Selamatkan Warisan Sunda, Bandung Barat Targetkan Verifikasi Naskah Kuno Pertama di 2026

- Penulis

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mulai serius membangun sistem pelestarian naskah kuno dengan menargetkan verifikasi satu naskah kuno resmi pada tahun 2026 (foto: istimewa )

i

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mulai serius membangun sistem pelestarian naskah kuno dengan menargetkan verifikasi satu naskah kuno resmi pada tahun 2026 (foto: istimewa )

SEKITARKITA.id – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mulai serius membangun sistem pelestarian naskah kuno dengan menargetkan verifikasi satu naskah kuno resmi pada tahun 2026.

Langkah tersebut menjadi awal penyelamatan warisan sejarah dan budaya Sunda yang selama ini masih banyak tersimpan di tangan masyarakat.

Komitmen itu disampaikan Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bandung Barat, Heri Partomo, S.IP, usai kegiatan Sosialisasi Naskah Kuno Tahun 2026 di Homestay Guapawon, Kecamatan Cipatat, Kamis (21/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Heri, hingga saat ini belum ada naskah kuno di Kabupaten Bandung Barat yang telah terdokumentasi maupun terverifikasi secara resmi oleh pemerintah daerah.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bandung Barat, Heri Partomo, S.IP, (foto: istimewa)
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bandung Barat, Heri Partomo, S.IP, (foto: istimewa)

Padahal, banyak manuskrip peninggalan leluhur yang diduga memiliki nilai sejarah tinggi masih tersimpan di lingkungan masyarakat.

“Target kami tahun 2026 minimal ada satu naskah kuno yang berhasil diverifikasi dan divalidasi secara resmi. Ini menjadi langkah awal membangun sistem penyelamatan naskah kuno di Bandung Barat,” ujar Heri.

Ia menjelaskan, kegiatan sosialisasi tersebut digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga naskah kuno sebagai sumber sejarah, pengetahuan, budaya, dan identitas daerah.

Baca Juga:  Minat Baca di Bandung Barat Menurun, Sonya Fatmala: Budaya Literasi Sebagai Ujung Tombak

Sebanyak 80 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari budayawan, pemangku adat, kuncen, tokoh agama, tokoh masyarakat, fasilitator perpustakaan desa, hingga pemerhati budaya dari berbagai wilayah di Kabupaten Bandung Barat.

Dalam kegiatan itu, para peserta mendapatkan edukasi mengenai nilai historis naskah kuno, teknik perawatan, dokumentasi, hingga prosedur pelaporan agar manuskrip peninggalan masa lalu dapat didata secara resmi oleh pemerintah.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mulai serius membangun sistem pelestarian naskah kuno dengan menargetkan verifikasi satu naskah kuno resmi pada tahun 2026 (foto: istimewa )
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mulai serius membangun sistem pelestarian naskah kuno dengan menargetkan verifikasi satu naskah kuno resmi pada tahun 2026 (foto: istimewa )

Kegiatan juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat, Filolog Sunda dari Pusat Budaya Sunda Universitas Padjadjaran (Unpad), serta pegiat naskah kuno dari Paguyuban Pancanakah Kabupaten Bandung.

Heri mengatakan, masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya naskah kuno maupun cara penyimpanan yang benar. Akibatnya, sejumlah dokumen bersejarah berpotensi rusak bahkan hilang.

“Jangan sampai kita kehilangan jejak sejarah hanya karena naskah kuno tidak dirawat dengan baik. Di dalamnya tersimpan informasi penting mengenai adat istiadat, sejarah lokal, hingga perjalanan peradaban masyarakat Sunda,” katanya.

Baca Juga:  Dua Alasan Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 H Jatuh pada 1 Maret 2025  

Ia menegaskan, proses verifikasi dan validasi naskah kuno dilakukan bersama lembaga yang memiliki kewenangan di bidang kebudayaan.

Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bandung Barat juga bekerja sama dengan Bidang Kebudayaan untuk memastikan keaslian serta nilai penting setiap naskah yang ditemukan.

Selain pemaparan materi, kegiatan sosialisasi turut diisi diskusi interaktif mengenai inventarisasi, penyelamatan, serta pelestarian naskah kuno agar keberadaannya tetap terjaga untuk generasi mendatang.

“Program ini pertama kali dilaksanakan di Bandung Barat. Kami berharap ke depan pelestarian naskah kuno dapat berjalan lebih terstruktur dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat,” pungkas Heri.

Melalui program tersebut, Pemkab Bandung Barat berharap terjalin sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas budaya, dan masyarakat dalam menjaga naskah kuno sebagai bukti autentik sejarah serta kekayaan budaya Sunda.



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Generasi Sehat, Bersama Pemkab P4KBB Terjunkan Penyuluh Stunting ke Sekolah dan Pesantren
Hari Santri 2026, Kiai se-KBB Desak Bupati Jeje Terbitkan Perbup Pesantren Cegah Kekerasan Seksual
Miris! Sewa Tempat Latihan Nunggak 10 Bulan, Mental Kontingen Bowling NPCI KBB Jelang Peparda 2026 Terganggu 
Derita Atlet Disabilitas KBB Jelang Peparda VII Jabar: Tak Ada Anggaran Latihan, Malah Diusir
Wali Kota Farhan Siagakan Bandung Dua Hari, 11 Polisi Jadi Korban Kericuhan Demo
Aksi Demo Bandung Berujung Ricuh, Truk Polisi Jadi Sasaran Lemparan Massa
Greenpeace Kibarkan Baliho di Bundaran HI, Soroti Krisis Iklim hingga Kinerja Pemerintah
Persib Vs Persik Berakhir 1-0, Sundulan Julio Cesar Antar Maung Bandung Amankan Tiga Poin

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Peduli Generasi Sehat, Bersama Pemkab P4KBB Terjunkan Penyuluh Stunting ke Sekolah dan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Hari Santri 2026, Kiai se-KBB Desak Bupati Jeje Terbitkan Perbup Pesantren Cegah Kekerasan Seksual

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Miris! Sewa Tempat Latihan Nunggak 10 Bulan, Mental Kontingen Bowling NPCI KBB Jelang Peparda 2026 Terganggu 

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Derita Atlet Disabilitas KBB Jelang Peparda VII Jabar: Tak Ada Anggaran Latihan, Malah Diusir

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Wali Kota Farhan Siagakan Bandung Dua Hari, 11 Polisi Jadi Korban Kericuhan Demo

Berita Terbaru