Andai Terus Bingung dan Bersalah di Sekitar Seseorang, Mereka Mungkin saja Gunakan 9 Taktik Pasif-Agresif

- Penulis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 18:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AdinJavaDi dalam setiap hubungan—baik dengan pasangan, teman, rekan kerja, maupun anggota family—rasa nyaman dan aman merupakan dasar yang baik.

 

Saat berada di sekitar seseorang yang memberi dorongan untuk, kita umumnya merasa santai, diterima, dan dihargai.

 

Tetapi, terkadang yang kita alami adalah kebingungan, rasa bersalah, kecemasan, bahkan meragukan diri sendiri tanpa karena yang jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Andai kejadian ini terus menerus terjadi, mungkin saja Anda sedang menghadapi tindakan yang bersifat pasif-agresif.

Dalam psikologi, perilaku pasif-agresif merujuk pada cara seseorang memperlihatkan rasa marah atau menolak tanpa menyatakan secara langsung.

 

Alih-alih mengungkapkan perasaan secara langsung, pelaku untuk membuat pilihan metode yang lembut, menyakitkan, dan membingungkan.

 

Efek sampingnya? Anda merasa bersalah, kurang memadai, atau selalu “salah” seolah-olah semua kesulitan berasal dari diri Anda sendiri.

Dilaporkan oleh Geediting pada Minggu (9/11), terdapat sembilan cara pasif-agresif yang paling umum yang sebaiknya Anda perhatikan.

1. Pengabaian Bunyi: Ketenangan sebagai Alat Kontrol

Alih-alih mengungkapkan atau menyampaikan apa yang mengganggu mereka, pelaku untuk membuat pilihan untuk diam, bahkan sepanjang beberapa hari.

 

Tujuan tidaklah untuk meredakan perasaan, namun justru memberi hukuman secara emosional.

 

Anda merasa kebingungan dan bertanya-tanya apa yang salah dengan begitu dalam hal apa pun meminta maaf tanpa tahu alasannya.

Baca Juga:  Alat Bedah Domy Brush Suction: Karya Anak Negeri yang Meraih Penghargaan Dunia

2. Menghindar atau Sengaja Tidak Mengakhiri Pekerjaan

Ketika diminta untuk melakukan sesuatu, mereka setuju di awal tetapi akhirnya terlambat, tidak selesai, atau hasilnya tidak maksimal.

 

Ini merupakan metode tidak langsung untuk mengungkapkan ketidaksetujuan tanpa terlihat menentang.

3. Pujian yang Ternyata Mengandung Kritikan

Penilaian mereka terdengar seperti pujian, tetapi pada nyatanya mencemooh:

Hello, dalam hal apa pun kamu dapat juga berpakaian rapi.

Lagu semacam ini membuat Anda bingung antara harus segera tertawa atau merasa tersakiti.

4. Memperlihatkan Kekesalan Dengan Memakai Lucu atau Candaan

Kritik diungkapkan dalam bentuk candaan. Ketika Anda merasa tersinggung, mereka menyampaikan,

Mengapa baper? Itu hanya lelucon saja.

Dalam hal apa pun, Anda yang merasa bersalah sebab dianggap terlalu peka.

5. Menimbulkan Rasa Bersalah Anda (Menggoda dengan Rasa Bersalah)

Mereka tidak mengungkapkan kebutuhan secara langsung, tetapi membuat Anda merasa bersalah sebab tidak memenuhi harapan yang tidak pernah diungkapkan.

 

Anda diwajibkan untuk menanggung tanggung jawab terhadap perasaan mereka.

6. Peran Penderita: Selalu Menjadi Penderita

Dalam setiap perselisihan, mereka selalu menjadi pihak yang “paling menderita”.

 

Anda dalam hal apa pun merasa bersalah dan menyerah, meski demikian pada nyatanya mereka yang mengubah situasi.

7. Sengaja Mengabaikan Batas yang Anda Tetapkan

Baca Juga:  Evolusi Keterampilan dalam Ekonomi AI

Mereka berpura-pura lupa, salah mengerti, atau tidak mendengar batasan yang Anda tetapkan.

 

Rasanya Anda tidak berhak menyelesaikan kenyamanan atau menyampaikan “tidak”.

Misalkan saja: Anda menyatakan ingin beristirahat, namun mereka terus meminta perhatian—kemudian mengeluh andai Anda menolak.

8. Memberikan Informasi Perlahan-Lahan Secara Bertahap

Informasi yang penting disimpan, diungkapkan secara sebagian, atau diumumkan terlambat.

 

Anda juga terlihat tidak mampu atau terpaksa mengandalkan mereka.

9. Menghadirkan Ketidakpastian Emosional

Anda tidak pernah tahu kapan mereka merasa marah, kecewa, atau bahagia.

 

Perasaan mereka berubah-ubah tanpa alasan jelas. Hal ini membuat Anda selalu waspadai dan takut mengacaukannya.

Mengapa Taktik Pasif-Agresif Efektif?

Sebab mereka memicu kebingungan dan rasa bersalah, dua perasaan yang membuat seseorang kesulitan menolak atau melindungi diri. Anda merasa:

Tidak enak hati

Takut menyakiti mereka

Takut dianggap jahat

Merasa selalu salah

Keraguan dan perasaan bersalah membuat Anda lebih rentan diatur.

Ciri Khas yang Dirasakan Penderita

Andai berhadapan dengan seseorang yang bersifat pasif-agresif, Anda mungkin saja mengalami:

Overthinking

Mudah merasa bersalah

Sulit mengekspresikan pendapat

Merasa diri selalu keliru

Energi emosional terkuras

Perasaan terisolasi

Bahkan dalam hal apa pun Anda meragukan kesehatan pikiran sendiri.

Mengapa Mereka Bertindak Pasif-Agresif?

Perilaku ini biasanya muncul dari:

Baca Juga:  Dari Solusi Tradisional hingga Solusi Mutakhir!

Sulit mengungkapkan perasaan secara langsung

Takut konflik

Trauma masa lalu

Kepercayaan diri rendah

Dibutuhkan pengendalian tanpa terlihat “buruk”

Tetapi, alasan bukanlah pembenaran—konsekuensinya tetap merugikan.

Bagaimana Menghadapinya?

Kenali taktiknya

Tetapkan batas tegas

Komunikasikan secara jelas

Jangan merasa harus segera membuat mereka bahagia

Laporkan percakapan (andai dalam lingkungan kerja)

Minta bantuan mahir andai merasa lelah

Yang paling penting adalah Anda tidak perlu menerima tindakan yang membingungkan dan merendahkan.

Kapan Saatnya Menjauh?

Andai perilaku ini:

Berulang tanpa perubahan

Membuat Anda tidak berharga

Menguras psychological dan emosi

Memengaruhi keseharian dan kesehatan

Maka menghindar dapat menjadi pilihan terbaik.

Mempertahankan diri bukanlah tindakan yang egois. Ini merupakan bentuk kasih sayang terhadap diri sendiri.

Kesimpulan

Hubungan yang baik membuat kita merasa santai, bukan bingung atau selalu merasa bersalah.

 

Andai kehadiran seseorang justru dikarenakan tekanan emosional, kebingungan, dan rasa bersalah tanpa alasan yang jelas, mungkin saja Anda sedang menghadapi tindakan pasif-agresif.

Mengenali cara mereka bekerja adalah langkah pertama untuk mengambil kembali kendali atas kehidupan Anda.

 

Agar dapat diingat, Anda pantas diperlakukan dengan sopan, didengar, dan dihargai. Jangan biarkan siapa pun membuat Anda meragukan harga diri Anda sendiri.

Terlepas dari segalanya, kesehatan pikiran Anda lebih bernilai daripada mempertahankan hubungan yang melelahkan.

 

***



Berita Terkait

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025
Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi
Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?
Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?
Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Andai Tidak Dapat Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin saja Tua Lebih Cepat, Tutur Psikologi

Berita Terkait

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:59 WIB

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:14 WIB

Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:44 WIB

Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:59 WIB

Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?

Rabu, 10 Desember 2025 - 19:29 WIB

Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai

Berita Terbaru

Kantor Bapenda KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Capaian Pajak KBB 2026 Melejit Rp183 Miliar, PBB Masih Terseok

Senin, 20 Apr 2026 - 20:00 WIB