Enam Serikat Buruh KBB Sambangi Bawaslu, Tuntut Dugaan Pelanggaran Pilkada Ditindak

- Penulis

Sabtu, 19 Oktober 2024 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Bawaslu Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Kantor Bawaslu Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITAR KITA .id  – Enam gabungan serikat pekerja/buruh dari Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) di Jalan Ruby Raya, Kampung Cijerah, Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah, pada Sabtu (19/10/2024 ).

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari rencana unjuk rasa semula yang dijadwalkan pada Selasa (22/10/2024). Namun, aksi besar tersebut kemungkinan akan mengalami perubahan rencana dari jadwal yang ditentukan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, perwakilan serikat buruh tiba pada pukul 13.20 WIB dan langsung disambut oleh Ketua Bawaslu KBB, Riza Nasrul Falah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kunjungan ini berakhir dengan kekecewaan buruh buruh terhadap pemilu terkait surat pemberitahuan aksi unjuk rasa nomor 028/B/SP, SB/X/2024 yang ditembuskan ke beberapa pihak seperti Bupati, DPRD, KPU, dan Kesbangpol Bandung Barat.

Enam serikat buruh Bandung Barat audensi dengan Bawaslu KBB, Sabtu (19/10/2024), foto: Abdul Kholilulloh
Enam serikat buruh Bandung Barat audensi dengan Bawaslu KBB, Sabtu (19/10/2024), foto: Abdul Kholilulloh

Dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, serikat buruh menyatakan bahwa aksi unjuk rasa tersebut akan dilakukan sesuai ketentuan Undang-Undang No. 09 Tahun 1998, dan direncanakan berlangsung pada pukul 08.00 WIB.

Rencananya, aksi ini akan diikuti oleh long march dari beberapa titik, seperti Batujajar, Cimareme, hingga ke kantor Bawaslu KBB di Kompleks Permata.

Baca Juga:  Pemkab Bandung Barat Dorong Sekolah Berbudaya Lingkungan: Adiwiyata 2025 Jadi Momentum Lahirkan Generasi Cinta Bumi

Koordinator Koalisi Enam Serikat Bandung Barat, Dede Rahmat, menyatakan bahwa mereka diundang oleh Bawaslu KBB untuk berdiskusi terkait dugaan pelanggaran pemilu oleh salah satu pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Bandung Barat.

Namun Dede mengungkapkan kekecewaannya karena hasil pertemuan dengan Bawaslu dinilai belum memuaskan.

Koordinator Koalisi Enam Serikat Bandung Barat, Dede Rahmat (Foto: Abdul Kholilulloh)
Koordinator Koalisi Enam Serikat Bandung Barat, Dede Rahmat (Foto: Abdul Kholilulloh)

“Kami tidak puas dengan penjelasan yang diberikan. Bawaslu masih menggali informasi dan bukti terkait dugaan kejadian tersebut, sementara kami memerlukan tindakan yang lebih konkrit. Bawaslu seharusnya bergerak lebih cepat tanpa menunggu laporan dari masyarakat,” ujar Dede.

Selain itu, Dede juga mengingatkan masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran karena khawatir terhadap intimidasi dan ancaman.

“Kami di sini berpengalaman kalau melaporkan akan seperti apa, ketika pelapor itu akan banyak ancaman-ancaman dan intimidasi terhadap warga (pelapor),” tuturnya kembali.

Ia berharap Bawaslu dapat bekerja lebih proaktif dan mengusut tuntas dugaan pelanggaran tersebut.

“Kami berharap, Bawaslu kan memiliki pengawas di tingkat desa dan kecamatan jika ini dianggap hanya isu yang sangat miris, media-media yang memberitakan tidak mungkin memberitakan berita tanpa bukti yang valid atau pasti,” jelasnya.

“Kami juga berdiskusi dengan rekan-rekan, media-media ini bukan berita hoak, media mereka yang terpercaya sebelum berita itu diterbitkan sudah ada konfirmasi dan fakta-fakta atau keterangan sebelum di muat di publik, hari ini kami meminta ketegasan itu dan kami akan berdiskusi kembali dengan 6 serikat pekerja apakah aksi akan dilanjutkan atau tidak,” sambungnya.

Baca Juga:  Misteri Kematian Perempuan di Padalarang, Warga Sempat Curiga Bau Menyengat

Kedepannya, serikat pekerja buruh akan berdiskusi lebih lanjut apakah aksi unjuk rasa akan terus dilanjutkan atau ditunda sesuai perkembangan informasi dari Bawaslu.

Sementara itu, Ketua Bawaslu KBB, Riza Nasrul Falah mengatakan, telah melakukan diskusi dengan rekan-rekan buruh Bandung Barat membahas berita terkait yang sedang ramai di publik dugaan pelanggaran Pilkada 2024.

Ketua Bawaslu KBB, Riza Nasrul Falah (foto: Abdul Kholilullloh)
Ketua Bawaslu KBB, Riza Nasrul Falah (foto: Abdul Kholilullloh)

“Tadi membahas tentang banyaknya dugaan kejadian salah satu Paslon, kami juga sosialisasikan ada hal-hal yang harus bisa dipahami bersama terkait regulasi,” kata Riza.

Riza pun berterima kasih kepada rekan-rekan pekerja serikat sudah mengingatkan tugas kerja Bawaslu KBB sebagai pengawas pemilu.

“Terkait aksi UNRAS, Bawaslu KBB sangat terbuka kepada siapapun baik masyarakat yang ingin menyuarakan keluhan atau aspirasi terkait Pilkada ini, hak setiap warga negara dapat menjelaskan di muka umum,” sambung Riza.

Adapun dugaan pelanggaran yang menjadi fokus buruh pada pertemuan itu, Riza menjelaskan bahwa penundaan masih dalam tahap penelusuran guna mengumpulkan bukti dan saksi.

Baca Juga:  Pengesahan Badan Hukum 165 Koperasi Desa Merah Putih di Bandung Barat Rampung 100 Persen

“Kami terus menggali informasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Panwascam dan DPMD KBB. Salah satu temuan terkait akun media sosial anonim di Desa Baranangsiang sudah kami tindak lanjuti,” ujarnya.

“Tadi juga membahas bagaimana alangkah baik kita diskusi agar keresahan ini terjawab, dan kami pun tidak bisa memaksa masyarakat untuk menyuarakan suara ini bagi kamu hal yang lumrah (wajar) dalam demokrasi,” sambungnya.

Riza menambahkan, Bawaslu juga sedang mendiskusikan dugaan pelanggaran terkait klaim program bantuan sosial (Bansos) berupa pembagian beras Bulog yang disisipi poster Paslon Nomor Urut 2 Jeje Ritchie Ismail dan Asep Ismail.

Kemudian beredarnya Draft Kontrak Politik dari Paslon tersebut, serta pengondisian 140 Kepala Desa se-KBB di kawasan Lembang. Namun masih menunggu laporan dari masyarakat untuk memproses lebih lanjut.

Pertemuan antara buruh dan Bawaslu KBB ini diharapkan dapat menjadi jembatan informasi terkait dugaan pelanggaran pemilu, sekaligus memperkuat pengawasan di tingkat desa dan kecamatan jelang Pilkada 2024.

“Keresahan masyarakat juga menjadi keresahan Bawaslu dimana kami ingin mengungkap apakah ini benar atau tidak kami masih menunggu laporan masyarakat untuk mempermudah temuan pelanggaran, mudah-mudahan kedepan dengan adanya pertemuan serikat buruh ini bisa mentransfer informasi bisa menjadi embrio yang memang ada dugaan pelanggaran di wilayah masing-masing untuk segera melapor,” tandasnya.

 

 

Tautan sumber



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerak Cepat, Polres Cimahi Ungkap Peredaran Sabu di Batujajar, Buruh Harian Lepas Diringkus
Pesan Menohok Ketua Komisi III DPRD Pither Tjuandys: JAGUR Harus Jadi Garda Kondusivitas di KBB
Geledah Kantor Pengembang Kota Baru Parahyangan, KPK Sita Dokumen HGB
Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab
Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 
Bangli Padalarang Disorot, Komisi I DPRD KBB Sebut RSIA Kartini Kantongi Izin
Banjir Bandang Terjang Jambudipa Bandung Barat, Rumah Warga Rusak dan Tiga KK Mengungsi
Sekolah Ambruk, Siswa MI Terpaksa Belajar Daring, Kemenag KBB: Relokasi Diupayakan

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 20:35 WIB

Gerak Cepat, Polres Cimahi Ungkap Peredaran Sabu di Batujajar, Buruh Harian Lepas Diringkus

Rabu, 30 September 2026 - 17:38 WIB

Pesan Menohok Ketua Komisi III DPRD Pither Tjuandys: JAGUR Harus Jadi Garda Kondusivitas di KBB

Rabu, 30 September 2026 - 15:44 WIB

Geledah Kantor Pengembang Kota Baru Parahyangan, KPK Sita Dokumen HGB

Rabu, 30 September 2026 - 07:08 WIB

Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab

Rabu, 30 September 2026 - 03:15 WIB

Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 

Berita Terbaru