1.999 Dapur SPPG Ditutup BGN, Tak Daftar SLHS Jadi Alasan

- Penulis

Kamis, 10 September 2026 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BGN Sudaryono saat konferensi pers di Jakarta (foto: dok. BGN /bgn.go.id)

i

Kepala BGN Sudaryono saat konferensi pers di Jakarta (foto: dok. BGN /bgn.go.id)

JAKARTA | SEKITARKITA.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebanyak 1.999 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) resmi ditutup sementara karena belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, kepatuhan terhadap standar higiene dan sanitasi merupakan syarat mutlak bagi setiap dapur yang menyelenggarakan program MBG.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, program besar seperti Makan Bergizi Gratis tidak boleh mengabaikan standar dasar yang berkaitan dengan keamanan dan kualitas makanan bagi penerima manfaat.

“Program besar tidak boleh membuat kita merasa boleh mengabaikan hal-hal kecil. Kalau syarat dasarnya belum dipenuhi, ya jangan jalan dulu,” kata Sudaryono, dikutip dari situs resmi BGN, Kamis, 10 September 2026.

Kepala BGN Sudaryono saat konferensi pers di Jakarta (foto: dok. BGN /bgn.go.id)
Kepala BGN Sudaryono saat konferensi pers di Jakarta (foto: dok. BGN /bgn.go.id)

Ia menegaskan, dapur yang digunakan untuk menyiapkan makanan program MBG harus memenuhi standar higiene dan sanitasi yang telah ditetapkan.

“Sesederhana itu. Dapur tempat makanan itu dibuat harus memenuhi standar. Kalau standar dasarnya belum dipenuhi, kita tidak punya alasan untuk pura-pura tidak tahu,” tegasnya.

Baca Juga:  Lagu Natal Ariana Grande & Kelly Clarkson Hit Sizzling 100's Paling Masuk Akal 10

Sudaryono menjelaskan, BGN terus melakukan penyisiran dan verifikasi terhadap puluhan ribu dapur SPPG yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis.

Dari total awal sebanyak 27.485 dapur SPPG, BGN melakukan penyisiran dan menetapkan sementara sebanyak 27.022 dapur.

Berdasarkan pembaruan data hasil koordinasi dengan Kementerian Kesehatan per 7 September 2026 pukul 17.00 WIB, ditemukan sebanyak 1.999 dapur SPPG yang belum melakukan pendaftaran SLHS di Dinas Kesehatan setempat.

“Dapur-dapur sebanyak 1.999 ini tidak melakukan pendaftaran SLHS di Dinas Kesehatan masing-masing. Artinya, bukan mendaftar lalu syaratnya tidak dipenuhi, melainkan tidak melakukan pendaftaran sama sekali,” ujar Sudaryono.

Setelah melalui proses konfirmasi dan evaluasi secara bertahap, BGN akhirnya memutuskan untuk menutup sementara 1.999 dapur SPPG tersebut.

Penutupan dilakukan untuk memastikan seluruh dapur memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi sebelum kembali menjalankan pelayanan MBG.

“Pada hari ini saya nyatakan 1.999 dapur SPPG ini saya tutup untuk kemudian kami lakukan investigasi,” tegas Sudaryono.

Adapun 1.999 dapur SPPG yang ditutup sementara tersebut, kata dia, tersebar dalam tiga wilayah, yakni, wilayah 1: 351 dapur SPPG, wilayah 2: 1.417 dapur SPPG. Wilayah 3: 231 dapur SPPG.

Baca Juga:  Tingkatkan Kreativitas Anak Muda, Kang Hengky ingin Bangun Sirkuit di KBB

Langkah penutupan tersebut menjadi bagian dari upaya BGN memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

BGN menegaskan bahwa standar SLHS, higiene, dan sanitasi menjadi persyaratan penting dalam penyelenggaraan dapur SPPG. Hal itu dilakukan untuk memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat tetap aman dan memenuhi standar yang ditetapkan.

“Sebagaimana publik ketahui, syarat SLHS, sertifikasi laik higiene, dan sanitasi menjadi satu syarat mutlak dalam penyelenggaraan dapur yang menyelenggarakan Makan Bergizi Gratis,” ujar Sudaryono.

Dengan penutupan sementara tersebut, BGN akan melakukan investigasi lebih lanjut terhadap dapur-dapur SPPG yang belum memenuhi kewajiban pendaftaran SLHS.

Kebijakan ini sekaligus menjadi komitmen BGN untuk menjaga kualitas makanan, keamanan gizi, serta keselamatan seluruh penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis di Indonesia.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : bgn.go.id

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Debu Vulkanik Gunung Krakatau Mengarah ke KBB, DLH Perketat Pantauan Kualitas Udara
Diki Rohani Resmi Nahkodai APDESI Merah Putih Bandung Barat 2026-2031
Toko di Rancabali Padalarang Digeledah, Bea Cukai Amankan 42 Ribu Batang Rokok Ilegal
Bupati Jeje Pastikan Kualitas Tahan Lama, ini Progres Perbaikan 34 Ruas Jalan KBB
Geger! Rumah di Batujajar KBB Diduga Jadi “Pabrik” Tembakau Sintetis, Polisi Sita 150 Kg Barbuk 
Detik-Detik Polisi Dobrak Rumah di Batujajar KBB, Bongkar Home Industry Tembakau Sintetis Bernilai Rp15 Miliar
Kompak! 40 Ormas Geruduk Kantor Bupati, Tuntutan Copot Ketua DPRD KBB-Sekda Menggema
Pipih Supriati Ajak Warga Bandung Barat Jadikan Maulid Nabi Momentum Perbaiki Akhlak

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 18:44 WIB

1.999 Dapur SPPG Ditutup BGN, Tak Daftar SLHS Jadi Alasan

Rabu, 9 September 2026 - 17:38 WIB

Debu Vulkanik Gunung Krakatau Mengarah ke KBB, DLH Perketat Pantauan Kualitas Udara

Rabu, 9 September 2026 - 17:22 WIB

Diki Rohani Resmi Nahkodai APDESI Merah Putih Bandung Barat 2026-2031

Rabu, 9 September 2026 - 16:53 WIB

Toko di Rancabali Padalarang Digeledah, Bea Cukai Amankan 42 Ribu Batang Rokok Ilegal

Selasa, 8 September 2026 - 22:09 WIB

Bupati Jeje Pastikan Kualitas Tahan Lama, ini Progres Perbaikan 34 Ruas Jalan KBB

Berita Terbaru

Kepala BGN Sudaryono saat konferensi pers di Jakarta (foto: dok. BGN /bgn.go.id)

Jakarta

1.999 Dapur SPPG Ditutup BGN, Tak Daftar SLHS Jadi Alasan

Kamis, 10 Sep 2026 - 18:44 WIB