Seulas Senyum Lelah di Balik Rumah Reyot di KBB: Kisah Yadi Suryadi Bertahan Hidup

- Penulis

Jumat, 24 Januari 2025 - 22:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SekitarKita.ID– Raut wajah lelah bercampur senyum simpul terpancar dari Yadi Suryadi (52), warga Kampung Cikara II RT01/12, Desa Cisomang Barat, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Dengan kemeja batik cokelat dan topi loreng, Yadi berhenti sejenak mendorong gerobak tua pengangkut rumput yang menjadi sumber penghasilannya selama ini.

Bersama istrinya, Azijah (42), dan delapan anak mereka, Yadi tinggal di sebuah rumah panggung sederhana yang kondisinya memprihatinkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rumah yang telah ditempati selama lebih dari 20 tahun ini berdiri dengan dinding bambu yang rapuh, lubang besar di beberapa bagian, serta tiang kayu yang mulai lapuk dimakan usia.

Kondisi rumah Yadi Suryadi (52), warga Kampung Cikara II RT01/12, Desa Cisomang Barat, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Foto: Abdul Kholilulloh
Kondisi rumah reot milik Yadi Suryadi (52), warga Kampung Cikara II RT01/12, Desa Cisomang Barat, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Foto: Abdul Kholilulloh

Kondisi Rumah Tak Layak Huni

Pantauan di lokasi, ruang tamu dan dapur rumah Yadi sudah pernah ambruk akibat kerusakan parah. Barang-barang seperti rak piring dan kasur bahkan sempat tertimpa reruntuhan.

Saat hujan turun, air merembes masuk melalui atap yang bocor, menggenangi lantai kayu rumah berukuran 7×9 meter itu.

“Saya dan keluarga tinggal di sini sejak 20 tahun lalu. Rumah ini peninggalan orang tua. Kalau hujan dan angin kencang, saya takut rumah ini ambruk total,” tutur Yadi, Jumat 24 Januari 2025.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Pungli Dana PIP di KBB, Timses Lama Baraya Rajiv Tuntut Janji Kampanye

Kondisi ekonomi keluarga membuat Yadi tidak mampu merenovasi rumahnya.

Keluarga Yadi Suryadi (52), warga Kampung Cikara II RT01/12, Desa Cisomang Barat, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Foto: Abdul Kholilulloh
Keluarga Yadi Suryadi (52), warga Kampung Cikara II RT01/12, Desa Cisomang Barat, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Foto: Abdul Kholilulloh

“Kerjaan saya serabutan. Pagi cari rumput buat kambing orang, siangnya saya ngajar ngaji anak-anak di kampung. Penghasilannya enggak tentu,” ujarnya.

Berjuang Demi Keluarga

Azijah, istri Yadi, turut membantu perekonomian keluarga dengan bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik basreng.

Namun, penghasilannya yang hanya Rp150 ribu per minggu tak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya sekolah delapan anak mereka.

“Tiga anak masih SD, dua di pondok pesantren, sisanya masih kecil. Jadi, kami memang kesulitan, tapi tetap berusaha,” kata Yadi.

Meski sempat ingin memperbaiki rumah dengan bambu dan kayu seadanya dari pemberian warga, Yadi mengaku upaya itu tidak banyak membantu.

Hingga kini, keluarganya belum pernah menerima bantuan pemerintah, baik berupa Program Keluarga Harapan (PKH) maupun program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

“Dulu katanya sudah didaftarkan untuk bantuan rutilahu, tapi enggak ada kabar sampai sekarang. Bantuan seperti PKH juga belum pernah kami terima,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tiga Partai Non-Parlemen siap Dukung Pasangan HADE di Pilbup Bandung Barat

Di tengah keterbatasan, Yadi tetap bersyukur atas bantuan tetangga yang berbagi beras atau kebutuhan lainnya.

Ia berharap ada rezeki tak terduga atau uluran tangan pemerintah untuk memperbaiki rumahnya.

“Saya hanya bisa berdoa semoga ada jalan untuk memperbaiki rumah ini. Supaya aman dan nyaman untuk kami tinggal,” harap Yadi.

Kisah Yadi adalah potret perjuangan masyarakat kecil yang membutuhkan perhatian dan bantuan nyata, terutama dari pihak pemerintah maupun dermawan yang peduli. Semoga harapan Yadi dan keluarganya segera terwujud.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan
Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026
Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Kamis, 24 September 2026 - 19:12 WIB

Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Kamis, 24 September 2026 - 12:42 WIB

Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala

Rabu, 23 September 2026 - 22:27 WIB

Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 

Rabu, 23 September 2026 - 21:29 WIB

Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Berita Terbaru