KBB | SEKITARKITA.id – Paguyuban JAGUR (JAGa lembUR) Kabupaten Bandung Barat menegaskan komitmennya untuk ikut menjaga keamanan, ketenteraman, dan kondusivitas wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB).
JAGUR dibentuk sebagai wadah masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan di daerah, termasuk keberlangsungan pemerintahan serta kondisi sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Ketua Paguyuban JAGUR Kabupaten Bandung Barat, Dedi Sugiana alias Tongky, mengatakan, kehadiran JAGUR berangkat dari keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan yang dinilai berpotensi mengganggu kondusivitas di Kabupaten Bandung Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Tongky, salah satu persoalan yang menjadi perhatian masyarakat adalah keberadaan pihak dari luar Kabupaten Bandung Barat yang dinilai kerap menimbulkan keresahan di tengah masyarakat maupun lingkungan pemerintahan.
“Paguyuban JAGUR ini berdiri berawal dari keresahan banyaknya orang luar Kabupaten Bandung Barat yang sering meresahkan pemerintahan Kabupaten Bandung Barat,” ujar Tongky, Rabu (30/9/2026).
Ia menegaskan, JAGUR hadir sebagai wadah bagi masyarakat KBB yang ingin berkontribusi dan menunjukkan kepedulian terhadap daerahnya.
Melalui paguyuban tersebut, masyarakat diharapkan dapat ikut memberikan perhatian terhadap kondisi lingkungan sekaligus menjaga situasi Kabupaten Bandung Barat tetap aman dan kondusif.
“Kami warga masyarakat Kabupaten Bandung Barat yang tergabung di JAGUR (JAGa lembUR) ingin turut menjaga pemerintahan dan wilayah Kabupaten Bandung Barat demi kondusivitas di Kabupaten Bandung Barat,” katanya.
Tongky menjelaskan, semangat yang dibangun Paguyuban JAGUR bukan sekadar membentuk organisasi masyarakat, melainkan menjadi wadah untuk memperkuat kepedulian warga terhadap Kabupaten Bandung Barat.
Ia berharap JAGUR dapat menjadi bagian dari masyarakat yang ikut menjaga lingkungan serta memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang berkembang di wilayah KBB.
“Semangatnya adalah kepedulian terhadap Kabupaten Bandung Barat. Kami ingin masyarakat bersama-sama menjaga daerah ini agar tetap aman dan kondusif,” tuturnya.
Saat ini, struktur kepengurusan Paguyuban JAGUR Kabupaten Bandung Barat dipimpin Dedi Sugiana alias Tongky sebagai ketua.
Sementara itu, Gus Candra dipercaya sebagai sekretaris jenderal, Ade Kebo sebagai bendahara, dan Cingklek sebagai panglima.
Dengan terbentuknya kepengurusan tersebut, Paguyuban JAGUR KBB diharapkan dapat menjadi wadah masyarakat yang memiliki perhatian terhadap keberlangsungan wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Tongky menambahkan, kepedulian terhadap daerah harus dilakukan dengan tetap mengedepankan sikap santun, tertib, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, menjaga kondusivitas bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Kami ingin bersama-sama menjaga Kabupaten Bandung Barat, baik pemerintahan maupun wilayahnya, agar tetap kondusif,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat, Pither Tjuandys, S.IP., M.M., menyampaikan apresiasi terhadap terbentuknya Paguyuban JAGUR yang membawa semangat menjaga lingkungan, wilayah, serta kondusivitas KBB.
Menurut Pither, kepedulian masyarakat terhadap daerah merupakan bagian penting dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif.
Ia bahkan menegaskan bahwa semangat JAGUR harus diwujudkan melalui kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
“Saya senang sekali karena memang Kabupaten Bandung Barat ini harus benar-benar JAGUR, JAGa lembUR. Artinya, kita bersama-sama menjaga supaya semuanya tetap kondusif,” ujar Pither.
Pither menegaskan, menjaga Bandung Barat bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah. Keterlibatan masyarakat juga dibutuhkan agar berbagai persoalan daerah dapat dihadapi secara bersama-sama.
Karena itu, ia berharap Paguyuban JAGUR dapat membangun sinergi dengan DPRD Kabupaten Bandung Barat.
“Harapan ke depan, mari JAGUR bersama dengan DPRD. JAGa lembUR harus bersama-sama dengan dewan. Kita membina Kabupaten Bandung Barat ini untuk ke depan,” katanya.
Pither menilai sinergi antara masyarakat dan lembaga legislatif menjadi salah satu bagian penting dalam membangun Kabupaten Bandung Barat.
Menurutnya, kepedulian masyarakat terhadap daerah perlu diarahkan menjadi energi positif yang mendukung terciptanya kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan kondusif.
“Dengan kebersamaan, tentunya Bandung Barat ke depan akan jauh lebih baik,” tuturnya.
Sebagai Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat sekaligus penasihat JAGUR, Pither berharap paguyuban tersebut dapat terus mengedepankan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap daerah.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi dengan berbagai pihak dalam menjalankan peran sosial di tengah masyarakat.
Bagi Pither, keberadaan JAGUR diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan sosial yang ikut menjaga dan membangun Kabupaten Bandung Barat.
Menurutnya, sinergi antara masyarakat, DPRD, dan pemerintah daerah diperlukan untuk menciptakan suasana pembangunan yang tertib dan kondusif.
“Yang paling penting adalah kita bersama-sama menjaga Kabupaten Bandung Barat dan membinanya agar ke depan menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : liputan







