptakan casing iPhone 17 sesuai dengan permintaan pengguna. Pengguna hanya perlu untuk memilih bahan, warna, dan motif yang diinginkan, lalu perangkat akan langsung menghasilkan desain khusus yang diminta.

Meski demikian fokus pada pengembangan alat kreatif DIY yang canggih, Sijiu juga menghasilkan bahan habis pakai pendukung, perangkat lunak, serta konten grafis inovatif. Pengguna dapat dengan mudah merealisasikan gagasan mereka dalam berbagai produk seperti kaos, tas, gelas, tumbler, sampai plakat kayu.

“Kami akan terus memperkuat investasi di bidang R&D dan inovasi dalam pengembangan produk, dengan begitu para penggemar DIY global dapat menghargai keindahan kreativitas serta manufaktur Tiongkok,” ujar Oak Lin. Sebuah komitmen bahwa inovasi dari Tiongkok akan tetap berlanjut.

Bagaimanapun juga, kreativitas akan terus berkembang. Ia hadir baik di dalam pikiran manusia maupun dalam mesin dan industri yang merupakan hasil dari ciptaan manusia itu sendiri. Tiongkok, dengan segala sumber dayanya, telah membuktikan bahwa mereka bukan hanya peserta, namun juga pemimpin utama dalam proses inovasi global ini. Mereka telah menemukan method uniknya: kerja sama yang saling melengkapi antara warisan tradisi, ambisi industri, dan inovasi teknologi. Dan cerita ini masih jauh dari selesai.



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025
Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi
Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?
Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?
Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Andai Tidak Dapat Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin saja Tua Lebih Cepat, Tutur Psikologi

Berita Terkait

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:59 WIB

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:14 WIB

Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:44 WIB

Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:59 WIB

Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?

Rabu, 10 Desember 2025 - 19:29 WIB

Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai

Berita Terbaru