AdinJava– Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan rencana Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) tetap akan diadakan dan direncanakan berawal pembangunannya pada tahun 2026. Skema pembangunan Jalan Tol Getaci dengan memakaiskema multi years yang berarti perkembangan terus berlangsung setiap tahunnya.
Itu diungkapkan Dody saat mengunjungi Bandung, Selasa lalu. Menurut Dody, Proyek Strategis Nasional (PSN) ini tetap berjalan sesuai rencana meski demikian menghadapi beberapa tantangan, khususnya dalam proses pengadaan lahan.
“Prosesnya biasa saja, tak ada masalah, tapi biasanya urusannya di lahan. Targetnya sih kalau dapat 2026, pasti 2026, tidak mungkin saja tidak. Tapi semua kan ada prosesnya,” ujar Dody.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Disebutkan Dody, pembangunan Jalan Tol Getaci akan dilakukan secara bertahap, mulai dari kawasan Gedebage mencapai Tasikmalaya, kemudian dilanjutkan mencapai Cilacap di tahapan berikutnya. Dody menegaskan bahwa pembangunan tol tidak boleh terburu-buru agar tetap menjaga kualitasnya.
Menurut Dody, pembangunan Tol Getacai akan dilakukan secara bertahap, berawal dengan pengembangan jalan tol dari Yogyakarta menuju New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) di Kulonprogo. Tol Getaci akan dibangun mulai dari Gedebage mencapai wilayah Ciamis, dan jalur Gedebage-Ciamis merupakan bagian dari jaringan Tol Getaci yang nantinya akan menghubungkan Gedebage mencapai Cilacap.
Tol Getaci Mampu Mengaktifkan Potensi Ekonomi Jawa Barat Selatan
Sebelumnya, Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Percaya mengkritik secara tajam terjadinya ketidakseimbangan pembangunan di Jawa Barat (Jabar). Bahkan, Bupati Cecep menyebut wilayah Jabar Selatan seakan-akan tidak termasuk daerah yang menjadi prioritas dalam pembangunan dan pengembangan di Jabar.
Tetapi, meski demikian demikian, dalam menghadapi rencana pemerintah pusat yang kembali mengadakan lelang proyek Tol Getaci dengan tujuan beroperasi pada tahun 2029, Bupati Cecep secara tegas menyatakan bahwa Pemkab Tasikmalaya siap memberikan dukungan penuh.
“Kami sangat mengharapkan Proyek Sosial Nusantara ini bisa terwujud dan kami, Pemkab Tasikmalaya Insya Allah siap memberikan dukungan agar tercapai dan suksesnya PSN,” kata Bupati Cecep.
Menurut Bupati Cecep, pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakatnya tentu perlu didukung. Apalagi pembangunan jalan yang akan membuka akses serta berdampak pada perkembangan potensi ekonomi wilayah.
Untuk alasan itu, lanjut Bupati Cecep, pembangunan Tol Getaci dipastikan akan memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. Pasalnya, menurut Bupati Cecep, potensi beberapa sektor seperti pariwisata dan pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian Tasikmalaya akan semakin terbuka lebar.
“Kami memastikan Pemkab Tasikmalaya akan memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan Tol Getaci. Dukungan tersebut akan kami berikan mulai dari sosialisasi, pengadaan lahan, mencapai penyesuaian tata ruang andai proyek infrastruktur masuk ke wilayah Tasikmalaya,” kata Bupati Cecep dengan penuh harapan.
Bupati Cecep mengharapkan, apabila pembangunan tol, pelabuhan, dan bandara juga dilakukan di kawasan Jabar Selatan, maka pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut akan meningkat secara signifikan. Bahkan Bupati Cecep percaya bahwa sektor pariwisata dan pertanian yang menjadi andalan Kabupaten Tasikmalaya akan berkembang pesat.
Di tempat terpisah, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H. Aslim SH mengapresiasi kelanjutan pembangunan Tol Getaci yang sebelumnya beberapa kali merasakan penundaan. Untuk alasan itu, jelas Aslim, seluruh pihak perlu berkontribusi dan memberi dorongan untuk terwujudnya Tol Getaci yang lama menjadi harapan warga Tasikmalaya.
Menurut Aslim, pihaknya mengharapkan semua kemungkinan yang muncul dan terjadi setelah Tol Getaci beroperasi sudah bisa dideteksi oleh Pemkot Tasikmalaya. Sebab, lanjut Aslim, dengan dibangunnya Tol Getaci tentu Kota Tasikmalaya akan mempunyai beberapago out tol. Dengan adanya go out tol, jelas Aslim bahwa roda pertumbuhan dan pergerakan ekonomi di Kota Tasikmalaya akan merasakan perubahan.
“Kesiapan pihak Pemkot Tasikmalaya harus sesegera dilakukan dalam mengendalikan berbagai kemungkinan yang akan terjadi dengan beroperasinya Tol Getaci. Pemkot Tasikmalaya perlu menyambut hal ini dengan berbagai perencanaan yang matang,” ujar Aslim kepadaAdinJavamelalui pesan elektroniknya beberapa waktu lalu.
Disisi berbeda, Aslim menyampaikan dengan beroperasinya Tol Getaci, Pemkot Tasikmalaya dapat saja menetapkan Kota Tasikmalaya sebagaietalageUsaha Mikro, Kecil, dan Menengah serta kuliner di seluruh wilayah Priangan Timur. Tujuannya adalah membuat perhatian para wisatawan agar berkunjung ke Tasikmalaya.
“Mereka yang datang atau hanya sekadar melintasi Kota Tasikmalaya mempunyai tujuan jelas, yaitu mencari tau karya UMKM dan makanan khas Priangan Timur,” kata Aslim dengan penuh keyakinan.








