Biasanya kita lihat burung merpati (famili Colubidae) dengan warna yang klasik, seperti hitam, putih, abu-abu, dan cokelat. Tetapi, terdapat kerabat dekat burung merpati yang dikenal sebagai burung walik atau dara buah (genusPtilinopus) yang mempunyai deretan warna menarik. Beberapa yang paling mencolok adalah walik emas (Ptilinopus luteovirens).
Bagaimana tidak? Burung ini mempunyai bulu berwarna kuning keemasan yang jelas terlihat mencolok ketika dilihat langsung. Selain warna tersebut, terdapat juga warna hijau di dekat mata serta garis hitam di bagian dada dan punggung. Tetapi, nyatanya hanya jantan yang mempunyai warna cerah ini. Sebab betina justru memperlihatkan warna hijau tua, dengan begitu perbedaan bentuk antara jantan dan betina pada burung walik emas sangat jelas dan mudah dikenali.
Berdasarkan ukurannya, burung walik emas termasuk dalam kategori burung berukuran sedang. Panjang tubuhnya sekitar 20 cm dengan rentang sayap sekitar 38—45 cm dan berat badan antara 72—172 gram. Selain penampilan dan ukuran, kita juga akan membahas fakta menarik lain mengenai walik emas agar lebih mengenal burung indah ini. Jadi, andai penasaran, langsung saja gulir layar kamu ke bawah!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Peta penyebaran dan lingkungan alami habitat
Sebaran burung walik emas terbatas dan berada di daerah yang jauh dari daratan yang luas. Hal ini sebab hewan tersebut merupakan spesies endemik Kepulauan Fiji, khususnya di Pulau Viti Levu, Ovalau, Gau, Waya, dan Beqa. DilansirInformation Zone via Birdlife, luas arena yang menjadi penyebaran burung ini sekitar 20 ribu km persegi saja.
Tidak hanya itu, habitat favorit walik emas terbatas pada satu jenis saja, yaitu hutan hujan tropis yang terdapat di pulau-pulau tersebut. Meski demikian demikian, ketinggian tempat yang ditemui burung ini cukup beragam, mulai dari 0 mencapai 2.000 meter di atas permukaan laut. Artinya, walik emas bisa ditemukan di dataran rendah, dataran tinggi, mencapai bukit-bukit di wilayah penyebarannya alami.
2. Makanan kesukaan dan kebiasaan sehari-hari
Mengenai masalah makanan, burung emas termasuk dalam kategori hewan omnivora yang artinya mengonsumsi berbagai jenis makanan.Animalia menyebutkan bahwa makanan utama burung ini terdiri dari buah-buahan kecil, buah beri, dan serangga. Sebelum mencari tau makanan, mereka terlebih dahulu bangun di dahan pohon sambil mengamati sekitarnya. Andai menemukan makanan, burung emas akan langsung mendekat dan memakan makanan tersebut secara langsung.
Saat terbang mendekati makanan atau berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya, burung walik emas menggerakkan sayapnya dengan cepat. Pergerakan burung ini terlihat gesit, meski demikian tinggal di lingkungan yang penuh dengan pepohonan. Mereka termasuk hewan diurnal, yang berarti aktivitas bergerak dan mencari tau makan selalu dilakukan saat matahari masih terang, khususnya di pagi dan sore hari.
Selain itu, mereka cenderung bersifat sosial sebab selalu berada bersama pasangan atau individu lain di pohon yang sama. Interaksi sosial mencakup saling merawat, bekerja sama menjaga wilayah, serta berkomunikasi. Meski demikian termasuk hewan sosial, terkadang walik emas juga bisa melakukan rutinitas secara mandiri.
3. Bisa menghasilkan nada yang berbeda
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, salah satu bentuk interaksi antar walik emas adalah melalui komunikasi suara. Mengenai hal ini, mereka mempunyai berbagai jenis nada yang khas. Memang, secara umum, keluarga burung merpati mampu menghasilkan beberapa bunyi yang khas. Tetapi, walik emas tampaknya mampu meniru suara hewan lain saat berkomunikasi dengan rekan sesamanya.
Dilansir Curious Species, burung ini menghasilkan bunyi deretan cicit nada dalam yang terdengar mirip suara anjing menggonggong. Selain suara khas tersebut, burung emas mampu mengeluarkan bunyi lain, seperti suara kasar tajam, geraman nada rendah, serta bunyi menyerupai dengkuran. Fungsi dari suara tersebut pastinya beragam. Beberapa digunakan untuk memanggil pasangan maupun memberi peringatan tentang keberadaan bahaya.
4. Sistem reproduksi
Musim perkawinan untuk burung walik emas biasanya terjadi pada bulan Juni mencapai Juli. Pada nyatanya, tak ada catatan yang jelas mengenai adanya ritual khusus dalam berkawin dari spesies ini, tetapi diprediksi bahwa mereka termasuk hewan yang monogami, yaitu setia pada satu pasangan saja. Pasangan yang terbentuk akan bekerja sama membangun sarang di atas pohon memakai bahan tumbuhan yang tersedia di sekitar.
Kemudian, betina secepatnya bertelur di dalam sarang tersebut.Chook Friend menyebutkan bahwa betina biasanya hanya menghasilkan 1—2 telur berwarna putih setiap musim kawin. Diprediksi bahwa telur tersebut membutuhkan masa inkubasi sepanjang 14 hari, berdasarkan pada kerabat dekat spesies lain yang ada di Fiji. Meski demikian tugas jantan juga sama, betina mempunyai peran lebih besar sekali dalam menjaga dan merawat anak-anak. Di alam, usia maksimal yang dapat dicapai oleh walik emas diprediksi sampai 8—12 tahun.
5. Standing konservasi
IUCN Red Checklist mencatat bahwa standing konservasi burung emas masih termasuk dalam kategori hewan yang mempunyai risiko rendah (Least Fear). Selain itu, kecenderungan jumlah penduduk tergolong stabil, meski demikian tak ada information pasti mengenai complete populasi yang berada di selama arena penyebaran mereka. Hal ini tergolong menakjubkan mengingat penyebaran walik emas yang terbatas.
Meski demikian demikian, masih terdapat ancaman yang mengancam burung ini yang pasti tidak lepas dari dampak tindakan manusia. DilansirChook Friend, ancaman terbesar bagi walik emas adalah pembukaan lahan yang digunakan sebagai wilayah permukiman manusia. Kerusakan hutan tidak hanya membuat mereka kehilangan tempat tinggal, namun juga menyulitkan proses pencarian makanan. Belum lagi, munculnya predator asing yang diintroduksi oleh manusia menjadi ancaman baru bagi walik emas sebab mereka belum terbiasa dengan cara berburu dari predator tersebut.
Berkaitan dengan berbagai permasalahan tersebut, perlindungan terhadap burung walik emas dan spesies burung walik lain yang ada di Fiji nyatanya sudah selayaknya dilakukan. Untungnya, kesadaran masyarakat setempat untuk menjaga lingkungan mulai berkembang, serta upaya perlindungan hukum terhadap berbagai spesies hewan endemik Kepulauan Fiji terus didorong agar bisa diwujudkan. Semoga pola pikir bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati bisa diterapkan dalam upaya konservasi seluruh spesies hewan di Bumi, ya!
5 Fakta Mengenai Burung Andean Cock of the Rock, Burung Nasional Peru yang Menarik 7 Fakta Menarik Burung Hering Kepala Putih, Tidak Dapat Jauh dari Asem Buto 5 Fakta Burung Inexperienced Bearded Helmetcrest, Spesies Berjenggot Asal Kolombia








