5 Pabrik Kapur di Cipatat Ditutup Permanen, KDM: Penerima Bantuan Bertambah Jadi 1.000 Orang

- Penulis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) saat kunjungan ke Kota Cimahi (foto: istimewa)

i

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) saat kunjungan ke Kota Cimahi (foto: istimewa)

SEKITARKITA.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) memastikan sebanyak lima pabrik kapur di kawasan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah ditutup secara permanen.

Penutupan dilakukan setelah perusahaan-perusahaan tersebut dinilai melakukan berbagai pelanggaran serius terhadap ketentuan yang berlaku.

Hal ini dikatakan KDM usai menghadiri Rapat Koordinasi Program Pencegahan Korupsi Monitoring Controlling for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat, Selasa (4/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut orang nomor satu di Jawa Barat ini, keputusan penutupan permanen tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menegakkan aturan, terutama terkait aspek lingkungan, perizinan, hingga ketenagakerjaan.

“Sudah ditutup permanen karena sudah melanggar dari sisi apa pun,” kata Dedi.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) saat kunjungan ke Kota Cimahi (foto: istimewa)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) saat kunjungan ke Kota Cimahi (foto: istimewa)

Meski demikian, Dedi menegaskan pemerintah tidak akan mengabaikan nasib para pekerja yang terdampak akibat penutupan lima pabrik kapur tersebut. Pemprov Jawa Barat telah menyiapkan bantuan sosial serta program alih profesi bagi para pekerja.

Baca Juga:  Ngeri! Bentrok Geng Motor di Bandung Barat, 1 Orang Tewas Kena Sabetan Sajam

Ia mengungkapkan, jumlah calon penerima bantuan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan data awal. Semula tercatat sekitar 508 pekerja, namun berdasarkan pendataan terbaru jumlahnya kini mendekati 1.000 orang.

“Biasanya kalau sudah dengar akan mendapat bantuan, angkanya berubah-ubah. Karena itu kami masih melakukan identifikasi agar benar-benar yang terdata adalah mereka yang bekerja di sektor pertambangan maupun industri kapur,” ujarnya.

Dedi menambahkan, proses verifikasi akan dilakukan secara ketat agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. Pemerintah ingin memastikan bahwa penerima merupakan pekerja yang benar-benar terdampak penutupan aktivitas pertambangan dan industri kapur di kawasan Cipatat.

Selain bantuan sosial, para pekerja juga akan mendapatkan pendampingan melalui program penempatan kerja dan alih profesi agar memiliki peluang memperoleh mata pencaharian baru.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menekan dampak sosial akibat penutupan pabrik, sekaligus memastikan penegakan hukum terhadap pelanggaran lingkungan dan ketenagakerjaan tetap berjalan tanpa mengesampingkan kesejahteraan masyarakat yang terdampak.

Penutupan lima pabrik kapur di Cipatat menjadi salah satu kebijakan tegas Pemprov Jawa Barat dalam memperbaiki tata kelola industri dan pertambangan, dengan harapan tercipta keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, serta keselamatan dan kesejahteraan para pekerja.

Baca Juga:  Rocker veteran Inggris The Comfort Boys mengadakan pertunjukan reuni dadakan

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan
Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026
Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Kamis, 24 September 2026 - 19:12 WIB

Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Kamis, 24 September 2026 - 12:42 WIB

Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala

Rabu, 23 September 2026 - 22:27 WIB

Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 

Rabu, 23 September 2026 - 21:29 WIB

Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Berita Terbaru