Ekskavator Tenggelam Saat Normalisasi Situ Ciburuy, Warga Khawatir Dampak ke Rumah

- Penulis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 19:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satu unit ekskavator yang digunakan untuk proyek normalisasi Situ Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dilaporkan ambles hingga tenggelam ke dalam lumpur (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Satu unit ekskavator yang digunakan untuk proyek normalisasi Situ Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dilaporkan ambles hingga tenggelam ke dalam lumpur (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Satu unit ekskavator yang digunakan untuk proyek normalisasi Situ Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dilaporkan ambles hingga tenggelam ke dalam lumpur.

Peristiwa tersebut terjadi sejak hampir satu minggu lalu, namun hingga kini alat berat itu belum juga dievakuasi.

Usep, warga Ciburuy, mengatakan ekskavator itu awalnya hanya amblas saat melakukan pengerukan, namun perlahan tenggelam karena tanah tidak mampu menahan beban alat berat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alat berat (ekskavator) awalnya cuma amblas, lama kelamaan tenggelam,” kata Usep kepada sekitarkita.id, Jumat (10/10/2025).

Satu unit ekskavator yang digunakan untuk proyek normalisasi Situ Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dilaporkan ambles hingga tenggelam ke dalam lumpur (foto: Abdul Kholilulloh)
Satu unit ekskavator yang digunakan untuk proyek normalisasi Situ Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dilaporkan ambles hingga tenggelam ke dalam lumpur (foto: Abdul Kholilulloh)

“Kejadian ini sudah seminggu yang lalu, belum dievakuasi,” ujarnya.

Menurut Usep, proses normalisasi dilakukan di atas tanah yang kurang padat.

Kondisi tersebut membuat landasan tidak kuat menahan bobot ekskavator sehingga alat berat itu amblas.

“Di sini tanahnya kurang padat, ditambah ekskavatornya berat, jadi enggak bisa nahan beban,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi tanah di sekitar lokasi membuat petugas kesulitan mengevakuasi ekskavator karena alat terkubur lumpur cukup dalam.

Baca Juga:  Kapolri Intruksikan Kapolda dan Kapolres se Indonesia jaga keamanan Pemilu 2024

Selain medan yang labil, lokasi kejadian berada di area sempit dan berdekatan dengan pemukiman penduduk. Warga khawatir proses evakuasi justru membahayakan rumah mereka.

“Kemarin sempat mau diangkat pakai ekskavator lain, tapi jalannya dekat banget sama rumah warga, jadi pada takut ambles,” kata Usep.

Novi, warga lainnya, mengaku sangat khawatir karena ekskavator amblas tepat di depan rumahnya yang hanya berjarak sekitar 4 meter.

“Itu kejadian hari Minggu. Ini kan sudah longsor jadi sama warga mau diamankan dulu, takutnya hujan, longsor nanti rumah warga roboh,” ujarnya.

Di sisi lain, informasi yang dihimpun redaksi menyebutkan, sejumlah rumah warga di RT 2 dan RT 3 RW 13 Desa Ciburuy mengalami retak pada dinding.

Retakan itu diduga akibat getaran dari aktivitas ekskavator yang tengah mengerjakan normalisasi Situ Ciburuy.

Warga berharap pemerintah segera melakukan evaluasi dan evakuasi alat berat tersebut secara aman agar tidak menimbulkan kerusakan lebih parah pada lingkungan sekitar.

Proyek normalisasi Situ Ciburuy sendiri menjadi perhatian publik karena berada di kawasan pemukiman padat dan memiliki kontur tanah yang labil.

Baca Juga:  'Yule Time' GloRilla danKehlani Terpilih Sebagai Lagu Baru Favorit Minggu Ini

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi terkait langkah penanganan ekskavator yang tenggelam maupun dampak kerusakan rumah warga.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan
Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026
Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Kamis, 24 September 2026 - 19:12 WIB

Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Kamis, 24 September 2026 - 12:42 WIB

Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala

Rabu, 23 September 2026 - 22:27 WIB

Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 

Rabu, 23 September 2026 - 21:29 WIB

Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Berita Terbaru