Tagih janji Pj Bupati KBB, pedagang kios pasar Tagog Padalarang minta segera tertibkan PKL

- Penulis

Minggu, 5 Mei 2024 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pedangan Kaki Lima di sekitar pasar Tagog Padalarang (Foto: Luki)

i

Pedangan Kaki Lima di sekitar pasar Tagog Padalarang (Foto: Luki)

Bandung Barat, SekitarKita.id – Pedagang pasar kios Tagog Padalarang keluhkan adanya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada tepat di sekitaran depan pasar, yang semakin hari terus bertambah jumlahnya, dan belum mendapatkan perhatian dari Pemerintah.

Selain mengurangi penghasilan seluruh penjualan para pedagang yang berada dalam kios pasar utama, juga dianggap banyak mengganggu lalu lintas hingga selalu nampak kemacetan pada akses jalan itu.

Keluhan itu disampaikan langsung Endang Ruhiat Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Tagog Padalarang (P3TP) didampingi sekretarisnya Asep Burhanudin, yang menyampaikan secara langsung kepada SekitarKita di ruang kerjanya, Sabtu, (4/5/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mewakili para pedagang memang jelas sangat keberatan dengan keberadaan PKL yang ada di depan itu, karena pastinya seluruh pendapatan pedagang kios di sini menjadi drastis menurun sehingga tidak sedikit pemilik kios yang akhirnya menjual kiosnya lagi karena kurang pembeli,” Tutur Endang.

Endang Ruhiat juga merasa kecewa karena sudah dua kali mengirimkan surat ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat untuk solusi penertiban PKL ini, namun sampai saat ini belum pernah ada tanggapan sama sekali.

Baca Juga:  Puluhan orang ditangkap dalam protes akhir pekan di kampus-kampus AS Oleh Reuters

Dari kondisi ini hari ke hari para pedagang PKL kini semakin bertambah jumlahnya yang pastinya menjadi tampilan tata kota yang tidak menarik lagi bagi wajah pusat kota Padalarang itu.

“Waktu dulu, tujuan pembangunan pasar ini disepakati untuk menertibkan para pedagang kaki lima yang sangat mengganggu lalu lintas sampai jadi macet tiap hari, apalagi ini ada di ruas jalan nasional, yang dipandang kumuh, setelah sudah dibangun ehh Kaki lima malah tambah banyak, berarti sama aja bohong dong,” paparnya kembali.

Endang memaparkan, bahwa Ia bersama para pengurus paguyuban lainnya pernah mengirimkan surat ke DPRD, dan langsung mendapatkan kesempatan audensi dari DPRD KBB yang dihadiri juga oleh Instansi DISHUB, Satpol PP, dan juga Dinas Lingkungan Hidup, namun sampai saat ini tetap masih belum ada realisasinya.

“Kami sudah pernah kirim surat dua kali untuk audensi ke Pemda KBB tapi sama sekali belum ada panggilan untuk pertemuan dan solusi, kemudian kita lanjut kirimkan surat ke DPRD KBB kita langsung Audensi didampingi beberapa instansi Pemda, namun tetap saja penertiban PKL hingga kini tidak ada realisasinya,” jelas Endang kembali.

Baca Juga:  Prabowo Tegaskan 4 Warga Tewas di Makassar Akibat Ulah Perusuh, Bukan Aspirasi Damai

Pada kesempatan lain, Endang dan para pengurus lainnya dapat bertemu langsung dengan Pj Bupati Arsan latif saat meninjau harga sembako saat jelang Ramadhan beberapa bulan yang lalu, dan menyampaikan terkait keluhan adanya PKL tersebut.

“Kebetulan kita dapat bertemu langsung sama Pak PJ Arsan, dan beliau berjanji untuk dapat melakukan proses penertiban PKL setelah usai Lebaran ini, tapi sampai sekarang masih belum ada realisasi juga,” paparnya.

Dari hal tersebut, pihak paguyuban pasar dan juga para pedagang menjadi tanpa arah dan kebingungan untuk mencari solusi ini, karena hal tersebut yang menjadi tanggung jawab Pemda KBB belum juga memberikan realisasi penertiban itu.

Endang dan pengurus lainnya juga sangat mengeluhkan sejak adanya kepemimpinan Satpol PP KBB baru ini belum pernah memberikan solusi dalam hal penertiban PKL di pasar Tagog.

“Kalau dulu Kasatpol PP nya pas Asep Sehabudin untuk soal PKL selalu ada penertiban dan kami merasa dapat perlindungan, tapi sejak ganti Kasatpol PP baru malah tambah amburadul penataan kota jadi tidak enak dipandang,” pungkas Endang.

Baca Juga:  Minyak bertahan karena ancaman pasokan, mencapai stage tertinggi tahun 2024 selama sesi Oleh Reuters

Hingga berita ini ditayangkan, Redaksi sudah menghubungi Pj Bupati Arsan Latif namun belum memberikan jawaban terkait janji penertiban PKL yang dijanjikan oleh Paguyuban pedagang ini.***



Berita Terkait

Bupati Jeje Maknai Hari Buruh dengan Kegiatan Edukatif dan Positif Bahaya Narkoba bagi Buruh
Teror Rampok Berkedok Pocong Viral di Bandung Barat, Warga Padalarang Resah
Bupati Jeje Apresiasi Persib Bandung Juara Super League 2026, Bobotoh Diimbau Tetap Tertib
Pawai Juara PERSIB 2026 Disambut Lautan Bobotoh, Tradisi Sejak 1937 Terus Berlanjut
PERSIB Cetak Sejarah! Jadi Klub Pertama Juara Liga Indonesia Tiga Kali Beruntun
Belatung Ikut Ngantor, Sampah Jadi Pegawai Teladan di Ngamprah Bandung Barat
Bojan Hodak Sebut Beckham Putra dan Federico Barba Layak Raih Penghargaan Bergengsi
Selamatkan Warisan Sunda, Bandung Barat Targetkan Verifikasi Naskah Kuno Pertama di 2026

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 07:32 WIB

Bupati Jeje Maknai Hari Buruh dengan Kegiatan Edukatif dan Positif Bahaya Narkoba bagi Buruh

Senin, 25 Mei 2026 - 02:16 WIB

Teror Rampok Berkedok Pocong Viral di Bandung Barat, Warga Padalarang Resah

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:50 WIB

Bupati Jeje Apresiasi Persib Bandung Juara Super League 2026, Bobotoh Diimbau Tetap Tertib

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:46 WIB

Pawai Juara PERSIB 2026 Disambut Lautan Bobotoh, Tradisi Sejak 1937 Terus Berlanjut

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:02 WIB

PERSIB Cetak Sejarah! Jadi Klub Pertama Juara Liga Indonesia Tiga Kali Beruntun

Berita Terbaru