Belatung Ikut Ngantor, Sampah Jadi Pegawai Teladan di Ngamprah Bandung Barat

- Penulis

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wajah kantor Desa Ngamprah dihiasi tumpukan sampah dan belatung ikut ngantor (foto: tim redaksi sekitarkita.id)

i

Wajah kantor Desa Ngamprah dihiasi tumpukan sampah dan belatung ikut ngantor (foto: tim redaksi sekitarkita.id)

SEKITARKITA.id – Bandung Barat kembali bikin “inovasi lingkungan” yang bikin geleng-geleng kepala. Setelah sempat viral gunungan sampah di Kampung Tanjakan Mama Utara, Desa Sukatani, kini episode terbaru drama persampahan hadir megah di halaman Kantor Desa Ngamprah, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

Bukan taman bunga, bukan dekorasi acara desa. Yang menyambut warga di area Lapang Voli RT01 dan RT02 RW03 justru hamparan sampah rumah tangga yang sudah hampir satu bulan “setia berjaga” di depan kantor pelayanan desa. Aromanya? Kombinasi maut yang sanggup bikin orang batal sarapan.

Ironisnya lagi, tumpukan sampah itu berdiri gagah tepat di area fasilitas publik. Dari kejauhan terlihat seperti bukit mini, tapi ketika didekati, ternyata lengkap dengan “penghuni aktif” berupa belatung yang mulai merayap sampai ke badan jalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga sekitar pun mulai geram. Selain mengganggu pemandangan, bau busuk yang menusuk hidung kini dianggap mengancam kesehatan masyarakat, terutama anak-anak SD Ngamprah yang tiap hari melintas di dekat lokasi.

Baca Juga:  Peringati HUT RI Ke-77, Pemda Bandung Barat Lakukan Serangkaian Kegiatan untuk Masyarakat, ini Tujuannya
Tumpukan sampah di dekat pelayanan kantor Desa Ngamprah dibiarkan hampir 1 bulan, Jumat 22 Mei 2026 (foto: tim redaksi Sekitarkita.id)
Tumpukan sampah di dekat pelayanan kantor Desa Ngamprah dibiarkan hampir 1 bulan, Jumat 22 Mei 2026 (foto: tim redaksi Sekitarkita.id)

Mak Ami (47), warga setempat, mengaku sudah empat minggu hidup berdampingan dengan aroma yang lebih tajam dari omongan tetangga saat arisan.

“Biasanya seminggu sekali diangkut. Sekarang mah tidak ada kabar, tidak ada petugas. Belatung sudah jalan-jalan ke jalan raya, mungkin mau daftar jadi warga sini juga,” ujarnya sambil menahan kesal, saat ditemui dilokasi, Jumat (22/5/2026).

Menurut kabar yang beredar di masyarakat, armada pengangkut sampah disebut mengalami kecelakaan sehingga operasional pengangkutan terhenti. Namun bagi warga, alasan itu tak lagi cukup untuk menjelaskan kenapa sampah bisa sampai “naik jabatan” jadi penghias permanen halaman kantor desa.

Yang bikin makin miris, lokasi TPS dadakan tersebut berada dekat lapangan voli dan sekolah dasar. Anak-anak yang seharusnya belajar mencium aroma buku kini malah terpaksa akrab dengan wangi fermentasi sampah dan parade belatung.

Warga berharap Pemerintah Desa Ngamprah maupun UPT DLH KBB segera turun tangan sebelum tumpukan sampah itu resmi dijadikan objek wisata horor lingkungan.

“Minimal kalau belum diangkut, jangan sampai belatungnya lebih aktif daripada pelayanan,” celetuk seorang warga lainnya.

Baca Juga:  Pimpin Apel Siaga Bencana dan Jamnas Relawan LPBINU di Situ Cisanti Bandung, Kang Ace Persiapkan Penanggulangan Bencana

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah setempat. Sampah masih terlihat menumpuk tanpa tanda-tanda evakuasi. Sementara warga hanya bisa berharap armada pengangkut segera datang sebelum gunungan sampah tersebut mendapatkan status cagar budaya dadakan.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Bojan Hodak Sebut Beckham Putra dan Federico Barba Layak Raih Penghargaan Bergengsi
Selamatkan Warisan Sunda, Bandung Barat Targetkan Verifikasi Naskah Kuno Pertama di 2026
Bupati Bandung Barat Dorong Musorkab KONI 2026 Perkuat Prestasi Atlet Daerah
Ketua Viking Tobias Ginanjar Sayidina Resmi Pimpin KONI KBB Periode 2026–2031
Pastikan Roda Pemerintahan Tetap Optimal, Bupati Bandung Barat Lantik Pj Sekda Sementara
Mobil Brio Kuning Masuk Parit di Kompleks Pemda Bandung Barat, Balita Luka Ringan
Peringati Hardiknas dan Harkitnas 2026, Bupati Jeje Tekankan Pentingnya Pendidikan dan Kebangkitan SDM
Bupati Jeje Geram Sidak RSUD Cililin, Keluhan Pasien Soal Pelayanan Buruk Akhirnya Meledak

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:59 WIB

Belatung Ikut Ngantor, Sampah Jadi Pegawai Teladan di Ngamprah Bandung Barat

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:46 WIB

Bojan Hodak Sebut Beckham Putra dan Federico Barba Layak Raih Penghargaan Bergengsi

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:37 WIB

Selamatkan Warisan Sunda, Bandung Barat Targetkan Verifikasi Naskah Kuno Pertama di 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:26 WIB

Bupati Bandung Barat Dorong Musorkab KONI 2026 Perkuat Prestasi Atlet Daerah

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:30 WIB

Ketua Viking Tobias Ginanjar Sayidina Resmi Pimpin KONI KBB Periode 2026–2031

Berita Terbaru