Pertamina Dalam hal apa pun Beri Pernyataan Soal Krisis BBM di Bengkulu, Antrean Panjang di SPBU

- Penulis

Senin, 17 November 2025 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:

  1. Antrian kendaraan di beberapa pom bensin di Bengkulu terjadi dalam beberapa hari belakangan.
  2. Pertamina Patra Niaga Sumbagsel menjamin ketersediaan bahan bakar minyak tetap stabil dan pasokan terpenuhi.
  3. Distribusi sementara itu dialihkan dari FT Lubuk Linggau dan IT Teluk Kabung sebab FT Pulau Baai belum berjalan dengan baik.
  4. Pertamina mengimbau stasiun pengisian bahan bakar minyak (SPBU) untuk mengawasi antrian agar tidak dikarenakan kemacetan.

 

Laporan Wartawan AdinJava, Jiafni Rismawarni

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

AdinJava, BENGKULU –Antrian panjang kendaraan di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Bengkulu dalam beberapa hari terakhir bagaimanapun juga mendapat respons dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Pertamina memastikan persediaan bahan bakar minyak (BBM) di Bengkulu tetap stabil dan terus melakukan penyaluran melalui berbagai terminal penyedia alternatif guna memastikan kelancaran pasokan meski demikian kondisi distribusi belum sepenuhnya sembuh.

Manajer Wilayah Komunikasi, Hubungan, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyampaikan bahwa Pertamina terus bekerja sama secara intensif dengan berbagai pihak yang relevan untuk memastikan kelancaran distribusi.

“Kami terus melakukan pengaturan pasokan dan pemantauan harian agar kebutuhan energi masyarakat Bengkulu tetap terpenuhi. Pertamina juga menyiapkan rencana cadangan pasokan untuk memastikan ketersediaan stok tetap terjaga,” tutur Rusminto.

Ia mengungkapkan, Pertamina terus memastikan pendistribusian bahan bakar minyak di kawasan Bengkulu berlangsung secara optimum dan terkontrol.

Upaya ini mencerminkan komitmen Pertamina dalam memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat meski demikian distribusi masih belum sepenuhnya bisa dilakukan melalui Gas Terminal (FT) Pulau Baai.

Baca Juga:  Xiaomi 14T Pro menjalankan Geekbench dengan Dimensity 9300+ di dalamnya

Pada kondisi tersebut, Pertamina mengawasi dan memaksimalkan jalur pasokan dengan mendapatkan keuntungan dari bantuan pasokan dari Gas Terminal (FT) Lubuk Linggau di Provinsi Sumatera Selatan serta Built-in Terminal (IT) Teluk Kabung di Provinsi Sumatera Barat.

Sistem pendistribusian ini merupakan langkah penting untuk memastikan kelancaran pasokan bahan bakar minyak ke Bengkulu agar tetap terkendali.

Selain itu, Pertamina Patra Niaga meminta seluruh lembaga penyalur SPBU untuk memaksimalkan peran petugas pengatur antrean (marshall) di arena SPBU, terutama pada jam-jam sibuk.

Tindakan ini dilakukan untuk memastikan ketertiban dan mencegah penumpukan kendaraan yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitar SPBU.

Rusminto menambahkan, Fakultas Teknik Pulau Baai tetap menjadi pusat penyebaran utama untuk wilayah Bengkulu.

Tetapi, pada situasi tertentu, pasokan tambahan dari terminal terdekat tetap diatur agar memastikan kelancaran distribusi.

Ia memastikan seluruh proses pendistribusian bahan bakar minyak berjalan sesuai dengan standar operasional, sambil tetap mengutamakan aspek keamanan serta efisiensi logistik.

“Kondisi ini bersifat sementara itu dan kami telah melakukan berbagai langkah untuk memastikan ketersediaan serta kelancaran pendistribusian bahan bakar minyak, khususnya di wilayah Bengkulu. Masyarakat tidak perlu cemas sebab stok BBM tetap aman dan proses pemulihan distribusi terus kami lakukan,” tegas Rusminto.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel juga menyatakan bahwa pengawasan terhadap kelancaran dan efisiensi distribusi menjadi prioritas utama.

Dengan kolaborasi antara fungsi operasional, rantai pasok (provide chain), dan lembaga keterkaitan, Pertamina berkomitmen memastikan ketersediaan energi yang stabil bagi seluruh masyarakat Bengkulu.

Baca Juga:  Peta Jalan Karir Insinyur AI Generasi Berikutnya World

Selain itu, masyarakat diharapkan tetap menjaga kedisiplinan dan menghindari tindakan pembelian bahan bakar minyak secara berlebihan.

Bengkulu Krisis BBM

Sebelumnya dilaporkan, antrean panjang kendaraan di beberapa SPBU di Kota Bengkulu dalam beberapa hari terakhir dikarenakan kekurangan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada tingkat pengecer.

Akibat situasi ini, harga bahan bakar minyak eceran berjenis Pertalite meningkat tajam sampai hingga Rp15.000 in keeping with liter.

Kemacetan antrean panjang terlihat jelas di beberapa titik penting Kota Bengkulu.

Berdasarkan pengamatan pada Sabtu (8/11/2025), antrian kendaraan tampak ramai di SPBU Bumiayu, SPBU KM 8, SPBU KM 6,5, serta SPBU Tanah Patah.

Panjangnya antrian bahkan hingga ke tepi jalan, dikarenakan kemacetan di sekitar arena tersebut.

Sejumlah besar pengemudi bersedia menunggu berjam-jam untuk dapatkan bahan bakar, sementara itu sebagian lainnya membuat keputusan menyerah dan membeli bahan bakar eceran.

Kenaikan harga pada tingkat penjualan eceran menjadi pembahasan yang marak di kalangan masyarakat. Sebelumnya, harga BBM eceran dengan jenis Pertalite berada dalam kisaran Rp12.000 sampai Rp13.000 in keeping with liter.

Sekarang, para pedagang menaikkan harga menjadi Rp15.000 in keeping with liter dengan alasan kesulitan dapatkan stok sebab antrian panjang di pom bensin.

“Harganya sudah Rp15 ribu in keeping with liter, pak. Kami juga kesulitan mendapatkannya di SPBU,” ujar Yeyen, salah satu reseller BBM eceran di wilayah Gading Cempaka, saat diwawancarai Sabtu (8/11/2025).

Baca Juga:  Lava Yuva 5G akan hadir pada 30 Mei dengan Unisoc T750

Yeyen mengakui bahwa ia baru saja menaikkan harga satu kemarin sebab persediaan di SPBU mulai habis dan dirinya harus segera menunggu berjam-jam untuk dapatkan pasokan.

“Antrian sangat panjang. Terkadang saya menunggu dua jam, namun ketika tiba gilirannya malah habis. Andai harga tidak naik, hal itu akan merugikan,” tutur Yeyen.

Pengamatan di lapangan memperlihatkan situasi serupa terjadi di beberapa titik lain. Sejumlah besar pom mini memasang tulisan kosong atau habis di depan mesin penjualannya.

Hanya minim toko yang masih menjual bahan bakar minyak dengan harga mahal. Pengendara yang tidak ingin menghabiskan waktu dalam antrian terpaksa membeli dengan harga tersebut.

Salah satunya, Hendra, seorang warga yang sedang membeli bahan bakar minyak eceran, menyatakan antrian panjang di SPBU Bengkulu menjadi hambatan utama dalam menjalani rutinitas sehari-hari.

Ia mengakui telah mencoba berbagai pom bensin, namun selalu menemui antrian yang panjang.

“Andai antrian di pom bensin dapat memakan waktu lebih dari satu jam, terkadang malah tidak kebagian. Jadi lebih baik membeli eceran meski demikian harganya lebih mahal,” tutur Hendra.

Menurutnya, perbedaan harga sebesar Rp5.000 in keeping with liter bukanlah hal yang signifikan, tetapi waktu yang terbuang dalam antrian jauh lebih merugikan.

“Kita ingin bekerja, bukan terus menunggu di pom. Jadi harus segera isi eceran saja,” ujar Hendra.

Ia mengharapkan kondisi ini secepatnya ditangani oleh pihak yang berwenang agar tidak semakin memburuk seperti peristiwa serupa sebelumnya.

Masuk ke grup Fb AdinJava untuk dapatkan informasi terkini



Berita Terkait

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025
Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi
Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?
Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?
Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Andai Tidak Dapat Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin saja Tua Lebih Cepat, Tutur Psikologi

Berita Terkait

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:59 WIB

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:14 WIB

Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:44 WIB

Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:59 WIB

Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?

Rabu, 10 Desember 2025 - 19:29 WIB

Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai

Berita Terbaru