[ad_1]
Bandung Barat | SekitarKita.id,- Menjelang berakhirnya gelombang pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jawa Barat jenjang SMA tahun ajaran 2024/2025. Calon Peserta Didik Baru (CPDB) di SMK swasta di Kabupaten Bandung Barat (KBB) sepi peminat.
Salah satunya SMK swasta yakni Daarul Ulum, Margaluyu, Kecamaten Cipeundeuy KBB, Mirisnya, di sekolah tersebut baru ada 20 CPDB yang mendaftar. cukup minim jika dibandingkan dengan sekolah negeri lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal ini diutarakan, Kepala Sekolah SMK Daarul Ulum, M Fathan Fadilah, ia mengatakan minat siswa atau CPDB tahun ini mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Ia menjelaskan, meskipun ada aturan Zonasi, menurutnya masyarakat tetap cenderung lebih mengutamakan untuk mendaftarkan anaknya di sekolah negeri.
“Minat siswa untuk tahun ini anjlok menurun karena memang di daerah Cipeundeuy masih banyak sekolah negeri sehingga minat masuk swasta itu jadi rendah,” kata M Fathan Fadilah saat ditemui, dirilis Sabtu (06/07/2024).
Ia menyebut, dari data yang dihimpun, terlihat SMA/SMK Negeri masih menjadi favorit bagi masyarakat atau CPDB dalam PPDB 2024, hal itu menjadi pemicu animo masyarakat atau CPDB untuk mendaftar di sekolah swasta masih terbilang rendah.
Disebutkannya, SMK Daarul Ulum menargetkan sebanyak 50 siswa baru. “Jadi untuk sementara animo masyarakat cukup rendah karena siswa lebih antusias daftar ke SMK dan SMA negeri. Memang tahun sekarang minat siswa dominasinya ke sekolah negeri,” katanya.
Dikatakan Fathan kembali, padahal, siswa yang bersekolah di SMK Daarul Ulum tidak dipungut biaya alias gratis. Adapun biaya operasional sekolah hanya mengandalkan bantuan operasional sekolah (BOS) dari pemerintah.
“Memang di sekolah kami BOS masih berjalan. SMK Daarul Ulum juga biaya masuk dan sementaranya gratis,” ujar dia.
Kendati demikian, menurutnya tak banyak yang mendaftar di SMK Daarul Ulum. Ia menilai hal ini disebabkan adanya aturan PPDB seperti zonasi, afirmasi, perpindahan orang tua dan prestasi. Untuk menggaet siswa pihaknya gencar mempromosikan melalui pintu ke pintu.
“Kami memang blusukan datang ke rumah-rumah warga, menawarkan program-program Sekolah,” jelasnya.
Disinggung berapa jumlah siswa saat ini, Fathan menuturkan ada enam rombongan belajar (rombel). Satu rombel terdiri dari 20 siswa. Ia juga mengakui pada PPDB tidak terlalu berpatokan kepada gelombang pendaftaran.
“Ada Enam rombel. Satu rombelnya sekitar 20 siswa. Di sini memang tidak ada gelombang. Mungkin sekarang sudah masuk dua,” ujar M Fathan menandaskan.







