[ad_1]
{Peristiwa}, SekitarKita.id – Ketua Yayasan Pegiat Lingkungan Hidup (YPLH) Indonesia Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ahmad Jaelani merasa prihatin atas kaburnya sejumlah buaya dari penngkaran akibat jebolnya dinding penangkaran.
Ahmad Jaelani menilai kejadian tersebut, mungkin saja akibat kelalaian pihak pengelola penangkaran berkaitan dengan konstruksi bangunan tempat penangkaran yaitu kurang kokoh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau buaya- buaya yang kabur tidak segera ditangkap kembali dikawatirkan nantinya di sekitar pemukiman warga akan membentuk ekosistem atau habitat baru di kawasan aliran sungai Cianjur.
“Buaya-buaya nantinya akan bersikap agresif ketika mempertahankan tempatnya,” ungkapnya.
Menurutnya pula buaya karakternya konsisten dalam mempertahankan daerah kekuasaannya, dengan begitu kalau ada binatang lain atau manusia memasuki kawasannya pasti mereka menyerangnya.
Disamping itu, Ahmad Jaelani mempertanyakan, apakah pihak pemilik penangkaran buaya tersebut mempunyai izin yang resmi tidak ketika membuat penangkaran tersebut.
Menurut Ahmad Jaelani, informasi dari pihak warga masyarakat Gunung Calung, pihak pemilik penangkaran tidak pernah meminta izin kepada pihak warga.
“Sementara waktu warga sekitar lokasi rpenangkaran buaya merasa cemas takut akan sewaktu- waktu diserang buaya yang berkeliaran,” terangnya.
Diberitakan, pnangkaran buaya di Kawasan Jebrod Gunung Calung, Kelurahan Sayang Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur Jawa Barat, jebol akibat hujan deras, Rabu, 3 Oktober 2024 malam.
Penangkaran buaya yang dihuni sebanyak 80 ekor buaya berukuran kecil dan besar itu, benteng tembok penangkaran buaya tersebut jebol.
Sontak saja malam itu, buaya pada kabur ke persawahan dan pemukiman penduduk yang ada di sekitar penangkaran.
Seekor buaya berukuran besar yang berhasil ditangkap warga diikat dan diseret untuk diamankan dari persawahan.
Untuk mengamankan buaya-buaya yang kabur, pegawai penangkaran dibantu warga dan petugas gabungan berusaha menangkap beberapa ekor buaya dengan ukuran 3 meter mencapai 5 meter tersebut.
Kapolsek Cianjur Kompol Cahyadi Mulya menyampaikan kepada jurnalis, Kamis, 3 Oktober 2024, kejadian jebolnya Penangkaran buaya, sebab hujan deras, dengan begitu tembok penangkaran jebol.
“Kejadian itu pertama kali diketahui oleh salah seorang pegawai galian pasir yang memang masih satu kawasan dengan penangkaran buaya tersebut,” kata Kapolsek.
[ad_2]
Source link








