SEKITARKITA.id- Domba Garut bernama Raja Kasep dari Kecamatan Cililin mencuri perhatian dalam ajang Kontes dan Ekspo Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu, 23 Juli 2025. Usianya baru 16 bulan, namun nilai jualnya telah menembus Rp30 juta.
Domba Garut berpostur gagah ini merupakan milik Nunu (25), peternak muda asal Cililin. Ia sangat bangga bisa membawa Raja Kasep ikut serta dalam kejuaraan bergengsi yang digelar Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB di Lapangan Pusdikav, Kota Baru Parahyangan, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang.
Ajang tersebut dibuka langsung oleh Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dan Wakil Bupati Asep Ismail, serta diikuti ratusan peserta dari berbagai wilayah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Nunu menyebut Raja Kasep adalah domba kesayangannya. Ia memperlakukannya dengan sangat spesial, bahkan seperti merawat manusia.
Salah satu perlakuan unik adalah memandikan Raja Kasep menggunakan air hangat dan menyemir tanduk dengan minyak telon agar mengilap saat tampil di kontes.
“Kalau mau dikonteskan, saya mandikan pakai air hangat supaya kulitnya mengkilap. Bulu-bulunya saya cukur rapi, tanduknya disemir minyak telon biar kinclong,” jelas Nunu kepada Sekitarkita.id dilokasi.
Untuk asupan, Nunu mengandalkan pakan biasa namun didukung dengan tambahan vitamin dari singkong dan pepaya agar stamina dan kesehatan domba tetap prima menjelang lomba.
Penilaian Ketat dan Harga Melambung
Menurut Nunu, dalam kontes domba Garut, kriteria penilaian juri mencakup postur tubuh, kecantikan, kualitas air susu, hingga anakannya. Jika memenuhi semua aspek tersebut, nilai jual domba bisa melambung tinggi.
“Kalau juara, harganya bisa naik drastis. Sekarang saja harga Raja Kasep kisaran sampai Rp30 juta,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah terus konsisten menggelar kontes sejenis untuk meningkatkan nilai ekonomi domba Garut dan kesejahteraan peternak lokal.
Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku sektor perikanan dan peternakan yang berpartisipasi.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penting untuk mempromosikan produk unggulan daerah sekaligus bentuk nyata kehadiran pemerintah mendukung peternak dan pembudidaya.
“Kegiatan ini tidak sekadar kontes, tapi juga bentuk syukur atas capaian pembangunan sektor peternakan dan perikanan di KBB,” ujar Jeje.
Ia menyebut, Bandung Barat memiliki potensi besar di sektor tersebut yang tersebar di 16 kecamatan. Mulai dari sapi potong, ayam petelur, ikan konsumsi, hingga domba Garut seperti Raja Kasep.
Namun, tantangan tetap ada, seperti terbatasnya ketersediaan pakan, isu kesehatan hewan, hingga minimnya regenerasi peternak muda.
“Maka dari itu, kami fokus pada peningkatan kualitas SDM, penguatan kelembagaan, dan penyediaan sarana- prasarana peternakan,” tegasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








