Ironis! Dua Ruang Kelas SDN di KBB Ambruk Setelah 7 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

- Penulis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 15:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKITARKITA.id – Beginilah kondisi memprihatinkan dua ruang kelas di SD Negeri Margalaksana, Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang mengalami kerusakan parah hingga ambruk.

Akibat kejadian tersebut, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah dasar negeri tersebut terpaksa terganggu.

Sejumlah siswa dari beberapa kelas kini harus belajar secara bergantian dan digabung dalam satu ruangan, karena hanya tersisa dua ruang kelas yang masih bisa digunakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan di lokasi menunjukkan, atap bangunan dua ruang kelas yang ambruk itu kini hanya menyisakan tembok retak dan tumpukan puing-puing.

dua ruang kelas di SD Negeri Margalaksana, Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang mengalami kerusakan parah hingga ambruk (foto: istimewa)
dua ruang kelas di SD Negeri Margalaksana, Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang mengalami kerusakan parah hingga ambruk (foto: istimewa)

Sisa reruntuhan bangunan tampak mengenaskan, dengan lantai dipenuhi serpihan genting dan kayu lapuk.

Di sekitarnya, semak belukar tumbuh liar, menutupi area yang dulunya menjadi tempat anak-anak belajar membaca, menulis, dan berhitung.

Akibat keterbatasan ruang, puluhan murid dari kelas satu hingga kelas empat kini harus belajar bersama di dua ruangan tersisa.

Related Posts

Suasana belajar pun jauh dari kata ideal, karena guru harus membagi perhatian untuk dua tingkat kelas sekaligus.

Baca Juga:  Dukung Pendidikan Berkualitas Dan Ramah Lingkungan, Bri Finance Berikan Fasilitas Belajar untuk pkbm himmata
Kegiatan Belajar Mengajar di SD Negeri Margalaksana, Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), harus bergantian karena dua ruang kelas ambruk (foto: istimewa)
Kegiatan Belajar Mengajar di SD Negeri Margalaksana, Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), harus bergantian karena dua ruang kelas ambruk (foto: istimewa)

Salah seorang wali murid, sebut saja Mawar (bukan nama sebenarnya), berharap agar pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki kondisi tersebut.

“Pak Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, sudah turun langsung melihat kondisi bangunan yang rusak. Kami berharap pembangunan ruang kelas baru (RKB) dan toilet sekolah bisa segera direalisasikan,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Margalaksana, Pupung, mengungkapkan bahwa dua ruang kelas yang ambruk itu sebenarnya sudah rusak sejak tahun 2018.

Pihak sekolah sudah beberapa kali mengajukan proposal perbaikan ke Dinas Pendidikan (Disdik) KBB, namun hingga kini belum ada tindak lanjut.

“Dua bangunan itu sudah rusak sekitar lima tahun. Kami sudah ajukan berulang kali ke Disdik, tapi belum ada realisasi,” tutur Pupung di ruang kerjanya.

Menurut Pupung, Bupati Bandung Barat dan jajaran Disdik KBB sempat meninjau langsung lokasi dua bulan lalu dan menyampaikan akan segera dilakukan perbaikan. Namun, hingga kini belum terlihat adanya progres pembangunan.

“Pak Bupati dan Disdik memang sudah meninjau. Waktu itu bilang akan segera direnovasi, tapi sampai sekarang belum terealisasi,” tambahnya.

Baca Juga:  Lana 'menyediakan 4 trek baru di depan tampilan mangkuk yang tidak masuk akal

Dengan kondisi yang serba terbatas, pihak sekolah terpaksa menggabungkan kegiatan belajar dua kelas dalam satu ruangan.

“Kelas satu dan dua digabung, begitu juga kelas tiga dan empat. Tentu ini kurang efektif, tapi kami tidak punya pilihan lain,” jelas Pupung.

Ia berharap pemerintah daerah, khususnya Pemkab Bandung Barat, bisa segera merealisasikan pembangunan ruang kelas baru dan fasilitas pendukung lainnya, agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan normal kembali.

“Kami dan masyarakat sangat berharap ruang kelas baru bisa segera dibangun, termasuk toilet sekolah dan fasilitas lainnya,” pungkasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Enam Bulan Pascabencana Longsor Pasirlangu Bandung Barat, Nasib Lahan Relokasi dan Petani Masih Menggantung
BOMBER Genap 25 Tahun, Apin Marmot: Bobotoh Adalah Identitas Budaya Jawa Barat
Ribuan Bobotoh Tumplek di GOR Sangkuriang, BOMBER Siapkan Layar Tambahan Final Persib vs Persebaya
Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto
Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi
5 Pabrik Kapur di Cipatat Ditutup Permanen, KDM: Penerima Bantuan Bertambah Jadi 1.000 Orang
Apin Marmot Puji Kreativitas Mobivan BOMBER KBB, UMKM Bobotoh Makin Berdaya
Marak Tramadol di Cimahi dan KBB, Dedi Mulyadi: “Masa Negara Kalah Sama Beking?”

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:58 WIB

Enam Bulan Pascabencana Longsor Pasirlangu Bandung Barat, Nasib Lahan Relokasi dan Petani Masih Menggantung

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:13 WIB

BOMBER Genap 25 Tahun, Apin Marmot: Bobotoh Adalah Identitas Budaya Jawa Barat

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:48 WIB

Ribuan Bobotoh Tumplek di GOR Sangkuriang, BOMBER Siapkan Layar Tambahan Final Persib vs Persebaya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi

Berita Terbaru