SEKITARKITA.id – Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (HIPKI).
Hal ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) dan Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) Tahun 2026.
Program tersebut resmi dibuka di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat, Kecamatan Lembang, Senin (25/5/2026), dengan mengusung tema “Membangun Jiwa Wirausaha yang Kreatif, Mandiri dan Berdaya Saing.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan SDM unggul serta mendorong lahirnya wirausaha baru di Kabupaten Bandung Barat.
Kepala BPVP Bandung Barat, Iman Riswandi mengatakan pihaknya sangat mendukung kegiatan HIPKI karena sejalan dengan program pelatihan yang selama ini dijalankan BPVP Bandung Barat.
“Ini sangat sejalan dengan program balai terkait pelatihan. Kami juga sering bekerja sama dengan HIPKI, khususnya dalam pelatihan kewirausahaan dan peningkatan produktivitas. Kehadiran HIPKI semakin membuka dan memperluas informasi mengenai pelatihan-pelatihan di balai kami agar bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujar Iman.
Ia menjelaskan, ke depan BPVP Bandung Barat bersama HIPKI Kabupaten Bandung Barat akan memperkuat kolaborasi dalam berbagai agenda pelatihan yang berorientasi pada penempatan tenaga kerja.
“Kami sudah berdiskusi dengan Ketua HIPKI KBB terkait sejumlah agenda pelatihan yang ending-nya adalah penempatan tenaga kerja. Jadi sekarang pelatihan tidak hanya sebatas memberikan sertifikasi, tetapi juga harus mampu menghasilkan penempatan kerja, baik di sektor formal maupun informal seperti berwirausaha. Pelatihan harus membuat seseorang menjadi lebih berdaya dan memiliki penghasilan,” katanya.
Menurutnya, dukungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sangat penting dalam menghubungkan program pelatihan dengan industri maupun stakeholder terkait.
“Kami menghubungkan pelatihan dengan berbagai sektor industri dan stakeholder di Bandung Barat. Misalnya pelatihan pertanian, kami kolaborasikan dengan UMKM, Dinas UMKM, Dinas Tenaga Kerja, hingga buyer agar peserta pelatihan yang berwirausaha sudah memiliki akses pasar,” ungkapnya.
Iman juga menyoroti tantangan dalam penyaluran tenaga kerja lulusan pelatihan. Menurutnya, persoalan utama saat ini bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga penguatan soft skill peserta pelatihan.
“Kalau melihat kondisi sekarang, tantangannya ada pada soft skill. Ternyata soft skill menjadi nilai yang sangat penting agar seseorang bisa diterima bekerja. Jadi kami sekarang terus mengeksplorasi penguatan soft skill peserta pelatihan selain kemampuan teknis,” jelasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail beserta jajaran Forkopimda KBB, Dewan Pimpinan Pusat HIPKI Dr. H. Asep Syaripudin, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung Barat, pimpinan LKP, instruktur, narasumber, serta peserta Program PKW dan PKK Tahun 2026.
Melalui Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha dan Pendidikan Kecakapan Kerja Tahun 2026 ini, diharapkan lahir generasi baru yang memiliki keterampilan kerja, kemampuan berinovasi, serta keberanian membangun usaha secara mandiri guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung Barat.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








