Bandung Barat | SekitarKita.id, Ditengah mahalnya harga beras disejumlah wilayah di Indonesia terutamanya di Kabupaten Bandung Barat (KBB), pemilik usaha kuliner mulai keluhkan kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram.
Salah satu nya Izal (41) dan istri Alika (39) pemilik usaha kuliner Pizza, di bilangan Jalan Raya Rancabali, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang KBB. Sulitnya mendapatkan gas elpiji disejumlah agen besar ia rasakan sejak seminggu belakangan ini.
Pihaknya tak mengetahui pasti apa penyebab kelangkaan gas elpiji tersebut. Ia terpaksa membeli di sejumlah warung klontong yang harganya lebih mahal dari harga agen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sulit cari gas elpiji udah sejak Minggu kemarin sampai sekarang, biasanya di agen besar banyak enggak tau kenapa sekarang sulit (kosong), mungkin karena mau bulan puasa juga,” kata Izal saat ditemui SekitarKita.id di lokasi, Sabtu (24/02/2024).
Ia menjelaskan, biasanya, dibeberapa agen elpiji diwilayah Padalarang langganan dia, selalu ada stok barang, namun itu ia rasakan kelangkaan baru kali pertama di bulan Februari 2024 ini.
“Langganan saya agen nya murah, satu tabung gas Rp18.000 warung biasa Rp22.000- Rp23.000, mangkanya pas kosong itu sangat dirasakan oleh kita pemilik usaha kuliner,” jelas dia.
Dijelaskan Izal, untuk kuliner yang ia geluti beraneka macam menu makanan ringan seperti pizza, burger, zupa-zupa (cream SOP) dan aneka minuman dengan harga bervariatif. Kendati itu ia belum ada rencana untuk menaikan harga menu pada usahanya ditengah kelangkaan gas elpiji.
“Dengan harga bervarian antara Rp5000 ribu sampai Rp10.000 per porsi, menunggu keputusan pemerintah apakah ada kenaikan harga gas elpiji yang signifik, kalau memang ada kenaikan terpaksa menaikkan harga menu per porsinya, sementara ini masih harga standar,” jelas dia.
Izal berharap, ada solusi terkait kelangkaan gas elpiji ditengah mahalnya bahan sembako terutama beras. Semoga pemerintah Kabupaten Bandung Barat dapat memberikan kebijakan tepat terkait keluhan yang berdampak bukannya hanya kepada masyarakat kecil.
“Bagi saya kelangkaan gas elpiji dan kenaikan beras ini sangat menyulitkan kami bagi pelaku usaha kuliner, semoga pemerintah segera memberikan solusi,” tandasnya.







