DPRD KBB Ungkap Tagihan Pengobatan Korban Keracunan MBG Capai Rp400 Juta, Siapa yang Bayar?

- Penulis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban keracunan massal usai santap menu program MBG di wilayah Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Korban keracunan massal usai santap menu program MBG di wilayah Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyoroti serius kembali terjadinya kasus diduga keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Lembang baru-baru ini.

Wakil Ketua DPRD KBB dari Fraksi Golkar, Dadan Supardan, meminta pemerintah daerah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan penyedia MBG mengambil langkah cepat dan terukur dalam penyelesaian kasus.

Menurut Dadan, salah satu hal paling krusial adalah kepastian pembiayaan medis bagi para korban, terutama siswa yang masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sudah komunikasi dengan Plt Kepala Dinas Kesehatan terkait pembiayaan korban. Kita dorong agar Dinkes segera koordinasi dengan pihak penyedia MBG dan rumah sakit, supaya seluruh biaya pengobatan segera diselesaikan,” tegas Dadan kepada wartawan beberapa waktu lalu saat ditemui di Ngamprah dikutip sekitarkita.id, Kamis 30 Oktober 2025.

Wakil Ketua DPRD KBB sekaligus Ketua DPD Partai Golkar KBB, Dadan Supardan (foto: Abdul Kholilulloh)
Wakil Ketua DPRD KBB sekaligus Ketua DPD Partai Golkar KBB, Dadan Supardan (foto: Abdul Kholilulloh)

Biaya Perawatan Korban Capai Rp400 Juta

Dadan mengungkapkan, hingga saat ini data pembiayaan pengobatan korban keracunan masih terus dihimpun.

Namun, estimasi awal menyebutkan biaya penanganan medis telah mencapai sekitar Rp400 juta, terutama dari pelayanan rumah sakit swasta di luar Bandung Barat.

Baca Juga:  Album Baru Elemen Doobie Brothers, 'Stroll This Highway'
Related Posts

“Kemarin sudah komunikasi dengan pihak kesehatan dan BBM agar persoalan biaya ini segera dituntaskan, terutama untuk rumah sakit swasta seperti di Banjarnegara,” jelasnya.

Selain soal pembiayaan korban, DPRD KBB mendesak dilakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan program MBG.

Dadan menilai rentetan kasus di Kecamatan Cipongkor, Cihampelas, Cisarua, hingga teranyar di wilayah Lembang menunjukkan adanya celah dalam standar operasional dapur penyedia makanan.

“Program ini sangat baik untuk anak-anak. Tapi kejadian seperti ini harus jadi evaluasi serius. SOP dapur perlu diperketat, bahan pangan wajib aman, dan proses pengolahan harus sesuai standar kesehatan,” ujarnya.

Korban keracunan massal usai santap menu program MBG di wilayah Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)
Korban keracunan massal usai santap menu program MBG di wilayah Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

Ia juga menyoroti lemahnya koordinasi penyedia dapur MBG dengan pemerintah daerah sejak awal pelaksanaan program.

“Kita baru tahu ada dapur beroperasi setelah ada kejadian. Ke depan, proses pendirian dapur harus melalui seleksi ketat dan diawasi bersama Pemda,” tegasnya.

Baca Juga:  Jumat Berkah, ABR Rutin Beri Santunan untuk Anak Yatim di Bandung Barat

Dadan menekankan pentingnya mitigasi cepat dan pengawasan terpadu antara penyedia MBG, Dinas Kesehatan, dan Pemda Bandung Barat agar kasus serupa tidak menjadi siklus tahunan.

“Tidak ada yang ingin dapur mana pun mencelakai. Tapi pengawasan harus ketat dan Pemda wajib terlibat dari awal agar kejadian seperti ini tidak terus berulang,” pungkasnya.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kades Akui Tak Ada Anggaran, Warga Bandung Barat Swadaya Perbaiki Jalan, Terkumpul Rp40 Juta
Skandal ASN KBB Live TikTok Minta Fee 1 Persen, Bupati Jeje Perintahkan Inspektorat Periksa IYP
Carut Marut Bandung Barat, P4KBB Bocorkan PR Besar: PAD, Infrastruktur hingga Flyover Cimareme
DPD IPHI 1987 Jabar Dorong Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Profesi Advokat
IPHI 1987 Gelar Rapimnas di HUT ke-39, Regulasi Profesi Advokat Jadi Sorotan
Raffi Ahmad Puji Jeje Ritchie Ismail, Tapi Ingatkan: Tak Ada Superman dalam Pemerintahan
IPHI 1987 Dorong Pembaruan UU Advokat, Maria Salikin: Tingkatkan Profesionalisme Advokat
P4KBB Sentil Pemkab Bandung Barat: Tekanan Fiskal Jangan Jadi Alasan Abaikan Layanan Publik

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:23 WIB

Kades Akui Tak Ada Anggaran, Warga Bandung Barat Swadaya Perbaiki Jalan, Terkumpul Rp40 Juta

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Skandal ASN KBB Live TikTok Minta Fee 1 Persen, Bupati Jeje Perintahkan Inspektorat Periksa IYP

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:16 WIB

Carut Marut Bandung Barat, P4KBB Bocorkan PR Besar: PAD, Infrastruktur hingga Flyover Cimareme

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:36 WIB

DPD IPHI 1987 Jabar Dorong Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Profesi Advokat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Raffi Ahmad Puji Jeje Ritchie Ismail, Tapi Ingatkan: Tak Ada Superman dalam Pemerintahan

Berita Terbaru